Kantor Ubisoft di San Francisco (shutterstock.com)
Buletinmedia.com – Kabar mengejutkan datang dari raksasa industri gim, Ubisoft. Perusahaan ini telah mengumumkan langkah restrukturisasi besar-besaran dengan menutup salah satu studio dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 185 karyawan di berbagai cabangnya. Langkah ini diambil sebagai upaya efisiensi anggaran untuk memastikan keberlanjutan dan stabilitas jangka panjang perusahaan.
Menurut laporan dari Tech Crunch, Ubisoft menutup studio Ubisoft Leamington yang berbasis di Royal Leamington Spa, Inggris. Studio ini, yang sebelumnya dikenal dengan nama FreeStyleGames, bergabung dengan Ubisoft pada 2017 setelah diakuisisi dari Activision. Ubisoft Leamington sebelumnya dikenal berkat kontribusinya dalam pengembangan gim besar seperti Tom Clancy’s The Division, Star Wars Outlaws, Skull and Bones, dan Far Cry 5.
Selain itu, perusahaan juga melaksanakan PHK di beberapa studio lainnya, termasuk Ubisoft Stockholm di Swedia, Ubisoft Dusseldorf di Jerman, dan Ubisoft Reflections di Newcastle, Inggris. Meskipun langkah ini menyisakan rasa kecewa, pihak Ubisoft menyatakan bahwa mereka sangat berterima kasih atas kontribusi para karyawan yang terdampak dan berkomitmen untuk memberikan dukungan selama masa transisi mereka.
“Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk memprioritaskan proyek dan mengurangi biaya yang memastikan stabilitas jangka panjang di Ubisoft, kami telah mengumumkan restrukturisasi yang ditargetkan,” ujar Ubisoft dalam pernyataan resminya. “Kami sangat menghargai semua kontribusi yang telah diberikan oleh para karyawan, dan kami akan mendukung mereka melalui transisi ini.”
Langkah ini tidak terlepas dari tantangan yang tengah dihadapi Ubisoft dalam beberapa waktu terakhir. Beberapa gim yang diharapkan bisa membawa keuntungan besar, seperti Star Wars Outlaws dan Prince of Persia: The Lost Crown, gagal memenuhi target penjualan yang diinginkan. Akibatnya, perusahaan pun harus melakukan penyesuaian besar-besaran dalam pengelolaan tim pengembang dan merencanakan penutupan beberapa proyek, seperti gim XDefiant yang akan dihentikan dalam waktu dekat.
Selain restrukturisasi internal, Ubisoft juga sedang menjalani masa yang penuh tantangan dalam aspek keuangan, dengan pengurangan jumlah karyawan dari 20.279 menjadi 18.666 per akhir September 2024. Tidak hanya itu, perusahaan ini kabarnya sedang mencari mitra strategis untuk menjaga kelangsungan bisnisnya, termasuk kemungkinan kerja sama atau usaha patungan dengan Tencent.
Meski menghadapi banyak kesulitan, Ubisoft menyatakan komitmennya untuk terus mengurangi biaya dan meninjau berbagai opsi strategis demi kelangsungan dan keberlanjutan perusahaan di masa depan. Para penggemar game dan industri gim global tentu akan menanti langkah selanjutnya dari perusahaan ini, sembari berharap bahwa langkah restrukturisasi ini dapat membawa perubahan positif di masa mendatang.
