Tim gabungan SAR, BPBD Madiun dan relawan masih terus mencari keberadaan jasad Wahyudiono, warga Kecamatan Dagangan yang hilang terseret arus sungai, Senin (17/3/2025).(Dokumentasi BPBD Madiun) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banjir dan Longsor di Madiun, 2.000 Warga Terdampak, 1 yang Hilang Belum Ditemukan", Klik untuk baca: https://surabaya.kompas.com/read/2025/03/17/140841878/banjir-dan-longsor-di-madiun-2000-warga-terdampak-1-yang-hilang-belum.
Bencana banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Madiun, Jawa Timur, sejak Sabtu (15/3/2025), menyebabkan 2.000 warga terdampak dan merendam 500 rumah. Tak hanya itu, lima rumah mengalami kerusakan berat, sementara satu warga masih dinyatakan hilang akibat terseret arus sungai.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, bencana ini meluas di lima kecamatan yang terdampak banjir, yakni Dagangan, Balerejo, Madiun, Wonoasri, dan Wungu, serta dua kecamatan yang dilanda tanah longsor, yaitu Kare dan Gemarang. Penyebab utama bencana ini adalah curah hujan tinggi akibat cuaca ekstrem, dengan hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama delapan jam nonstop, dari pukul 15.00 hingga 23.00 WIB.
Dampak longsor cukup parah, menyebabkan empat rumah roboh akibat tembok yang jebol diterjang material tanah. Warga yang terdampak telah menerima bantuan logistik dari pemerintah daerah, sementara pencarian korban hilang masih terus dilakukan. Hingga kini, Wahyudiono, warga Kecamatan Dagangan yang terseret derasnya arus sungai, belum ditemukan.
Meski air telah surut dan warga mulai kembali ke rumah masing-masing, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana susulan. Cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan, meningkatkan risiko bencana lebih lanjut.
