young boy in t-shirt playing guiter while sitting aganist and looking confident , front view.
Setiap memasuki tanggal 27 Mei, media sosial hampir selalu diramaikan dengan lagu yang memiliki lirik ikonik “Kami dari 27 Bulan Mei”. Lagu tersebut seolah menjadi soundtrack tahunan yang kembali viral dari generasi ke generasi pengguna internet. Namun ternyata, banyak orang belum mengetahui bahwa judul asli lagu itu bukan “27 Bulan Mei”, melainkan “Tongkrongan Kami Sopan”.
Lagu tersebut diciptakan oleh komunitas Brother PBSU 275 dan pertama kali diunggah ke YouTube pada 1 Februari 2017 melalui channel Fonni Cungkring. Di awal kemunculannya, lagu ini sebenarnya hanya beredar di kalangan komunitas tertentu dan dibuat sebagai hiburan internal tongkrongan semata.
Meski dibuat dengan konsep sederhana dan santai, lagu ini perlahan berkembang menjadi fenomena internet. Setiap tahun, terutama saat mendekati tanggal 27 Mei, potongan liriknya kembali bermunculan di TikTok, Instagram, hingga X dan dipakai dalam berbagai jenis konten lucu maupun meme.
Tahun 2026, popularitas lagu ini kembali meningkat setelah banyak pengguna media sosial mengaitkannya dengan video hewan kurban menjelang Iduladha. Potongan lirik “ayo dong bantai kami” ramai digunakan sebagai backsound konten kambing dan sapi kurban, sehingga membuat lagu ini makin dikenal luas oleh generasi muda.
Padahal, makna asli lagu tersebut sebenarnya tidak berhubungan dengan kekerasan ataupun unsur menyeramkan. Lagu ini menggambarkan kehidupan sekelompok anak muda dalam sebuah komunitas tongkrongan yang menjunjung solidaritas dan kebersamaan.
Lirik “Kami dari 27 Bulan Mei” menjadi simbol identitas kelompok mereka, sekaligus menunjukkan rasa kompak dan loyalitas antaranggota komunitas. Sementara kalimat “ayo dong bantai kami” lebih dimaknai sebagai bentuk keberanian menghadapi tantangan hidup dan bukan ajakan melakukan kekerasan fisik.
Dalam budaya tongkrongan anak muda saat itu, kata “bantai” dipakai sebagai bahasa gaul untuk menunjukkan mental pantang takut, siap menghadapi tekanan, dan berani membuktikan diri. Karena itu, lagu ini lebih merepresentasikan semangat solidaritas dan keberanian dibanding makna negatif yang sering disalahartikan publik.
Fenomena viralnya lagu “Tongkrongan Kami Sopan” juga menunjukkan bagaimana sebuah lagu komunitas sederhana bisa berubah menjadi budaya internet tahunan yang terus hidup dan berkembang mengikuti tren media sosial.
