Bantu Tetangga Masak untuk Hajatan, Sikap Soimah Tuai Pujian/Foto: Ahsan/detikHOT
Di balik sorotan kamera dan kemegahan panggung, Soimah Pancawati kembali menunjukkan sisi kemanusiaannya yang hangat dan membumi. Tak hanya piawai melawak, menyanyi, dan membawakan acara televisi, wanita yang kerap dipanggil Mak’e Soimah ini membuktikan bahwa popularitas tidak menghalangi seseorang untuk tetap menyatu dengan masyarakat.
Baru-baru ini, Soimah membuat warganet tersentuh lewat sebuah video di kanal YouTube miliknya. Dalam video tersebut, Soimah terekam sedang turun tangan langsung membantu tetangganya yang tengah sibuk mempersiapkan hajatan. Ia tidak datang sebagai tamu istimewa, melainkan sebagai tetangga yang siap ikut repot di dapur umum.
Di tengah hiruk pikuk persiapan acara, Soimah tampil tanpa jarak. Ia dengan luwes bergabung bersama ibu-ibu lainnya di dapur, lengkap dengan celetukan khas yang mengundang tawa.
“Aku tukang ngoseng,” ujar Soimah sembari mengaduk wajan besar yang berisi masakan, disambut tawa riang para ibu-ibu yang merasa tidak canggung berbagi ruang dengannya.
Bukan hanya simbolis, Soimah betul-betul ikut terlibat. Ia menawarkan diri untuk menggoreng makanan, mencuci peralatan makan, hingga membantu menyusun piring-piring saji. Bahkan saat selesai memasak, ia ikut mencicipi hasilnya sambil bercanda dan ngobrol santai dengan warga.
Di salah satu momen, Soimah sempat melontarkan candaan ringan yang membuat semua tertawa:
“Pencitraan lagi guys,” ucapnya sambil menyeka peluh, seolah ingin menertawakan stigma terhadap figur publik yang kerap dianggap ‘pencitraan’ saat berbuat baik.
Video tersebut kini telah ditonton lebih dari satu juta kali dan dipenuhi pujian dari netizen yang terkesan dengan sikap Soimah. Banyak yang menilai Soimah sebagai contoh artis yang tidak terjebak dalam dunia glamor, tetapi tetap memegang nilai kesederhanaan dan gotong royong.
Komentar warganet pun membanjiri kolom video:
“Ini artis tapi nggak kemartis. Bangga dan terharu lihat pribadi Soimah.”
“Tinggi ilmu, indah hati. Tetap rendah hati. Tambah lop-lop sama Mak’e idolaku.”
“Patut dicontoh, tetap gabung seperti warga biasa. Salut!”
Soimah sendiri memang dikenal sebagai artis dengan honor tinggi dan jam terbang luar biasa. Namun aksi sukarelanya di tengah masyarakat justru menunjukkan bahwa baginya, menjadi artis bukan berarti harus selalu eksklusif. Ia lebih memilih menjadi manusia yang bermanfaat.
Di era ketika popularitas sering diukur dari seberapa eksklusif gaya hidup seseorang, Soimah tampil berbeda. Ia menjadikan kesederhanaan sebagai gaya hidup dan menganggap kehadirannya di tengah masyarakat sebagai panggilan jiwa, bukan pencitraan semata.
Kehangatan yang ia bawa dalam interaksi sosial membuatnya bukan hanya dicintai karena bakat, tetapi juga karena kemanusiaan.
