Dalam beberapa waktu terakhir, istilah “aura farming” ramai menjadi sorotan di platform media sosial seperti TikTok dan X. Istilah ini tak hanya jadi tren lokal, tetapi juga berhasil menembus kancah internasional. Uniknya, asal mula kepopuleran istilah ini berkaitan erat dengan tradisi lokal Indonesia, yakni Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau.
Fenomena ini bermula dari video anak kecil yang menari penuh semangat di ujung perahu tradisional saat perlombaan Pacu Jalur. Dengan gestur percaya diri, ekspresi ekspresif, dan gerakan yang penuh energi, anak tersebut seolah menciptakan “aura” khas—pesona kuat yang memikat penonton meskipun ia hanya seorang bocah. Inilah yang memicu istilah “aura farming” kembali naik daun di dunia maya.
Makna Sebenarnya di Balik “Aura Farming”
Meski secara literal kata aura berarti pancaran energi atau pesona, dan farming berarti bertani, istilah aura farming bukan merujuk pada praktik bercocok tanam aura. Dalam bahasa gaul generasi Alpha (kelahiran 2010-an ke atas), aura kerap digunakan untuk menggambarkan vibe yang keren, memikat, dan penuh gaya. Sementara itu, farming di sini bermakna sebagai “proses membangun” atau “mengumpulkan”.
Jadi, “aura farming” bisa diartikan sebagai usaha sadar seseorang untuk menciptakan momen ketika mereka tampak menawan, percaya diri, dan memesona. Ini bisa dilakukan lewat tarian, gaya berjalan, gaya berpakaian, ekspresi tubuh, hingga selebrasi kemenangan di olahraga atau konser.
Dari Tradisi Lokal ke Ajang Global
Fenomena aura farming ternyata telah menarik perhatian sejumlah tokoh dan entitas internasional. DJ kelas dunia Steve Aoki, misalnya, ikut meramaikan tren ini di TikTok. Ia mengunggah video dirinya sedang menari di atas panggung konser dengan menyematkan caption “aura farming”. Tak hanya itu, Paris Saint-Germain (PSG), klub sepak bola ternama Prancis, juga menggunakan istilah serupa dalam video selebrasi para pemainnya.
Bahkan beberapa tim olahraga dunia dari cabang baseball hingga rugby turut meramaikan tren ini. Mereka menggunakan istilah “aura farming” untuk menggambarkan momen perayaan penuh gaya dan kepercayaan diri.
Lagu dan Gerakan yang Jadi Ciri Khas
Video-video bertema aura farming biasanya menggunakan latar musik “Young, Black, & Rich” milik Melly Mike, yang kini menjadi anthem tak resmi dari tren ini. Gerakan dalam video kerap terinspirasi dari tarian anak kecil di Pacu Jalur yang berdiri di ujung perahu: energik, spontan, dan menunjukkan semangat penuh gaya.
Lebih dari Sekadar Tren: Simbol Budaya yang Diangkat Global
Meskipun awalnya hanya tarian anak kecil di atas perahu tradisional, aura farming kini menjelma menjadi simbol ekspresi diri yang autentik, penuh percaya diri, dan viral secara organik. Fakta bahwa tren ini bersumber dari warisan budaya Indonesia menjadi catatan penting—bahwa budaya lokal bisa memberi warna unik dalam percakapan digital global.
