ilustrasi bir pletok. Foto: Getty Images/iStockphoto/MielPhotos2008
Bir Pletok adalah minuman khas Betawi yang sarat akan nilai sejarah dan budaya. Meski mengandung kata “bir,” minuman ini sama sekali tidak mengandung alkohol. Sebaliknya, Bir Pletok diracik dari berbagai rempah-rempah pilihan yang dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Sejarah Bir Pletok: Inovasi dari Masa Kolonial
Kemunculan Bir Pletok diperkirakan terjadi pada era kolonial Belanda, sekitar abad ke-20. Pada masa itu, warga Belanda di Hindia Belanda sering mengadakan pesta yang identik dengan minuman keras seperti bir dan anggur merah.
Masyarakat Betawi yang melihat kebiasaan tersebut merasa dilema. Di satu sisi, mereka penasaran dengan sensasi menikmati minuman yang tampak eksklusif itu. Namun di sisi lain, ajaran Islam yang mereka anut melarang konsumsi minuman beralkohol.
Sebagai solusi, masyarakat Betawi akhirnya menciptakan alternatif minuman yang menyerupai bir, tetapi tanpa kandungan alkohol. Mereka menggunakan berbagai rempah-rempah khas Nusantara seperti jahe, kayu manis, serai, dan daun pandan. Hasilnya, lahirlah Bir Pletok—minuman sehat dengan rasa yang khas dan efek menghangatkan tubuh.
Ciri Khas dan Keunikan Bir Pletok
Bir Pletok memiliki aroma rempah yang khas dan warna kemerahan yang menarik, yang berasal dari tambahan kayu secang. Saat disajikan, minuman ini sering dikocok hingga berbusa, menambah kesan seperti bir asli.
Hingga kini, Bir Pletok tetap menjadi salah satu minuman kebanggaan Betawi. Selain nikmat, minuman ini juga dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti meningkatkan daya tahan tubuh, menghangatkan badan, serta melancarkan peredaran darah.
Meski berawal dari inspirasi budaya kolonial, Bir Pletok kini telah menjadi simbol identitas kuliner Betawi yang terus lestari dari generasi ke generasi.
