Unit Gakkum Satlantas Polresta Cirebon dan Dishub Kabupaten Cirebon Olah TKP Kecelakaan Truk Maut (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Kecelakaan maut melibatkan sebuah truk kontainer pengangkut air mineral terjadi di jalur Cirebon-Kuningan, tepatnya di kawasan tanjakan wisata Gronggong, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Peristiwa tragis tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan satu korban lainnya mengalami luka berat.
Pasca kejadian, petugas gabungan dari Unit Gakkum Satlantas Polresta Cirebon bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Olah TKP dilakukan pada Selasa siang dengan memeriksa sejumlah titik penting di lokasi kejadian. Petugas melakukan pengukuran jarak mulai dari posisi awal kendaraan kehilangan kendali hingga titik akhir truk berhenti setelah menghantam sejumlah sepeda motor dan warung di sekitar lokasi.
Dalam proses penyelidikan awal, petugas juga memeriksa kondisi kendaraan, termasuk bagian kemudi, sistem pengereman, hingga kondisi ban truk kontainer yang mengalami kecelakaan.
Truk kontainer tersebut diduga kehilangan kendali saat melaju di jalan menurun dengan kondisi membawa muatan berat. Kendaraan kemudian melaju tanpa kendali hingga menabrak beberapa kendaraan roda dua serta warung yang berada di pinggir jalan.
Petugas menandai sejumlah titik penting di lokasi kejadian sebagai bahan penyelidikan. Posisi kendaraan, titik benturan, hingga lokasi korban menjadi bagian yang diperiksa untuk mengetahui kronologi lengkap kecelakaan maut tersebut.
Polisi Periksa Sopir Truk dan Kondisi Kendaraan
Dalam proses olah TKP, Unit Gakkum Satlantas Polresta Cirebon juga menghadirkan pengemudi truk kontainer untuk dimintai keterangan terkait kecelakaan tersebut.
Dari keterangan awal sopir, kendaraan mengalami gangguan pada sistem pengereman saat melintas di jalur menurun. Namun, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dengan melibatkan Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon untuk memastikan kondisi teknis kendaraan.
Petugas Unit Gakkum Satlantas Polresta Cirebon, Aipda Ade Nugraha, mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terkait kecelakaan truk kontainer tersebut.
“Kita dari Unit Gakkum Satlantas Polresta Cirebon saat ini sedang melakukan olah TKP terkait kecelakaan truk kontainer. Kami juga menghadirkan sopir truk dan dari pengakuannya memang benar rem mengalami gangguan sejak dari atas. Selanjutnya akan dilakukan pengecekan kendaraan oleh Dinas Perhubungan,” ujar Aipda Ade Nugraha.
Ia menjelaskan, akibat kecelakaan tersebut jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi tiga orang. Sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan akibat mengalami luka berat.
Korban Bertambah Menjadi Tiga Orang
Sebelumnya, kecelakaan truk kontainer di jalur Cirebon-Kuningan tersebut menyebabkan seorang ibu dan anak meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban bertambah setelah sang ayah yang sebelumnya mengalami kondisi kritis meninggal dunia saat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Gunung Jati.
Sementara itu, putri pertama korban yang mengalami luka berat masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, seluruh korban sebelumnya menggunakan satu sepeda motor dan hendak pulang ke rumah setelah menjemput anak sekolah. Namun, perjalanan mereka berakhir tragis setelah tertabrak truk kontainer yang kehilangan kendali.
Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar panik. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan kepada para korban sebelum petugas datang melakukan evakuasi.
Dishub Temukan Dugaan Masalah Sistem Rem Truk
Selain melakukan olah TKP, petugas kepolisian bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon juga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan truk yang terlibat kecelakaan.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kelayakan kendaraan, terutama pada bagian yang berkaitan dengan keselamatan seperti sistem pengereman dan kondisi ban.
Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan adanya dugaan masalah pada sistem tabung udara kendaraan. Tabung udara yang seharusnya mendukung fungsi pengereman diduga terbagi dengan sistem klakson sehingga membuat kinerja rem menjadi tidak maksimal.
Kondisi tersebut dinilai cukup berisiko, terutama ketika kendaraan membawa beban berat dan melaju di jalan menurun seperti lokasi kecelakaan.
Selain masalah pada sistem pengereman, petugas juga menemukan adanya ban truk yang dinilai tidak laik jalan.
PPNS Dishub Kabupaten Cirebon, Diyanto, menyampaikan bahwa pemeriksaan awal menemukan beberapa kondisi kendaraan yang perlu didalami lebih lanjut.
“Dari tim kami yang terdiri dari petugas kepolisian bersama Dinas Perhubungan sudah melakukan pemeriksaan awal. Kami menemukan fungsi tabung udara yang terbagi antara sistem rem dan klakson sehingga membuat fungsi rem tidak maksimal, terlebih kendaraan berada dalam kondisi jalan menurun dengan beban yang berat. Kami juga menemukan adanya ban yang tidak laik jalan,” ujar Diyanto.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Meski telah menemukan sejumlah indikasi terkait kondisi kendaraan, petugas masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab utama kecelakaan.
Pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bagian kabin, ruang mesin, sistem pengereman, hingga komponen lain yang berkaitan dengan operasional kendaraan.
Unit Gakkum Satlantas Polresta Cirebon juga masih menunggu hasil gelar perkara sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan penetapan tersangka dalam kasus kecelakaan maut tersebut.
Kecelakaan truk kontainer di Gronggong Cirebon ini menjadi perhatian karena menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Petugas mengimbau kepada seluruh pengemudi kendaraan besar agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum beroperasi, terutama saat melintas di jalur dengan medan menurun dan rawan kecelakaan.
Pemeriksaan terhadap kendaraan berat secara berkala dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi. Selain faktor kendaraan, keselamatan berkendara juga sangat dipengaruhi oleh kesiapan pengemudi dalam menghadapi kondisi jalan dan beban kendaraan yang dibawa.
