Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Cirebon, Jawa Barat, menghentikan sementara operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Cirebon, Jawa Barat, menghentikan sementara operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akibat belum cairnya anggaran dari pemerintah. Kondisi tersebut terjadi sejak Senin dan berlangsung hingga waktu yang belum dapat dipastikan.
Penghentian operasional sejumlah dapur MBG di Cirebon ini menimbulkan kekhawatiran karena berdampak pada ribuan penerima manfaat yang selama ini mengandalkan distribusi makanan bergizi dari program tersebut. Hingga kini, pihak pengelola SPPG masih menunggu kepastian pencairan dana agar kegiatan operasional dapat kembali berjalan normal.
Informasi mengenai berhentinya operasional sejumlah SPPG di Cirebon mulai beredar luas melalui berbagai platform media sosial. Beberapa pengelola dapur MBG mengumumkan bahwa mereka tidak dapat menjalankan aktivitas pelayanan seperti biasa karena keterbatasan anggaran operasional.
Salah satu yang membenarkan kondisi tersebut adalah SPPG Pegambiran 01 yang berada di Kota Cirebon. Dapur yang selama ini aktif menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi bagi ribuan penerima manfaat itu terpaksa menghentikan seluruh aktivitasnya untuk sementara waktu.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Jika biasanya area dapur dipenuhi aktivitas para petugas yang menyiapkan bahan makanan, memasak, hingga melakukan proses pengemasan, pada Senin pagi aktivitas tersebut tidak terlihat. Area dapur tampak sepi dan tidak ada kegiatan operasional sebagaimana biasanya.
Pengawas Keuangan SPPG Pegambiran 01 Kota Cirebon, Salikun, membenarkan bahwa penghentian operasional dilakukan karena dana operasional yang menjadi sumber pembiayaan kegiatan dapur belum diterima.
“Betul, Pak. Mulai hari ini sampai waktu yang belum ditentukan kami berhenti beroperasi karena belum ada pencairan dana. Sebelumnya memang belum pernah terlambat. Biasanya pencairan dilakukan seminggu sekali, setiap hari Jumat. Di tempat kami terdapat 2.239 penerima manfaat,” ujar Salikun.
Menurutnya, keterlambatan pencairan anggaran kali ini merupakan kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selama program berjalan, dana operasional biasanya diterima secara rutin sesuai jadwal sehingga kegiatan penyediaan makanan bergizi dapat berlangsung tanpa hambatan.
Namun sejak pekan lalu, dana yang ditunggu-tunggu belum juga masuk ke rekening pengelola. Akibatnya, pihak dapur tidak memiliki cukup anggaran untuk membeli bahan makanan, membayar kebutuhan operasional, maupun menjalankan proses distribusi kepada penerima manfaat.
Situasi serupa juga dialami sejumlah dapur MBG lainnya yang berada di wilayah Kota Cirebon. Tidak hanya satu lokasi, beberapa SPPG dilaporkan mengalami kendala yang sama sehingga terpaksa menghentikan sementara aktivitas pelayanan.
Di Kecamatan Kejaksan, misalnya, sedikitnya terdapat empat dapur SPPG yang tidak beroperasi akibat belum turunnya anggaran dari pemerintah. Dana tersebut dibutuhkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional harian, mulai dari pembelian bahan baku makanan hingga biaya pendukung lainnya.
Koordinator SPPG Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon, Igo Prasetya, mengatakan bahwa penghentian operasional terjadi di beberapa dapur sekaligus karena seluruhnya menghadapi persoalan yang sama, yakni belum cairnya dana bantuan operasional.
“Untuk wilayah Kecamatan Kejaksan ada empat dapur yang tidak beroperasi mulai hari ini karena bantuan pemerintah belum turun. Sebagian SPPG tidak beroperasi karena bantuan pemerintah belum cair. Mungkin ada perbaikan sistem atau faktor lainnya. SPPG saat ini hanya bisa menunggu arahan dari pusat terkait operasional kembali,” ujar Igo Prasetya.
Igo menjelaskan bahwa pengelola SPPG di daerah saat ini belum memperoleh informasi pasti mengenai penyebab keterlambatan pencairan dana. Karena itu, pihaknya masih menunggu penjelasan dan arahan dari pemerintah pusat terkait kelanjutan operasional program.
Menurutnya, dana operasional memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang keberlangsungan layanan MBG. Tanpa dukungan anggaran yang memadai, dapur tidak dapat melakukan pengadaan bahan pangan maupun menjalankan proses produksi makanan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program yang dirancang untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok penerima manfaat lainnya. Melalui program tersebut, ribuan porsi makanan disiapkan setiap hari oleh jaringan dapur SPPG yang tersebar di berbagai daerah.
Di Kota Cirebon, program ini telah berjalan dengan melibatkan sejumlah dapur yang setiap harinya melayani ribuan penerima manfaat. Karena itu, penghentian operasional yang terjadi saat ini dikhawatirkan akan berdampak langsung terhadap proses distribusi makanan bergizi kepada masyarakat.
Selain berdampak pada penerima manfaat, terhentinya operasional dapur juga memengaruhi aktivitas para pekerja yang selama ini terlibat dalam program tersebut. Mulai dari tenaga memasak, petugas pengemasan, hingga tim distribusi untuk sementara tidak dapat menjalankan tugas seperti biasanya.
Para pengelola berharap permasalahan pencairan anggaran dapat segera diselesaikan sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu dalam waktu yang lama. Mereka menilai keberlangsungan program MBG sangat bergantung pada ketepatan waktu penyaluran dana operasional.
Kondisi ini juga menjadi perhatian karena kebutuhan operasional dapur berlangsung setiap hari. Pengadaan bahan makanan segar, kebutuhan logistik, hingga biaya distribusi memerlukan dukungan pendanaan yang tersedia secara berkelanjutan.
Sejumlah pengelola SPPG mengaku tidak dapat mengambil langkah lebih jauh selain menunggu kepastian dari pemerintah. Pasalnya, seluruh aktivitas operasional bergantung pada anggaran yang telah dialokasikan untuk pelaksanaan program.
Meski demikian, para pengelola tetap berharap keterlambatan pencairan dana hanya bersifat sementara dan dapat segera diatasi. Dengan demikian, dapur-dapur MBG yang saat ini berhenti beroperasi dapat kembali melayani masyarakat seperti biasa.
Hingga saat ini belum ada kepastian mengenai kapan dana operasional tersebut akan dicairkan. Pengelola SPPG di Kota Cirebon masih terus berkoordinasi dan menunggu informasi resmi terkait pencairan anggaran serta jadwal dimulainya kembali operasional dapur.
Sementara itu, ribuan penerima manfaat MBG di Kota Cirebon diharapkan dapat kembali memperoleh layanan dalam waktu dekat apabila persoalan pencairan anggaran telah terselesaikan. Para pengelola berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat agar program pemenuhan gizi tersebut dapat berjalan normal kembali.
Dengan belum cairnya anggaran operasional, sedikitnya empat dapur SPPG di Kecamatan Kejaksan dan sejumlah dapur lainnya di Kota Cirebon masih menghentikan sementara kegiatan mereka. Para pengelola berharap dana segera disalurkan sehingga pelayanan Program Makan Bergizi Gratis dapat kembali berjalan dan kebutuhan gizi ribuan penerima manfaat tetap terpenuhi.
