ilustrasi berlari (freepik.com/master1305)
Buletinmedia.com – Menjaga kesehatan tubuh tidak cukup hanya dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Asupan nutrisi yang seimbang memang penting, tetapi tubuh juga membutuhkan aktivitas fisik secara rutin agar tetap bugar.
Berolahraga tidak hanya berkaitan dengan upaya menjaga berat badan atau meningkatkan kebugaran. Aktivitas fisik juga memiliki hubungan dengan kesehatan jantung, kekuatan otot, kualitas tidur, hingga kondisi mental.
Menariknya, sebuah studi menemukan adanya hubungan antara jenis olahraga tertentu dengan peningkatan harapan hidup. Beberapa aktivitas fisik bahkan dikaitkan dengan tambahan usia harapan hidup hingga beberapa tahun.
Dari sejumlah jenis olahraga yang diteliti, tenis berada di posisi teratas dengan tambahan harapan hidup yang disebut mencapai 9,7 tahun. Badminton berada di urutan berikutnya dengan 6,2 tahun, disusul sepak bola 4,7 tahun.
Temuan tersebut tentu menarik perhatian karena menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin juga dapat menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Studi Berlangsung Selama 25 Tahun
Informasi mengenai kaitan olahraga dengan harapan hidup tersebut salah satunya dibagikan oleh Dan Buettner, pakar yang dikenal melalui kajiannya mengenai kawasan Blue Zone, wilayah yang memiliki banyak penduduk berumur panjang.
Melalui akun Instagramnya, Buettner membagikan informasi mengenai Copenhagen City Heart Study.
Penelitian tersebut mulai diluncurkan pada 1991 dan dilakukan dalam rentang waktu yang panjang. Para peneliti memantau kondisi kesehatan dan tingkat kematian ribuan peserta.
Dalam penelitian tersebut, sebanyak 8.577 peserta menjadi bagian dari pengamatan.
Pemantauan dilakukan selama sekitar 25 tahun untuk melihat berbagai faktor yang berkaitan dengan kesehatan dan risiko kematian.
Temuan utama dari penelitian tersebut kemudian diterbitkan oleh Mayo Clinic pada 2018.
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah perbandingan angka harapan hidup pada kelompok yang aktif melakukan olahraga dengan kelompok yang memiliki aktivitas fisik lebih rendah.
Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan yang cukup signifikan pada beberapa jenis olahraga.
Tenis Dikaitkan dengan Tambahan Harapan Hidup 9,7 Tahun
Dari berbagai aktivitas yang diamati, tenis menjadi olahraga yang memiliki kaitan paling besar dengan peningkatan angka harapan hidup.
Dalam data yang dibagikan, orang yang rutin bermain tenis memiliki tambahan harapan hidup sekitar 9,7 tahun dibandingkan kelompok yang kurang aktif.
Angka tersebut membuat tenis berada di urutan pertama.
Tenis sendiri merupakan olahraga yang membutuhkan kombinasi berbagai kemampuan fisik. Pemain harus bergerak dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya, melakukan pukulan, mengubah arah gerak, serta mempertahankan konsentrasi selama pertandingan.
Aktivitas tersebut membuat tubuh bekerja secara aktif.
Selain aspek fisik, tenis juga memiliki karakter sosial karena umumnya dimainkan bersama lawan atau pasangan.
Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang dianggap menarik dalam pembahasan penelitian.
Badminton Berada di Urutan Kedua
Setelah tenis, badminton menempati posisi berikutnya.
Dalam penelitian tersebut, badminton dikaitkan dengan tambahan harapan hidup sekitar 6,2 tahun.
Badminton termasuk olahraga yang cukup populer di Indonesia. Olahraga ini dapat dimainkan secara tunggal maupun ganda sehingga memiliki unsur aktivitas fisik sekaligus interaksi sosial.
Gerakan dalam badminton juga cukup beragam.
Pemain harus bergerak cepat, melakukan lompatan, mengubah arah, serta memukul kok dalam berbagai posisi.
Aktivitas tersebut membuat tubuh terus bergerak selama permainan berlangsung.
Selain itu, badminton relatif mudah ditemukan di berbagai lingkungan. Banyak masyarakat bermain badminton di lingkungan tempat tinggal, fasilitas olahraga, maupun klub.
Sepak Bola Tambah Harapan Hidup 4,7 Tahun
Olahraga berikutnya adalah sepak bola.
Dalam hasil penelitian, sepak bola dikaitkan dengan tambahan harapan hidup sekitar 4,7 tahun.
Sepak bola merupakan olahraga yang mengharuskan pemain terus bergerak selama pertandingan.
Aktivitas seperti berlari, berjalan cepat, mengejar bola, dan berpindah posisi membuat olahraga ini termasuk aktivitas fisik yang cukup intens.
