Ilustrasi Anak Terkena Kelenjar Tiroid (shutterstock.com)
Buletinmedia.com – Kelenjar tiroid, yang berbentuk seperti kupu-kupu dan terletak di leher, memainkan peran vital dalam menjaga keseimbangan pertumbuhan, metabolisme, tingkat energi, serta perkembangan tubuh secara keseluruhan. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar ini memengaruhi hampir semua organ dalam tubuh. Namun, ketidakseimbangan hormon tiroid baik yang terlalu sedikit (hipotiroidisme) atau terlalu banyak (hipertiroidisme) dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang signifikan.
Dalam wawancara dengan HT Lifestyle, Dr. Amit P. Ghawade, Konsultan Pediatri dan Neonatologi di Motherhood Hospitals, Kharghar, mengungkapkan bahwa gangguan tiroid pada anak-anak bisa dikenali melalui beberapa gejala, seperti penambahan atau penurunan berat badan secara tiba-tiba, sensitivitas terhadap suhu ekstrem, kelelahan, detak jantung yang cepat, serta pertumbuhan yang terhambat. Gangguan tiroid juga dapat menyebabkan rambut menipis, sembelit, dan kehilangan nafsu makan.
Lebih lanjut, Dr. Amit menjelaskan bahwa pola makan anak sangat berperan dalam menjaga kesehatan kelenjar tiroid. Pola makan yang tidak sehat dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting, yang pada gilirannya dapat memengaruhi fungsi tiroid. Berikut adalah beberapa faktor penting terkait pola makan yang perlu diperhatikan untuk menjaga keseimbangan hormon tiroid:
- Kekurangan Yodium
:format(webp)/drugs/SB4wHR8ERsN-hBhffy0GF/original/ihi0ejxjnlxwls10cq827ry19s159vtt.png)
Ilustrasi kekurangan yodium (Tangkapan Layar) Yodium merupakan nutrisi yang sangat diperlukan untuk produksi hormon tiroid. Kekurangan yodium dapat menyebabkan gangguan seperti hipotiroidisme, yang ditandai dengan kelelahan, penambahan berat badan, dan pertumbuhan yang melambat. Pastikan anak mendapatkan cukup yodium dari makanan seperti garam iodized, ikan laut, dan produk susu.
- Kekurangan Nutrisi Penting Lainnya

Ilustrasi anak kekurangan nutrisi (Tangkapan Layar) Nutrisi seperti selenium, zinc, dan zat besi juga berperan penting dalam mendukung fungsi tiroid. Anak-anak yang sering pilih-pilih makanan dan kekurangan nutrisi ini dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi, perubahan suasana hati, atau keterlambatan perkembangan. Pastikan anak mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi penting ini untuk mendukung keseimbangan hormon tiroid.
- Peradangan Akibat Pola Makan Tidak Sehat

Beberapa makanan ini bisa picu peradangan (Tangkapan Layar) Makanan olahan yang tinggi lemak jenuh, natrium, dan pengawet dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh. Peradangan kronis dapat mengganggu fungsi tiroid dan menyebabkan gangguan hormon. Untuk itu, sebaiknya hindari makanan olahan dan dorong anak untuk memilih makanan sehat, seperti buah, sayuran, dan biji-bijian.
- Fluktuasi Kadar Gula Darah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1456886/original/035154700_1483453424-6-Hal-yang-Pengaruhi-Kadar-Gula-Darah.jpg)
Ilustrasi Cek Gula Darah (Tangkapan Layar) Kebiasaan makan yang tidak teratur dan konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang mendadak. Ini memberi tekanan tambahan pada kelenjar tiroid dan dapat merusak keseimbangan hormon. Mengajarkan anak untuk makan dengan jadwal teratur dan membatasi konsumsi makanan manis seperti cokelat, kue, atau permen sangat penting untuk kesehatan tiroid.
Dengan memahami peran pola makan yang sehat dalam menjaga keseimbangan hormon tiroid, kita dapat membantu anak-anak terhindar dari gangguan tiroid yang merugikan. Pola makan yang bergizi dan seimbang menjadi langkah pertama untuk mendukung fungsi tiroid yang optimal dan menjaga kesehatan anak secara keseluruhan.
