Cuaca buruk berupa hujan deras yang mengguyur Cirebon mengakibatkan ribuan rumah warga di Kota dan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terendam banjir (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Cirebon sejak sore hingga malam hari menyebabkan ribuan rumah warga di Kota dan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terendam banjir pada Selasa dini hari. Ketinggian air yang merendam permukiman warga bervariasi, mulai dari empat puluh sentimeter hingga mencapai satu meter.
Banjir yang meluas di sejumlah wilayah tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan yang membuat beberapa sungai meluap. Bahkan, di sejumlah titik, tanggul sungai dilaporkan jebol sehingga air dengan cepat masuk ke kawasan permukiman warga.
Peristiwa banjir ini membuat aktivitas masyarakat terganggu. Sejumlah jalan lingkungan tergenang air, sementara warga terpaksa berjaga sepanjang malam untuk menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah.
Hujan Deras Sebabkan Sungai di Cirebon Meluap
Cuaca buruk yang melanda wilayah Cirebon terjadi sejak Selasa sore. Intensitas hujan yang cukup tinggi membuat debit air di sejumlah sungai meningkat drastis.
Akibatnya, beberapa sungai tidak mampu menampung volume air sehingga meluap ke permukiman warga. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya tanggul yang jebol di beberapa titik.
Banjir pun dengan cepat merendam rumah-rumah warga di berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten maupun Kota Cirebon.
Warga mengaku air mulai masuk ke halaman rumah sekitar malam hari sebelum akhirnya terus naik hingga menggenangi ruangan di dalam rumah.
Perumahan Puri Indah Banjarwangunan Terendam Banjir
Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah berada di Perumahan Puri Indah Residen Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.
Di kawasan tersebut, ketinggian air dilaporkan mencapai satu meter. Banyak rumah warga terendam hingga bagian dalam rumah. Sejumlah kendaraan warga juga ikut terendam banjir.
Menurut warga setempat, banjir terjadi akibat tanggul Sungai Cilunyu jebol setelah debit air meningkat tajam akibat hujan deras.
Air sungai yang meluap langsung masuk ke kawasan perumahan dan menggenangi jalan serta rumah warga dalam waktu singkat.
Sebagian warga terlihat berupaya menyelamatkan barang elektronik dan perabot rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.
Warga Panik Saat Air Terus Meninggi
Salah seorang warga Puri Indah Banjarwangunan, Aji Satria, mengatakan banjir mulai terjadi sekitar pukul sebelas malam.
Menurutnya, air datang dengan cepat setelah tanggul sungai jebol akibat derasnya aliran air.
“Banjir mulai sekitar jam sebelasan malam. Luapan sungai membuat tanggul jebol. Ketinggian air ada yang selutut hingga sepinggang orang dewasa,” ujar Aji Satria.
Ia menyebut banjir kali ini cukup mengejutkan karena terjadi saat memasuki musim kemarau.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan saluran air, normalisasi sungai, hingga pengerukan sedimentasi agar banjir serupa tidak kembali terjadi.
“Harapannya ada perbaikan irigasi, saluran air, dan pengerukan sungai supaya banjir tidak terus berulang,” lanjutnya.
Banjir Meluas ke Sejumlah Kecamatan
Tidak hanya Kecamatan Mundu, banjir juga melanda sejumlah wilayah lain di Kabupaten Cirebon.
Kecamatan Kedawung menjadi salah satu daerah yang ikut terdampak banjir akibat meluapnya aliran sungai.
Di wilayah timur Cirebon, genangan air juga terjadi di Desa Kanci dan Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura.
Bahkan, luapan air dilaporkan meluas hingga wilayah Lemahabang.
Sementara itu, banjir juga merendam beberapa desa lain seperti Desa Beringin di Kecamatan Pangenan, Kecamatan Karangwareng, hingga Kecamatan Waled.
Genangan air di beberapa lokasi membuat akses jalan warga terganggu. Sejumlah kendaraan roda dua bahkan mengalami mogok saat nekat menerobos banjir.
Sejumlah Sungai Meluap Bersamaan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir kali ini dipicu meluapnya sejumlah sungai besar dan kecil di wilayah Cirebon.
Beberapa sungai yang dilaporkan meluap di antaranya Sungai Cipager, Sungai Kalijaga, Sungai Tangkil, Sungai Kedungpane, Sungai Kriyan, Sungai Cikanci, Sungai Cimanis, hingga Sungai Ciberes.
Meluapnya banyak sungai secara bersamaan membuat genangan air cepat menyebar ke kawasan permukiman.
Warga menilai kondisi drainase dan aliran sungai yang mulai dangkal turut memperparah banjir saat hujan deras turun dalam waktu lama.
Selain itu, banyaknya sampah yang menyumbat saluran air juga disebut menjadi salah satu penyebab air sulit mengalir dengan lancar.
Ratusan Rumah di Kota Cirebon Ikut Tergenang
Banjir tidak hanya melanda wilayah Kabupaten Cirebon, tetapi juga merendam sejumlah kelurahan di Kota Cirebon.
Ratusan rumah warga dilaporkan ikut terdampak akibat tingginya debit air yang menggenangi jalan dan permukiman.
Beberapa warga memilih bertahan di rumah sambil memantau kondisi air. Namun ada pula yang mulai mengungsi ke rumah kerabat karena khawatir banjir semakin tinggi.
Petugas gabungan bersama warga terlihat berjaga di sejumlah titik rawan banjir untuk membantu evakuasi apabila diperlukan.
Aktivitas Warga Terganggu
Banjir yang terjadi pada dini hari membuat sebagian warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka.
Beberapa perabot rumah tangga, kasur, hingga alat elektronik ikut terendam air.
Selain merendam rumah, banjir juga mengganggu aktivitas warga yang hendak bekerja maupun bersekolah pada pagi hari.
Jalan-jalan lingkungan yang tertutup genangan membuat mobilitas masyarakat menjadi terhambat.
Sebagian warga juga mulai membersihkan lumpur dan sisa genangan air setelah banjir berangsur surut.
Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah serius untuk menangani persoalan banjir yang terus berulang di Cirebon.
Warga meminta adanya perbaikan sistem drainase, pengerukan sungai, hingga pembangunan tanggul yang lebih kuat agar banjir tidak kembali terjadi setiap kali hujan deras turun.
Menurut warga, banjir kali ini cukup mengkhawatirkan karena terjadi saat musim kemarau.
Kondisi tersebut membuat masyarakat khawatir jika curah hujan kembali tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Selain penanganan jangka pendek, warga juga berharap ada solusi jangka panjang agar kawasan permukiman tidak terus menjadi langganan banjir.
Banjir Mulai Berangsur Surut
Hingga Selasa pagi, sebagian wilayah yang terdampak banjir mulai mengalami penurunan debit air.
Meski demikian, genangan masih terlihat di beberapa titik permukiman dan jalan lingkungan.
Warga mulai membersihkan rumah dari lumpur dan sampah yang terbawa arus banjir.
Sementara itu, pemerintah daerah dan petugas terkait diharapkan segera melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Peristiwa banjir yang merendam ribuan rumah di Kota dan Kabupaten Cirebon ini kembali menjadi pengingat pentingnya penanganan serius terhadap persoalan sungai, drainase, dan tata kelola lingkungan di wilayah rawan banjir.
Jika tidak segera dilakukan pembenahan, banjir serupa dikhawatirkan akan terus berulang dan merugikan masyarakat setiap kali hujan deras melanda wilayah Cirebon.
