Sebuah mobil odong-odong yang mengangkut 21 penumpang mengalami rem blong di kawasan pegunungan Desa Teja, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka (Foto : Darfan)
MAJALENGKA, Buletinmedia.com – Kecelakaan tunggal melibatkan sebuah mobil odong-odong terjadi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Minggu petang. Kendaraan yang mengangkut puluhan penumpang tersebut mengalami rem blong saat melintasi jalan menurun di kawasan pegunungan Desa Teja, Kecamatan Rajagaluh. Akibatnya, mobil kehilangan kendali dan terjun ke jurang sedalam sekitar empat meter.
Peristiwa tersebut mengakibatkan seluruh penumpang beserta sopir mengalami luka-luka. Sebanyak 21 penumpang bersama pengemudi langsung dievakuasi oleh warga dan petugas menuju fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Sejumlah korban bahkan harus dirujuk ke rumah sakit karena mengalami luka cukup serius.
Insiden ini menjadi perhatian masyarakat setelah video amatir yang memperlihatkan kondisi sesaat setelah kecelakaan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut tampak kendaraan berada di dasar jurang, sementara warga bersama petugas berupaya mengevakuasi para korban yang mengalami luka.
Mobil Odong-Odong Rem Blong Saat Pulang dari Tempat Wisata
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi ketika rombongan penumpang hendak kembali dari kawasan wisata di Desa Teja menuju Kecamatan Rajagaluh.
Mobil odong-odong yang mereka tumpangi melaju melewati jalur pegunungan dengan kondisi jalan yang dipenuhi tanjakan, turunan panjang, serta tikungan tajam. Saat berada di salah satu ruas jalan menurun, sistem pengereman kendaraan diduga mengalami kerusakan sehingga sopir tidak lagi mampu mengendalikan laju mobil.
Akibat rem yang tidak berfungsi, kendaraan terus meluncur hingga akhirnya keluar dari badan jalan dan masuk ke jurang sedalam kurang lebih empat meter.
Adik sopir, Dion, mengatakan kendaraan sedang dalam perjalanan pulang ketika musibah tersebut terjadi.
“Jadi memang ini lagi mau pulang dari tempat wisata, tiba-tiba rem blong jadi masuk jurang,” ujarnya.
Keterangan tersebut memperkuat dugaan awal bahwa kecelakaan dipicu oleh kegagalan fungsi rem saat kendaraan melintasi jalur menurun.
Video Kecelakaan Viral di Media Sosial
Tidak lama setelah kejadian, sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi merekam proses evakuasi menggunakan telepon genggam.
Video tersebut kemudian menyebar di berbagai platform media sosial dan memperlihatkan kondisi mobil odong-odong yang berada di dasar jurang dengan posisi miring. Beberapa warga terlihat membantu mengangkat korban satu per satu sebelum dibawa ke ambulans maupun kendaraan lain menuju pusat layanan kesehatan.
Suasana panik tampak mewarnai proses evakuasi. Sejumlah korban terlihat mengalami luka pada bagian tangan, kaki, dan tubuh akibat benturan keras saat kendaraan terperosok ke jurang.
Meski demikian, berkat respons cepat warga sekitar dan petugas, seluruh korban berhasil dievakuasi dalam waktu relatif singkat.
Jalan Menurun dan Tikungan Tajam Diduga Memperparah Kondisi
Jalur yang menghubungkan Desa Teja menuju Rajagaluh dikenal memiliki karakteristik jalan yang cukup menantang.
Selain dipenuhi tikungan tajam, ruas jalan tersebut juga memiliki beberapa turunan panjang yang mengharuskan kendaraan berada dalam kondisi prima, terutama sistem pengereman.
Ketika rem mengalami gangguan, pengemudi memiliki ruang yang sangat terbatas untuk mengendalikan kendaraan, terlebih apabila kendaraan membawa banyak penumpang.
Diduga kondisi inilah yang menyebabkan sopir tidak mampu menghentikan laju mobil odong-odong hingga akhirnya kendaraan keluar jalur.
Hingga kini, penyebab pasti kerusakan sistem pengereman masih menunggu hasil penyelidikan dari aparat kepolisian.
Seluruh Korban Dievakuasi ke Fasilitas Kesehatan
Setelah kecelakaan terjadi, seluruh korban langsung mendapatkan pertolongan pertama sebelum dibawa ke Puskesmas Rajagaluh.
Petugas medis segera melakukan pemeriksaan terhadap seluruh korban untuk mengetahui tingkat keparahan luka yang dialami.
Kepala Puskesmas Rajagaluh, Doni, membenarkan bahwa seluruh korban sempat menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan tersebut.
“Jadi memang benar adanya kecelakaan di Desa Teja. Sebanyak 21 penumpang menjalani perawatan. Sebelas orang dirujuk ke rumah sakit karena mengalami patah tangan dan kaki, sementara delapan lainnya menjalani perawatan di sini,” ujarnya.
Korban yang mengalami cedera serius langsung dirujuk ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis yang lebih lengkap.
Sementara korban dengan luka ringan tetap menjalani observasi dan perawatan di Puskesmas Rajagaluh.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Unit Laka Lantas Polres Majalengka kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Petugas telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendokumentasikan kondisi kendaraan, serta memeriksa sejumlah saksi.
Selain itu, polisi juga meminta keterangan dari para korban, sopir, tenaga medis, dan pihak-pihak yang mengetahui kronologi kejadian.
Pemeriksaan terhadap kondisi teknis kendaraan menjadi salah satu fokus penyelidikan guna memastikan apakah rem benar-benar mengalami kerusakan atau terdapat faktor lain yang turut memicu kecelakaan.
Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan penyebab pasti insiden tersebut.
Kondisi Kendaraan Akan Diperiksa
Selain mengumpulkan keterangan saksi, kepolisian juga berencana melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap mobil odong-odong yang mengalami kecelakaan.
Pemeriksaan meliputi sistem pengereman, kemudi, ban, hingga komponen pendukung lainnya.
Langkah ini dilakukan untuk mengetahui apakah kendaraan masih memenuhi standar keselamatan atau terdapat kerusakan yang sudah terjadi sebelum perjalanan dimulai.
Apabila ditemukan adanya unsur kelalaian, penyidik akan mendalami kemungkinan adanya pelanggaran terhadap aturan keselamatan berkendara.
Pentingnya Pemeriksaan Kendaraan Sebelum Beroperasi
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kendaraan secara berkala, terutama kendaraan yang digunakan untuk mengangkut banyak penumpang.
Komponen pengereman menjadi salah satu bagian vital yang wajib dipastikan berfungsi dengan baik sebelum kendaraan digunakan, terlebih ketika akan melewati jalur pegunungan yang memiliki banyak turunan.
Selain kondisi kendaraan, kemampuan pengemudi dalam mengantisipasi situasi darurat juga menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
Pemeriksaan rutin serta perawatan kendaraan secara berkala dapat membantu mencegah kerusakan mendadak yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.
Kasus Masih Dalam Penanganan Polisi
Hingga berita ini ditulis, seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing. Sebagian korban masih menjalani perawatan di Puskesmas Rajagaluh, sementara korban dengan luka lebih serius dirawat di rumah sakit rujukan.
Sementara itu, Unit Laka Satlantas Polres Majalengka masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan mobil odong-odong yang diduga dipicu rem blong tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya para pengemudi angkutan penumpang, agar selalu memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum digunakan, terutama ketika akan melintasi jalur dengan medan yang berat seperti kawasan pegunungan.
Perkembangan hasil penyelidikan akan terus dipantau untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan yang mengakibatkan puluhan penumpang mengalami luka-luka tersebut
