Sejumlah anak sedang bermain game online di warung internet (Warnet) di kawasan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Kemajuan teknologi yang pesat dalam beberapa dekade terakhir membawa banyak manfaat, namun juga menimbulkan dampak negatif yang mulai dirasakan banyak orang. Salah satu yang paling mencolok adalah kecanduan terhadap penggunaan gadget dan internet, yang kini semakin banyak dialami, terutama di kalangan anak muda.
Psikiater ternama Dr. Catherine Carney menyatakan bahwa kecanduan terhadap teknologi telah mengalami peningkatan yang dramatis, bahkan ia menyamakan efeknya dengan kecanduan narkoba. Menurutnya, efek yang ditimbulkan oleh penggunaan gawai yang berlebihan hampir serupa dengan dampak penggunaan narkotika, khususnya dalam hal pengeluaran hormon dopamin.
“Kenaikan jumlah orang yang kecanduan digital atau teknologi sangat dramatis. Hormon dopamin yang dikeluarkan tubuh karena gawai dan internet efeknya hampir sama dengan narkoba,” ujar Dr. Carney seperti dikutip dari Express pada Selasa, 4 Februari 2025.
Mengapa Gawai Bisa Membuat Ketagihan?
Kecanduan ini tidak hanya terbatas pada satu aktivitas tertentu, tetapi mencakup beragam penggunaan gawai, mulai dari media sosial, situs belanja, hingga aplikasi kencan. Dr. Carney menjelaskan bahwa kecanduan teknologi dapat melibatkan berbagai hal, semuanya berakar pada penggunaan gawai yang berlebihan dan kegiatan yang dilakukan di dalamnya.
“Bisa untuk aplikasi kencan, situs belanja, atau hanya mengecek email. Semua aktivitas ini bisa menjadi bagian dari kecanduan teknologi,” jelasnya lebih lanjut.
Remaja Jadi Kelompok Terbanyak yang Terkena Dampak
Kecanduan gawai dan internet ini, menurut Dr. Carney, lebih banyak dialami oleh kelompok remaja dan anak muda. Bahkan, angka kecanduan meningkat pesat setelah pandemi COVID-19, yang membuat banyak orang menghabiskan waktu lebih banyak di rumah dengan menggunakan perangkat digital.
“Pengguna terbanyak adalah anak muda, terutama remaja. Penelitian menemukan bahwa 20 hingga 25 persen remaja menunjukkan gejala kecanduan internet atau teknologi, angka ini dua kali lipat dibandingkan dengan 2018, dan meningkat drastis saat pandemi,” tambah Dr. Carney.
Imbauan untuk Batasi Penggunaan Gawai
Dr. Carney mengimbau masyarakat untuk mulai memberi batasan pada penggunaan gawai guna mencegah dampak kecanduan yang lebih serius. Ia mengingatkan bahwa kecanduan teknologi dapat meniru gejala kecanduan zat adiktif lainnya, seperti alkohol dan narkoba, di mana semakin lama seseorang menggunakannya, semakin besar keinginan untuk merasakan kesenangan yang lebih tinggi.
“Sama seperti kecanduan zat adiktif lain, yang bikin senang seperti alkohol dan narkoba, kecanduan gawai bisa membuat kebutuhan akan sumber pembuat senang itu terus meningkat agar mencapai level atau kesenangan yang lebih besar,” pungkasnya.
Mengingat dampaknya yang cukup serius, khususnya bagi kesehatan mental dan fisik, mengelola penggunaan gawai dan internet dengan bijak adalah langkah penting untuk melindungi diri dari bahaya kecanduan teknologi yang semakin meluas.
