sumber foto : freepik
Rambut rontok, yang dalam dunia medis dikenal dengan istilah alopecia, adalah kondisi yang bisa terjadi tidak hanya pada rambut di kepala, tetapi juga pada bagian tubuh lainnya. Kerontokan rambut bisa bersifat sementara atau permanen, tergantung pada penyebabnya. Beberapa faktor penyebabnya meliputi faktor keturunan, perubahan hormon, kondisi medis tertentu, penuaan, atau pengobatan yang sedang dijalani.
Jika kerontokan rambut terjadi secara berlebihan dan mulai mengganggu penampilan atau kesehatan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit. Kondisi ini bisa menyebabkan kebotakan, yang sering menjadi kekhawatiran bagi banyak orang.
Penyebab Rambut Rontok
Secara normal, setiap orang akan kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut setiap harinya. Kerontokan tersebut biasanya tidak menyebabkan penipisan rambut, karena rambut baru akan tumbuh menggantikan yang rontok. Namun, jika siklus pertumbuhan rambut terganggu atau folikel rambut mengalami kerusakan, kerontokan bisa menjadi lebih parah.
Penyebab rambut rontok parah biasanya dapat dikategorikan sebagai berikut:
-
Riwayat Keluarga (Keturunan) Penyebab umum dari rambut rontok adalah faktor keturunan, yang dikenal dengan nama alopecia androgenik. Ini terjadi seiring bertambahnya usia, dengan pola yang dapat diprediksi seperti garis rambut yang surut pada pria atau penipisan rambut di ubun-ubun kulit kepala pada wanita.
-
Perubahan Hormonal dan Kondisi Medis Perubahan hormonal akibat kehamilan, persalinan, menopause, dan gangguan tiroid bisa mempengaruhi pertumbuhan rambut. Beberapa kondisi medis seperti alopecia areata, infeksi kulit kepala (misalnya kurap), dan gangguan mencabut rambut (trikotilomania) juga bisa menyebabkan kerontokan rambut.
-
Obat-obatan dan Suplemen Obat-obatan tertentu, seperti obat untuk kanker, arthritis, depresi, tekanan darah tinggi, dan asam urat, dapat menyebabkan rambut rontok sebagai efek samping.
-
Terapi Radiasi Terapi radiasi di area kepala dapat merusak folikel rambut, sehingga rambut tidak tumbuh kembali dengan baik.
-
Trauma Kerontokan rambut dapat terjadi beberapa bulan setelah seseorang mengalami trauma fisik atau emosional. Jenis kerontokan ini umumnya bersifat sementara.
-
Gaya Rambut dan Perawatan Penggunaan gaya rambut yang terlalu ketat, seperti kuncir atau kepang, bisa menyebabkan jenis kerontokan yang disebut traction alopecia. Selain itu, perawatan rambut yang menggunakan panas atau kimiawi yang berlebihan juga bisa merusak rambut dan menyebabkan kerontokan.
-
Kondisi Khusus pada Wanita Rambut rontok lebih sering dialami oleh wanita, terutama setelah melahirkan atau saat menopause.
Faktor Risiko Rambut Rontok
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kerontokan rambut, antara lain:
-
Riwayat keluarga yang mengalami kebotakan
-
Penggunaan obat-obatan atau suplemen tertentu
-
Terapi radiasi di area kepala
-
Usia yang semakin tua
-
Stres fisik atau emosional
-
Penurunan berat badan yang drastis
-
Kondisi kesehatan seperti diabetes atau lupus
-
Menggunakan produk perawatan rambut yang tidak cocok
-
Kekurangan gizi
Gejala Rambut Rontok
Gejala kerontokan rambut bisa bervariasi tergantung pada penyebabnya. Beberapa tanda umum meliputi:
-
Penipisan Rambut Secara Perlahan Ini adalah jenis kerontokan yang paling umum dan dapat terjadi baik pada pria maupun wanita seiring bertambahnya usia.
-
Kerontokan Berbentuk Sirkular atau Plak Kerontokan yang terjadi dalam bentuk lingkaran atau bintik-bintik kebotakan.
-
Kerontokan Tiba-Tiba Kerontokan yang terjadi secara mendadak, sering kali disebabkan oleh trauma fisik atau emosional.
-
Kerontokan Seluruh Tubuh Kerontokan rambut di seluruh tubuh, yang biasanya disebabkan oleh pengobatan, seperti kemoterapi pada pasien kanker.
-
Infeksi Jamur pada Kulit Kepala Plak bersisik yang menyebar pada kulit kepala dan disertai rasa gatal yang hebat, biasanya merupakan tanda infeksi jamur pada kulit kepala.
