sumber foto : freepik
Pasar komputer pribadi (PC) global membuka tahun 2025 dengan kejutan positif. Menurut laporan terbaru dari firma riset teknologi Canalys, volume pengiriman PC di seluruh dunia meningkat 9,4 persen pada kuartal pertama (Q1) tahun ini, mencapai angka 62,7 juta unit. Kenaikan ini bukan tanpa sebab—salah satu pemicunya adalah “efek panik” akibat kebijakan tarif impor dari Presiden Donald Trump, yang mendorong vendor-vendor besar untuk mempercepat distribusi ke Amerika Serikat sebelum bea masuk diberlakukan.
Analis Canalys, Ishan Dutt, menjelaskan bahwa banyak produsen mempercepat pengapalan produk mereka ke AS untuk menghindari beban tarif tambahan. Walaupun perangkat seperti laptop dan desktop sempat dikecualikan dalam daftar tarif, pengumuman kebijakan tersebut tetap memicu reaksi cepat dari para pemain besar industri.
Namun, Canalys memperingatkan bahwa pertumbuhan ini kemungkinan hanya bersifat sementara. Begitu tarif benar-benar diterapkan, harga produk diperkirakan akan melonjak, sementara permintaan bisa melandai. “Saat stok kembali normal dan harga menanjak, pembelian akan melambat,” kata Dutt. Apalagi, Trump telah mengumumkan penundaan tarif selama 90 hari bagi sebagian negara, dengan tarif transisi 10 persen, kecuali untuk China yang langsung dikenakan tarif tinggi hingga 125 persen.
Situasi ini juga diperkirakan akan berdampak pada laju adopsi sistem operasi baru, mengingat dukungan untuk Windows 10 akan resmi dihentikan pada Oktober 2025.
