Ilustrasi Sedotan Kertas (freepik.com/Istimewa)
Buletinmedia.com – Siapa sangka, di tengah upaya global untuk mengurangi polusi plastik, Trump justru menyerukan rakyatnya untuk kembali menggunakan sedotan plastik!. Pada 8 Februari 2025, Trump mengungkapkan rencananya untuk menandatangani perintah eksekutif yang akan mengakhiri kebijakan mantan presiden, Joe Biden, yang berfokus pada pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Lewat akun X miliknya, Trump menyampaikan,
“Saya akan menandatangani perintah eksekutif pekan depan, mengakhiri dorongan konyol dari Biden untuk menggunakan sedotan kertas yang tidak ada gunanya. KEMBALI KE PLASTIK!”
Kebijakan lingkungan hidup memang selalu jadi sorotan di Amerika Serikat, apalagi setelah Joe Biden mengumumkan pada musim panas lalu untuk memerangi polusi plastik. Di bawah kepemimpinannya, AS berencana untuk menghapuskan plastik sekali pakai di seluruh pemerintahan dengan target besar: pemerintahan bebas plastik pada tahun 2035.
Untuk Anda yang mengikuti perjalanan politik Donald Trump sejak kampanye Pemilu AS 2019, mungkin Anda masih ingat bahwa sedotan plastik sempat menjadi simbol perlawanan terhadap narasi lingkungan hidup yang sering dibawa oleh kubu liberal, lawan politiknya. Saat itu, Trump bahkan menjual sedotan plastik seharga $15 untuk 10 batang sebagai bagian dari kampanyenya yang cukup kontroversial. Sedotan plastik bukan sekadar alat untuk minum, tapi menjadi simbol dari perlawanan terhadap kebijakan-kebijakan ramah lingkungan yang didorong oleh pihak liberal.
Manajer kampanye Trump saat itu, Brad Parscale, juga membuat cuitan fenomenal di Twitter (sekarang X), yang berbunyi, “Making straws great again” alias membuat sedotan plastik berjaya lagi.
Pihak yang mendukung kebijakan ramah lingkungan pasti akan menganggapnya sebagai langkah mundur, sementara para pendukung Trump akan melihatnya sebagai pembelaan terhadap kebebasan pribadi dan perlawanan terhadap regulasi yang dianggap menghambat.
