Kebakaran melanda sebuah rumah warga di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Kebakaran melanda sebuah rumah warga di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa pagi. Peristiwa tersebut terjadi tidak lama setelah banjir yang merendam kawasan itu mulai surut. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran menghanguskan sebagian besar bangunan rumah beserta berbagai barang di dalamnya.
Kejadian kebakaran berlangsung di Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Saat api mulai membesar, kondisi rumah dalam keadaan kosong karena pemilik rumah bersama warga sekitar sedang mengungsi ke tempat yang lebih aman akibat banjir kiriman dengan ketinggian air lebih dari satu meter.
Api dengan cepat membesar dan melalap bagian atap rumah hingga isi bangunan. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran Kota Cirebon.
RT setempat, Wahid, mengatakan kebakaran terjadi setelah kawasan tersebut sebelumnya diterjang banjir cukup besar. Beruntung pemilik rumah sudah lebih dahulu mengungsi sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Jadi awalnya banjir setinggi lima meter kemudian tiba-tiba terjadi kebakaran, mungkin disebabkan korsleting listrik dan untungnya pemilik rumah sudah mengungsi,” ujar Wahid.
Menurut warga, api pertama kali terlihat dari bagian dalam rumah ketika kondisi lingkungan masih tergenang air. Karena lokasi rumah berada di area padat penduduk dan akses menuju lokasi cukup sempit, warga sempat kesulitan melakukan pemadaman secara mandiri.
Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian dengan mengerahkan empat unit mobil damkar. Namun proses pemadaman tidak berjalan mudah karena posisi rumah berada jauh dari jalan raya dengan jarak sekitar empat ratus meter.
Petugas harus menarik selang air melewati gang sempit dan area yang masih tergenang banjir untuk mencapai titik api. Kondisi tersebut membuat proses penanganan membutuhkan waktu cukup lama.
Selain akses yang sulit, material rumah yang mudah terbakar juga membuat api cepat membesar. Asap hitam pekat sempat membumbung tinggi dan menarik perhatian warga sekitar yang berkerumun menyaksikan proses pemadaman.
Kasi Kesiapsiagaan Damkar Kota Cirebon, Nurzaman, mengatakan rumah yang terbakar diketahui merupakan rumah singgah bagi anak-anak kurang mampu. Sejumlah dokumen penting ikut hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
“Untuk rumah yang terbakar itu rumah singgah untuk anak-anak yang kurang mampu. Barang yang terbakar di antaranya dokumen-dokumen surat tanah. Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” ujar Nurzaman.
Petugas membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk memadamkan api dan melakukan pendinginan di lokasi kejadian. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian akibat kebakaran diperkirakan cukup besar. Selain bangunan rumah yang rusak parah, sejumlah barang berharga dan dokumen penting milik penghuni rumah ikut hangus terbakar.
Peristiwa ini menambah deretan musibah yang dialami warga Kota Cirebon akibat cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Cirebon dilanda banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak sore hingga malam hari.
Banjir menyebabkan ribuan rumah terendam, akses jalan terganggu, hingga aktivitas warga lumpuh di beberapa kawasan. Di tengah kondisi tersebut, warga kini juga dihadapkan pada ancaman kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik setelah banjir.
Petugas mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik usai rumah terendam banjir. Kabel dan peralatan elektronik yang terkena air berisiko memicu hubungan arus pendek jika langsung digunakan tanpa pemeriksaan terlebih dahulu.
Selain itu, warga diminta memastikan aliran listrik dalam kondisi aman sebelum kembali menempati rumah setelah banjir surut. Langkah tersebut penting dilakukan untuk menghindari kejadian serupa terulang kembali.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran. Namun dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik akibat instalasi yang terdampak banjir.
Warga berharap ada bantuan dari pemerintah maupun pihak terkait untuk membantu pemulihan rumah yang terbakar serta kebutuhan penghuni rumah singgah tersebut. Pasalnya, bangunan itu selama ini digunakan sebagai tempat singgah dan kegiatan anak-anak kurang mampu di lingkungan sekitar.
Peristiwa kebakaran pascabanjir ini menjadi pengingat bahwa bencana tidak hanya datang dari genangan air, tetapi juga risiko lanjutan seperti korsleting listrik dan kebakaran. Karena itu, kewaspadaan masyarakat sangat dibutuhkan terutama saat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
