PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo Group) bersama Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) merilis versi terbaru dari Sahabat-AI (Tangkapan Layar)
Jakarta, 2 Juni 2025 — Indonesia kembali menorehkan sejarah digital. Dalam upaya membangun kedaulatan teknologi yang berakar kuat pada budaya lokal, GoTo Group bersama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) secara resmi meluncurkan Sahabat-AI versi terbaru—sebuah model kecerdasan buatan berskala besar dengan kapasitas mencengangkan: 70 miliar parameter.
Model ini hadir sebagai layanan open-source yang dapat digunakan publik secara luas, baik melalui situs sahabat-ai.com maupun fitur “Layanan Favorit Warga” di aplikasi GoPay. Dengan peningkatan kemampuan penalaran dan dukungan multibahasa, Sahabat-AI siap menjadi mitra digital cerdas yang memahami keragaman sosial, linguistik, dan budaya nusantara.
🔍 Teknologi Global, Jiwa Lokal
Pertama kali diperkenalkan di ajang Indonesia AI Day 2024, Sahabat-AI kini telah berevolusi menjadi representasi nyata dari AI nasional: dibangun, dilatih, dan dijalankan sepenuhnya di dalam negeri. Peningkatan hingga 70 miliar parameter menjadikan Sahabat-AI salah satu model open-source terbesar di Asia Tenggara, sekaligus penantang serius di kancah AI global.
Menurut Patrick Walujo, CEO GoTo, teknologi ini bukan hanya soal skala, tapi juga soal relevansi. “Dengan kemampuan memahami Bahasa Indonesia, empat bahasa daerah utama, dan bahasa internasional, Sahabat-AI dirancang bukan hanya untuk menjawab pertanyaan—tapi juga memahami manusia Indonesia secara utuh,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa model ini juga mendukung operasional GoTo secara efisien serta memperluas inklusi digital dalam ekosistem layanan mereka.
🧠 Dibangun dengan Semangat Gotong Royong
Tak seperti model komersial yang tertutup dan eksklusif, Sahabat-AI lahir dari kolaborasi nasional yang melibatkan:
-
Universitas ternama: UI, ITB, UGM, IPB, USU, dan Udayana
-
Media lokal: Kompas, Tempo, Republika, Hukumonline
-
Pelatihan lokal: Menggunakan AI Factory milik Lintasarta dan sistem komputasi GPU Merdeka, infrastruktur dalam negeri yang menjaga semua proses tetap berada di tanah air
Model ini bukan hanya “buatan Indonesia” secara simbolik, tapi juga dibentuk oleh data, konteks, dan tenaga anak bangsa—menjadikannya solusi AI yang mengakar dan berdaya.
🌍 AI Multibahasa, Berbasis Budaya
Sahabat-AI kini dapat berdialog dalam Bahasa Indonesia, serta empat bahasa daerah besar: Jawa, Sunda, Bali, dan Batak. Kapasitas multibahasa ini bukan sekadar fitur—tetapi strategi pelibatan sosial dan pelestarian bahasa lokal. Ini menjadikannya sebagai salah satu LLM yang paling kontekstual dan inklusif secara budaya.
👩💻 Ruang Belajar untuk Generasi AI Indonesia
Tak berhenti di level teknologi, proyek ini juga menjadi ruang belajar bagi generasi muda. Melalui program magang dan kolaborasi riset, mahasiswa dari berbagai universitas dapat terjun langsung dalam pengembangan AI lokal. Salah satunya, Komang Ayu dari Universitas Udayana, menyebut keterlibatannya dalam proyek ini sebagai momen krusial dalam memahami ekosistem pemodelan LLM secara nyata.
🔓 Akses Terbuka, Peluang Tanpa Batas
Komitmen terbuka Sahabat-AI terlihat jelas: sejak versi awal 8 dan 9 miliar parameter, model ini sudah diunduh lebih dari 35.000 kali di Hugging Face. Kini, versi 70 miliar parameternya juga bisa diakses gratis oleh siapa pun yang ingin membangun aplikasi, melakukan riset, atau mengembangkan layanan berbasis AI lokal.
“Kedaulatan digital bukan hanya soal siapa yang punya data, tapi siapa yang bisa membentuk masa depan teknologinya sendiri,” ujar Vikram Sinha, CEO IOH.
