Luapan air Sungai Cileungsi di perumahan Vila Indah, Bekasi, Selasa 4 Maret 2025 (dok KP2C)
Buletinmedia.com – Puluhan rumah di Kampung Teluk Angsan Lengkak, Bekasi Timur, Kota Bekasi, terendam banjir sejak Selasa (4/3/2025) dini hari. Kondisi ini membuat sebagian besar warga terkejut dan kesulitan untuk menyelamatkan barang-barang mereka. Bahkan, di beberapa lokasi, ketinggian air hampir mencapai atap rumah, sehingga mengharuskan mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Banjir yang melanda kampung ini juga membuat aktivitas sehari-hari warga terganggu, dengan banyaknya fasilitas umum yang terendam air. Kejadian ini menjadi sorotan karena dampaknya yang cukup besar terhadap kehidupan warga setempat.
Salah satu warga setempat, Ano, menceritakan bahwa air mulai masuk ke rumahnya sekitar pukul 23.00 WIB akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Menurut Ano, ketinggian air terus meningkat hingga mencapai bagian genting rumahnya. “Rumah saya terendam hingga bagian genting, beberapa barang tidak sempat diselamatkan. Air mulai naik sejak pukul 11 malam dan semakin besar sekitar pukul 3 dini hari,” ujarnya dengan nada cemas. Banjir yang datang dengan cepat membuat banyak warga kesulitan untuk mengantisipasi dan menyelamatkan barang-barang berharga mereka.
Ano juga mengungkapkan bahwa ada sekitar 26 rumah lain yang turut terdampak banjir di wilayah tersebut. Rumah Ano sendiri terletak hanya belasan meter dari Sungai Bekasi, yang menurutnya turut menjadi faktor utama penyebab banjir kali ini. Ia meyakini bahwa banjir ini bukan hanya disebabkan oleh hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, tetapi juga akibat kiriman air dari Sungai Cikeas dan Cileungsi. “Kalau hanya hujan tiga hari berturut-turut, wilayah ini tidak akan banjir. Tapi kalau ada kiriman air, pasti meluap,” jelas Ano, menjelaskan faktor-faktor lain yang memperburuk keadaan.
Selain itu, Ano membandingkan kondisi banjir yang terjadi saat ini dengan peristiwa serupa pada tahun 2020. Menurutnya, banjir kali ini lebih parah karena ketinggian airnya lebih tinggi dibandingkan lima tahun lalu. “Banjir kali ini lebih tinggi, seperti yang saya lihat, ini jauh lebih parah dari tahun 2020,” ujar Ano dengan penuh kekhawatiran. Perbandingan ini menunjukkan bahwa intensitas banjir di wilayah tersebut cenderung meningkat seiring dengan perubahan cuaca dan kondisi alam yang tidak bisa diprediksi dengan pasti.
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kota Bekasi sejak Senin (3/3/2025) malam menyebabkan beberapa wilayah di kota tersebut terdampak banjir. Camat Jatiasih, Ashari, melaporkan bahwa ada empat titik perumahan yang mengalami banjir cukup parah, yaitu Pondok Gede Permai (meliputi 3-4 RW), Villa Jatirasa RW 11 dan RW 12, Pondok Mitra Lestari, serta Kemang IPI. Di tiga titik banjir tersebut, ketinggian air bahkan mencapai lebih dari tiga meter. Hal ini menambah beban bagi warga yang harus berjuang untuk tetap bertahan di tengah keadaan yang semakin sulit.