Selain manfaat fisik, sepak bola juga memiliki aspek sosial yang kuat.
Pertandingan dilakukan dalam kelompok dan membutuhkan kerja sama antaranggota tim.
Pemain berkomunikasi, menyusun strategi, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama.
Bersepeda Dikaitkan dengan Tambahan 3,7 Tahun
Bersepeda juga masuk dalam daftar olahraga yang memiliki hubungan dengan peningkatan harapan hidup.
Dalam data tersebut, bersepeda dikaitkan dengan tambahan sekitar 3,7 tahun.
Bersepeda merupakan aktivitas yang dapat dilakukan dengan berbagai tingkat intensitas.
Seseorang dapat memilih bersepeda santai di lingkungan sekitar rumah atau melakukan aktivitas bersepeda dengan intensitas lebih tinggi.
Selain sebagai olahraga, sepeda juga dapat digunakan sebagai sarana transportasi.
Hal tersebut membuat aktivitas bersepeda cukup fleksibel untuk dimasukkan ke dalam rutinitas sehari-hari.
Berenang Tambah 3,4 Tahun
Berenang berada di posisi berikutnya dengan tambahan harapan hidup sekitar 3,4 tahun.
Berenang melibatkan hampir seluruh bagian tubuh.
Saat berenang, seseorang menggunakan otot tangan, kaki, punggung, perut, serta bagian tubuh lainnya untuk bergerak di dalam air.
Olahraga ini juga memiliki karakter yang berbeda dibandingkan aktivitas fisik di darat.
Karena dilakukan di dalam air, tubuh mendapatkan tantangan dari tekanan dan hambatan air.
Berenang dapat dilakukan dengan berbagai gaya, seperti gaya bebas, gaya dada, gaya punggung, maupun gaya kupu-kupu.
Jogging Juga Memberikan Manfaat
Jogging menjadi aktivitas berikutnya dalam daftar penelitian tersebut.
Olahraga ini dikaitkan dengan tambahan harapan hidup sekitar 3,2 tahun.
Jogging termasuk aktivitas yang cukup sederhana.
Seseorang tidak membutuhkan peralatan olahraga yang rumit untuk melakukannya.
Sepatu olahraga yang nyaman dan tempat yang aman sudah cukup untuk memulai aktivitas.
Jogging juga dapat dilakukan di berbagai lokasi, mulai dari taman, area olahraga, hingga lingkungan sekitar rumah.
Namun, intensitas jogging tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan tubuh.
Orang yang baru mulai berolahraga sebaiknya tidak langsung memaksakan diri berlari dalam waktu lama.
Senam Dikaitkan dengan Tambahan 3,1 Tahun
Senam juga masuk dalam daftar olahraga yang diteliti.
Aktivitas ini dikaitkan dengan tambahan harapan hidup sekitar 3,1 tahun.
Senam dapat dilakukan secara individu maupun berkelompok.
Jenisnya pun beragam, mulai dari senam ringan hingga aktivitas dengan intensitas lebih tinggi.
Senam menjadi pilihan yang cukup fleksibel karena gerakan dapat disesuaikan dengan kondisi fisik seseorang.
Aktivitas di Klub Kesehatan
Sementara itu, aktivitas di klub kesehatan dikaitkan dengan tambahan harapan hidup sekitar 1,5 tahun.
Kategori ini dapat mencakup berbagai aktivitas olahraga yang dilakukan di fasilitas kebugaran.
Walaupun angkanya lebih rendah dibandingkan tenis atau badminton, aktivitas fisik tetap memiliki manfaat bagi tubuh.
Hal terpenting adalah menjaga konsistensi.
Tidak semua orang harus melakukan olahraga yang sama.
Pilihan aktivitas dapat disesuaikan dengan usia, kondisi fisik, minat, serta kemampuan masing-masing.
Mengapa Olahraga yang Bersifat Sosial Bisa Berpengaruh?
Salah satu hal menarik dari penelitian tersebut bukan hanya jenis olahraganya, tetapi juga kemungkinan adanya faktor sosial.
Dan Buettner berpendapat bahwa beberapa olahraga dapat memberikan kesempatan kepada seseorang untuk menjadi bagian dari kelompok atau tim.
Interaksi tersebut berpotensi membantu seseorang mengurangi rasa kesepian.
Hal ini menjadi penting karena kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik.
Kesehatan mental dan hubungan sosial juga memiliki peran dalam kualitas hidup seseorang.
Olahraga yang dilakukan bersama orang lain memungkinkan seseorang memiliki kesempatan untuk berkomunikasi, bertemu teman, dan membangun hubungan sosial.
Tenis, badminton, dan sepak bola merupakan beberapa contoh olahraga yang memiliki unsur interaksi sosial cukup kuat.
Kesepian dan Kesehatan
Kesepian telah menjadi perhatian dalam berbagai penelitian kesehatan.
