TikTok Kembali Beroperasi di AS Setelah Pemblokiran Sementara, Terima Kasih Donald Trump! (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Setelah hanya kurang dari 24 jam pemblokiran, TikTok akhirnya kembali bisa diakses oleh pengguna di Amerika Serikat. Keputusan ini datang setelah janji Presiden Terpilih AS ke-47, Donald Trump, untuk menyelamatkan aplikasi berbasis video asal China tersebut dari pemblokiran penuh. Pengguna TikTok di AS pun menyambut kabar gembira ini dengan antusiasme, mengingat aplikasi tersebut memiliki sekitar 170 juta pengguna aktif di Negeri Paman Sam. Melalui pernyataan resmi di media sosial X, TikTok mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Donald Trump atas kejelasan dan jaminan yang diberikan terkait kelangsungan operasional TikTok di AS.
“Kami berterima kasih kepada Presiden Trump karena telah memberikan kejelasan dan jaminan yang diperlukan kepada penyedia layanan kami,” tulis TikTok.
Perusahaan juga menegaskan bahwa dengan adanya jaminan ini, TikTok dapat terus menyediakan layanan untuk lebih dari 170 juta orang di AS, serta mendukung lebih dari 7 juta usaha kecil yang bergantung pada platform tersebut. Kabar baik ini berawal dari pernyataan Trump dalam wawancara dengan NBC, di mana ia menjanjikan penangguhan pemblokiran TikTok, sekaligus memberikan waktu tambahan selama 90 hari untuk menyelesaikan masalah yang ada. Langkah ini diumumkan pada hari pelantikannya sebagai Presiden AS ke-47, pada 20 Januari 2025. Trump menyatakan,
“Perpanjangan 90 hari adalah opsi yang sangat mungkin, karena itu adalah langkah yang tepat.”
Sebelumnya, pemblokiran TikTok sempat mengejutkan banyak pengguna pada Sabtu malam, 19 Januari 2025, ketika aplikasi tersebut tiba-tiba “dimatikan” lebih awal dari yang diperkirakan. Pengguna di AS saat mencoba mengakses TikTok mendapatkan pesan peringatan, yang menyatakan bahwa mereka sedang berupaya memulihkan layanan secepatnya. Meski pemblokiran berlangsung singkat, banyak pengguna yang merasa khawatir tentang masa depan aplikasi ini, terutama para pelaku bisnis yang bergantung pada TikTok untuk menjalankan usaha mereka.
Latar Belakang Pemblokiran TikTok
Sejak 2020, TikTok menjadi sorotan pemerintah AS karena tuduhan terkait potensi ancaman terhadap keamanan nasional, terutama berkaitan dengan pengelolaan data pengguna yang dilakukan oleh perusahaan induknya, ByteDance, yang berbasis di China. Pemerintah AS pun akhirnya merancang undang-undang yang mengancam untuk melarang TikTok, kecuali ByteDance menjual kepemilikannya kepada perusahaan AS.
Meskipun layanan TikTok kembali aktif, masa depan aplikasi ini di AS tetap penuh ketidakpastian. Perdebatan mengenai regulasi dan keamanan data akan terus berlanjut, menjadikan posisi TikTok di Amerika Serikat tetap rentan.
Sementara itu, tidak hanya TikTok yang terpengaruh, aplikasi edit video CapCut yang juga dimiliki oleh ByteDance turut diblokir di AS. ByteDance berkomitmen untuk mencari solusi agar TikTok tetap bisa beroperasi, namun dampak dari keputusan pemerintah AS tetap menjadi tantangan besar bagi perusahaan tersebut.
Kini, dengan pemulihan layanan TikTok di AS, perhatian terfokus pada bagaimana aplikasi ini akan beradaptasi dengan regulasi yang ada dan memastikan keamanannya di masa depan. Para pengguna TikTok di AS, yang telah lama bergantung pada platform tersebut, tentu berharap dapat terus menikmati berbagai fitur dan hiburan yang ditawarkan tanpa hambatan lebih lanjut.
