Kredit Gambar: tito_Onz(terbuka di jendela baru) / Foto: Shutterstock.com
Buletinmedia.com – Microsoft memperkenalkan Aurora, model kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan untuk memprediksi berbagai fenomena lingkungan, mulai dari kualitas udara hingga badai dan angin topan. Aurora dirancang sebagai model dasar, namun setelah melalui tahap penyempurnaan, kini mampu menghasilkan prediksi cuaca dan iklim yang sangat akurat. Microsoft menyebut Aurora sebagai lompatan besar dalam pemanfaatan AI untuk mitigasi bencana dan perubahan iklim.
Kemampuan Aurora diperkuat oleh sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal ilmiah Nature. Dalam makalah tersebut, Aurora tercatat berhasil memprediksi pendaratan Topan Doksuri empat hari sebelum kejadian, dan hasilnya lebih akurat dibanding lembaga resmi seperti Pusat Peringatan Topan Gabungan (PGWT), yang memprediksi topan akan mendarat di Taiwan Utara, sementara Aurora memprediksi di Filipina lokasi yang akhirnya benar terjadi.
Keunggulan Aurora tidak hanya terbatas pada satu kasus. Penelitian lanjutan menunjukkan bahwa model ini mampu memprediksi lintasan siklon tropis hingga lima hari ke depan dengan akurasi yang lebih baik dibandingkan tujuh pusat prakiraan cuaca global selama periode 2022–2023. Microsoft menjelaskan bahwa keberhasilan ini berkat pelatihan awal Aurora menggunakan kumpulan data besar dan beragam dari berbagai sumber cuaca global.
Menurut Megan Stanley, peneliti senior di Microsoft Research, salah satu kunci keakuratan Aurora adalah kemampuannya dalam mengintegrasikan berbagai jenis data. Hal ini memungkinkan model untuk memberikan prediksi yang tidak hanya lebih tepat secara umum, tetapi juga lebih sensitif terhadap kejadian ekstrem yang sulit diprediksi. Aurora bahkan bisa memperkirakan gelombang laut dan tingkat polusi udara, menjadikannya alat yang sangat fleksibel untuk berbagai skenario lingkungan.
Untuk mendukung kolaborasi dan inovasi lebih lanjut, Microsoft merilis kode sumber dan bobot model Aurora secara terbuka. Hal ini memungkinkan para pengembang dan peneliti di seluruh dunia untuk mengakses, mengunduh, dan membangun aplikasi berbasis model ini. Dengan langkah ini, Microsoft berharap Aurora bisa dimanfaatkan secara luas untuk membantu mitigasi bencana dan perencanaan adaptasi iklim di masa depan.