Seseorang yang merasa terisolasi atau tidak memiliki hubungan sosial yang cukup dapat mengalami berbagai dampak terhadap kualitas hidup.
Karena itu, aktivitas yang membuat seseorang tetap terhubung dengan lingkungan sosial dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat.
Berolahraga bersama teman, mengikuti komunitas olahraga, atau bergabung dengan klub dapat memberikan manfaat tambahan selain aktivitas fisik itu sendiri.
Namun, olahraga bukan satu-satunya solusi untuk mengatasi kesepian.
Hubungan sosial yang sehat tetap perlu dibangun melalui berbagai kegiatan lainnya.
Olahraga Tidak Harus Selalu Berat
Temuan mengenai olahraga dan harapan hidup bukan berarti seseorang harus langsung melakukan latihan berat.
Aktivitas fisik dapat dimulai dari kegiatan sederhana.
Berjalan kaki, naik tangga, membersihkan rumah, berkebun, atau melakukan peregangan juga termasuk aktivitas yang membuat tubuh bergerak.
Kementerian Kesehatan RI juga mengingatkan masyarakat agar tetap aktif secara fisik.
Aktivitas fisik pada dasarnya merupakan berbagai kegiatan yang membuat tubuh bergerak dan membakar energi.
Dengan demikian, olahraga tidak selalu berarti harus pergi ke pusat kebugaran atau mengikuti pertandingan.
Rekomendasi Aktivitas Fisik per Minggu
Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan masyarakat melakukan aktivitas fisik sekitar 150 menit per minggu untuk intensitas sedang.
Sementara itu, untuk aktivitas dengan intensitas berat, rekomendasinya sekitar 75 menit per minggu.
Jumlah tersebut dapat dibagi menjadi beberapa sesi.
Misalnya, seseorang dapat melakukan aktivitas fisik selama 30 menit dalam lima hari.
Pembagian seperti ini membuat olahraga lebih mudah dimasukkan ke dalam jadwal sehari-hari.
Tidak perlu memaksakan diri berolahraga dalam waktu lama sekaligus.
Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan dan menjaga konsistensi.
Contoh Aktivitas Fisik Intensitas Sedang
Beberapa aktivitas yang masuk dalam kategori intensitas sedang antara lain jalan cepat, berenang, menari, berkebun, bermain tenis ganda, serta bersepeda dengan kecepatan kurang dari 15 kilometer per jam.
Aktivitas tersebut dapat dilakukan oleh masyarakat sesuai kemampuan masing-masing.
Jalan cepat misalnya, bisa menjadi pilihan bagi orang yang belum terbiasa melakukan olahraga berat.
Aktivitas ini juga tidak membutuhkan biaya besar.
Cukup dengan menggunakan sepatu yang nyaman dan memilih lokasi yang aman.
Contoh Aktivitas Fisik Intensitas Berat
Sementara itu, aktivitas fisik dengan intensitas berat dapat mencakup hiking sambil membawa tas berbobot, berlari, zumba, tenis tunggal, dan lompat tali.
Aktivitas dengan intensitas tinggi membutuhkan kondisi tubuh yang lebih siap.
Karena itu, seseorang sebaiknya meningkatkan intensitas olahraga secara bertahap.
Pemanasan juga penting dilakukan sebelum olahraga.
Setelah aktivitas selesai, pendinginan dapat membantu tubuh kembali ke kondisi semula secara bertahap.
Intensitas Olahraga Perlu Disesuaikan
Tidak semua orang memiliki kemampuan fisik yang sama.
Usia, kondisi kesehatan, kebiasaan berolahraga, dan tingkat kebugaran dapat memengaruhi kemampuan seseorang melakukan aktivitas fisik.
Karena itu, olahraga sebaiknya dilakukan secara bertahap.
Bagi pemula, jalan kaki bisa menjadi langkah awal.
Setelah tubuh mulai terbiasa, durasi maupun intensitas dapat ditingkatkan.
Prinsip tersebut membantu seseorang membangun kebiasaan olahraga tanpa memberikan beban berlebihan pada tubuh.
Apakah Tenis Harus Dipilih agar Panjang Umur?
Meski tenis berada di posisi teratas dalam penelitian tersebut, bukan berarti semua orang harus bermain tenis.
Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara jenis olahraga tertentu dengan harapan hidup pada kelompok yang diteliti.
Setiap orang tetap dapat memilih aktivitas fisik yang paling sesuai.
Jika seseorang tidak menyukai tenis, badminton bisa menjadi pilihan.
Jika tidak memiliki akses ke lapangan, berjalan kaki atau jogging dapat dilakukan.
Begitu juga bagi mereka yang lebih menikmati aktivitas di air, berenang bisa menjadi pilihan.
Yang terpenting adalah tubuh tetap aktif.
