Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Sosial dan Publik Deddy Cahyadi alias Deddy Corbuzier mengenakan seragam TNI dengan pangkat Letnan Kolonel Tituler. (Foto: Instagram/Yasonna Laoly)
Publik dikejutkan oleh laporan kekayaan Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Sosial dan Publik, Deddy Corbuzier, yang menembus angka fantastis. Berdasarkan data resmi LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) yang dirilis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mantan pesulap yang kini dikenal sebagai podcaster dan komunikator publik itu tercatat memiliki harta kekayaan total sebesar Rp953.021.579.571.
Meski memiliki kekayaan mendekati Rp1 triliun, Deddy tetap transparan dengan melaporkan utang pribadinya sebesar Rp19,7 miliar dalam laporan tersebut.
Dalam laporan tersebut, Deddy mengungkapkan bahwa ia memiliki:
-
19 bidang tanah dan bangunan senilai Rp66.599.664.431, tersebar di wilayah Tangerang dan Medan.
-
Dua mobil mewah:
-
Ford Ranger DC 3.2L Wildtrack AT 2016 senilai Rp595 juta
-
Jeep Rubicon 2-door 2.0 A/T 2020 senilai Rp1,6 miliar
-
-
Harta bergerak lainnya senilai Rp496.152.007.876 – kategori ini mencakup koleksi bernilai tinggi seperti jam tangan, barang seni, hingga alat elektronik mahal.
-
Surat berharga (saham, obligasi, dan aset investasi lainnya) sebesar Rp386.130.385.400.
-
Kas dan setara kas, termasuk saldo rekening, deposito, dan tabungan digital, senilai Rp21.677.713.754.
Menariknya, di tengah sorotan terhadap harta pribadinya, Deddy Corbuzier menegaskan bahwa ia tidak pernah mengambil gaji maupun fasilitas material apapun dari jabatannya di Kementerian Pertahanan.
Pernyataan ini ia sampaikan secara terbuka lewat video yang diunggah ke akun Instagram pribadinya:
“Sejak awal saya sudah menyampaikan kepada Kemenhan bahwa saya tidak akan menerima gaji atau kompensasi material apapun untuk diri pribadi. Sama sekali tidak,” ucapnya tegas.
Alasannya? Bukan semata-mata demi pencitraan, melainkan karena kesadaran diri bahwa ia tidak membutuhkan gaji tersebut, dan lebih dari itu, masyarakat yang lebih membutuhkan bantuan secara finansial.
“Saya tahu bahwa masyarakat lebih memerlukan itu. Dan kalau soal gaji, saya sudah banyak membantu orang — tapi nggak semua harus saya pamerkan di konten,” tambahnya dengan nada reflektif.
Deddy Corbuzier menjadi salah satu contoh pejabat publik yang mengedepankan transparansi, integritas pribadi, dan kesadaran sosial. Di saat banyak figur publik enggan membuka harta kekayaannya ke publik, Deddy justru melaporkan secara terbuka dan lengkap.
Meski dikenal sebagai sosok yang sukses secara finansial dari dunia hiburan dan podcast, ia tetap menunjukkan bahwa jabatan publik bukanlah alat untuk memperkaya diri, melainkan sarana untuk berkontribusi pada negara — bahkan jika itu tanpa bayaran.
