Imbas Kereta Api Anjlok di Bumiayu, Stasiun Cirebon Siapkan 5 Bus untuk Angkut Penumpang (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Anjloknya Kereta Api Bangunkarta relasi Pasar Senen–Jombang di emplasemen Stasiun Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Senin sore, berdampak luas terhadap perjalanan kereta api di wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Barat. Ratusan penumpang dari arah Jakarta terpaksa diturunkan di Stasiun Cirebon, Jawa Barat, dan dialihkan menggunakan bus untuk melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir.
Peristiwa ini langsung memicu gangguan operasional sejumlah perjalanan kereta api, khususnya yang melintasi jalur tersebut. Penumpang yang seharusnya melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api terpaksa menyesuaikan rencana perjalanan akibat jalur rel yang tidak dapat dilalui.
Pada Senin malam, ratusan penumpang dengan tujuan Purwokerto dan sekitarnya terlihat memadati area Stasiun Cirebon. Mereka menunggu proses pengalihan transportasi yang telah disiapkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon. Sebanyak lima bus dikerahkan untuk mengangkut penumpang menuju kota tujuan masing-masing.
Pengalihan penumpang ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk mengurangi dampak keterlambatan perjalanan. Meski demikian, tidak sedikit penumpang yang harus mengalami keterlambatan cukup lama akibat insiden tersebut.
Suharto, salah satu penumpang tujuan Purwokerto, mengaku harus mengubah rencana perjalanannya setelah mendapat informasi adanya kereta anjlok di Bumiayu. Ia yang berangkat dari Bekasi berharap bisa tiba di tujuan pada malam hari, namun harus menerima kenyataan adanya pengalihan moda transportasi.
“Saya baru turun dari Bekasi, tujuan ke Purwokerto. Dialihkan naik bus karena ada kereta anjlok. Harusnya sampai jam delapan malam,” ujarnya.
PT KAI Daop 3 Cirebon menyatakan telah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi gangguan operasional akibat kejadian tersebut. Salah satunya adalah dengan menerapkan rekayasa pola operasi perjalanan kereta api.
Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menjelaskan bahwa beberapa perjalanan kereta api dialihkan melalui jalur alternatif. Kereta diarahkan memutar melalui lintas utara Semarang sebelum melanjutkan perjalanan ke arah Solo. Langkah ini diambil untuk menjaga kelangsungan operasional perjalanan kereta api meskipun terjadi gangguan di jalur utama.
“Telah terjadi kereta anjlok di Bumiayu yang berdampak pada perjalanan di wilayah Daop 3 Cirebon. Sebanyak 11 perjalanan kereta mengalami perubahan pola operasi dengan sistem memutar. Untuk penumpang, kami siapkan lima bus, tiga di Stasiun Prujakan dan dua di Stasiun Cirebon,” jelas Muhibbuddin.
Selain pengalihan jalur, KAI juga menerapkan sistem overstapen, yaitu pengalihan penumpang dari kereta api ke moda transportasi lain, dalam hal ini bus. Langkah ini dilakukan khususnya bagi penumpang dengan tujuan Purwokerto dan daerah sekitarnya.
Petugas di lapangan terlihat sigap mengatur alur penumpang agar proses perpindahan ke bus berjalan lancar. Meskipun sempat terjadi antrean, kondisi di stasiun tetap terkendali dengan adanya koordinasi antara petugas dan penumpang.
Sementara itu, sejumlah penumpang mengaku memahami situasi yang terjadi, meskipun harus menghadapi keterlambatan. Mereka berharap perjalanan tetap bisa dilanjutkan dengan aman hingga sampai ke tujuan.
Sebelumnya, Kereta Api Bangunkarta relasi Pasar Senen–Jombang dilaporkan mengalami anjlok di emplasemen Stasiun Bumiayu pada Senin siang. Insiden ini menyebabkan jalur rel tidak dapat dilalui, baik dari arah hulu maupun hilir.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini berdampak signifikan terhadap kelancaran perjalanan kereta api di jalur tersebut. Sejumlah perjalanan harus mengalami keterlambatan, sementara lainnya dialihkan melalui jalur alternatif.
Hingga saat ini, proses penanganan jalur rel yang terdampak masih terus dilakukan oleh petugas terkait. Perbaikan difokuskan agar jalur dapat segera kembali normal dan dapat dilalui oleh kereta api seperti biasa.
PT KAI juga terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi di lapangan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama. Informasi terkait perubahan jadwal dan pengalihan perjalanan juga terus disampaikan kepada penumpang melalui berbagai kanal resmi.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan sistem transportasi dalam menghadapi situasi darurat. Respons cepat dari pihak operator menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang dirasakan oleh masyarakat, khususnya para pengguna jasa kereta api.
Bagi penumpang, kejadian ini tentu menjadi pengalaman yang tidak diharapkan. Namun di sisi lain, langkah-langkah penanganan yang dilakukan diharapkan dapat membantu memastikan perjalanan tetap berlangsung meskipun harus melalui penyesuaian.
Dengan adanya perbaikan yang terus dilakukan, diharapkan jalur kereta api di wilayah Bumiayu dapat segera kembali normal sehingga perjalanan kereta api dapat kembali berjalan lancar tanpa gangguan.