Konsistensi Lebih Penting daripada Tren
Memilih olahraga berdasarkan tren bukanlah hal utama.
Seseorang mungkin tertarik bermain tenis karena mengetahui hasil penelitian tersebut.
Namun, jika hanya dilakukan sekali atau dua kali, manfaat jangka panjang tentu tidak akan maksimal.
Konsistensi menjadi bagian penting dari gaya hidup aktif.
Olahraga yang dilakukan secara rutin dan sesuai kemampuan lebih mudah dipertahankan dibandingkan latihan berat yang hanya dilakukan sesekali.
Karena itu, pilih aktivitas yang memang disukai.
Ketika olahraga terasa menyenangkan, seseorang biasanya lebih mudah menjadikannya sebagai kebiasaan.
Jangan Lupakan Pola Makan
Olahraga bukan satu-satunya faktor yang menentukan kesehatan.
Pola makan tetap perlu diperhatikan.
Tubuh membutuhkan berbagai zat gizi seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan serat.
Asupan tersebut perlu diperoleh dari makanan yang beragam.
Selain itu, tidur yang cukup dan pengelolaan stres juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat.
Dengan menggabungkan aktivitas fisik, pola makan seimbang, tidur cukup, dan kebiasaan sehat lainnya, seseorang dapat menjaga kesehatan secara lebih menyeluruh.
Olahraga sebagai Investasi Jangka Panjang
Pada akhirnya, olahraga bukan sekadar kegiatan untuk menurunkan berat badan.
Aktivitas fisik dapat menjadi investasi kesehatan dalam jangka panjang.
Tubuh yang aktif membantu seseorang menjaga kebugaran dan tetap mampu melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
Olahraga juga dapat menjadi kegiatan sosial.
Bermain badminton bersama teman, mengikuti komunitas lari, bermain sepak bola, atau mengikuti kelas senam dapat menjadi kesempatan untuk bertemu orang lain.
Dengan demikian, manfaat olahraga tidak hanya dirasakan oleh tubuh, tetapi juga dapat memberikan pengalaman sosial yang positif.
Daftar Olahraga dan Perkiraan Tambahan Harapan Hidup
Berikut daftar jenis olahraga yang dikaitkan dengan tambahan angka harapan hidup dalam penelitian tersebut:
- Tenis: 9,7 tahun
- Badminton: 6,2 tahun
- Sepak bola: 4,7 tahun
- Bersepeda: 3,7 tahun
- Berenang: 3,4 tahun
- Jogging: 3,2 tahun
- Senam: 3,1 tahun
- Aktivitas klub kesehatan: 1,5 tahun
Angka tersebut menunjukkan bahwa berbagai jenis olahraga memiliki kaitan dengan manfaat kesehatan yang berbeda.
Namun, angka tambahan tahun tersebut tidak boleh dipahami sebagai jaminan bahwa seseorang yang melakukan olahraga tertentu pasti akan hidup lebih lama dengan jumlah tahun yang sama.
Banyak faktor lain yang dapat memengaruhi harapan hidup, termasuk usia, kondisi kesehatan, pola makan, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kualitas tidur, faktor genetik, lingkungan, dan akses terhadap layanan kesehatan.
Kesimpulan
Olahraga menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga tubuh tetap aktif dan sehat. Sebuah penelitian yang dilakukan dalam jangka panjang menunjukkan adanya hubungan antara sejumlah jenis olahraga dengan peningkatan harapan hidup.
Dalam data yang dibagikan, tenis menempati posisi pertama dengan tambahan harapan hidup sekitar 9,7 tahun, disusul badminton 6,2 tahun dan sepak bola 4,7 tahun.
Bersepeda, berenang, jogging, senam, serta aktivitas di klub kesehatan juga masuk dalam daftar.
Menariknya, olahraga yang dilakukan bersama orang lain diduga memiliki manfaat tambahan karena memberikan kesempatan untuk membangun hubungan sosial dan mengurangi rasa kesepian.
Meski demikian, masyarakat tidak perlu terpaku pada satu jenis olahraga tertentu.
Yang jauh lebih penting adalah menjaga tubuh tetap aktif secara rutin dan memilih jenis aktivitas yang sesuai dengan kondisi serta kemampuan masing-masing.
Jalan kaki, bersepeda santai, berenang, bermain badminton, jogging, senam, hingga melakukan aktivitas sehari-hari seperti berkebun dapat menjadi pilihan.
Jika belum terbiasa berolahraga, mulailah secara perlahan. Tingkatkan durasi dan intensitas secara bertahap sesuai kemampuan.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan bukan hanya tentang mengejar umur panjang. Yang tidak kalah penting adalah menjaga agar tubuh tetap bugar sehingga dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan memiliki kualitas hidup yang baik.
Sumber : www.cnnindonesia.com
