Ilustrasi sopan, kesopanan. (Photo by RODNAE Productions: https://www.pexels.com/photo/a-man-and-a-woman-handshaking-7413990/)
Buletinmedia.com – Baru-baru ini, sebuah penelitian global mengungkap daftar negara dengan tingkat kesopanan tertinggi di dunia. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur berbagai indikator perilaku sopan santun, mulai dari bahasa sehari-hari hingga cara warga berinteraksi dengan turis dan pendatang. Hasilnya menunjukkan bahwa kesopanan bukan hanya soal kata-kata, tetapi juga mencakup budaya, kebiasaan sosial, dan sikap menghormati orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Kesopanan dapat terlihat dari tindakan-tindakan sederhana yang sering dianggap sepele, seperti mengucapkan “tolong”, “terima kasih”, atau “maaf” dalam interaksi sehari-hari. Namun, makna kesopanan berbeda-beda di setiap negara. Bagi sebagian orang, menahan diri dari berbicara kasar atau tidak menyinggung orang lain sudah termasuk bentuk sopan santun. Sementara di negara lain, kesopanan juga ditunjukkan melalui cara menghormati ruang pribadi, memperhatikan antrean, atau menanggapi pertanyaan turis dengan sabar.
Dalam konteks pariwisata, kesopanan penduduk lokal menjadi salah satu pengalaman yang paling diingat oleh wisatawan. Banyak turis mengaku bahwa rasa diterima dan disambut dengan baik oleh penduduk lokal membuat perjalanan menjadi berkesan. Sebaliknya, interaksi yang kurang ramah bisa membuat wisatawan merasa tidak nyaman meski pemandangan alam dan fasilitas pariwisata memadai. Oleh karena itu, standar kesopanan suatu negara sering menjadi indikator penting bagi pelancong dalam menilai kenyamanan suatu destinasi.
Melansir dari Time Out, survei terbaru yang dilakukan oleh perusahaan layanan keuangan Remitly berhasil menyoroti negara-negara dengan reputasi sopan santun terbaik di dunia. Survei ini dilakukan terhadap 4.600 responden yang berasal dari 26 negara berbeda. Para peserta diminta menilai negara-negara yang mereka kunjungi atau kenal, dengan fokus pada kesopanan penduduk lokal dan seberapa ramah mereka terhadap turis. Berdasarkan jawaban para responden, peringkat negara paling sopan akhirnya ditentukan.
Hasil survei ini menarik karena meskipun Indonesia dikenal sebagai negara dengan warga yang ramah dan hangat, negara kita ternyata tidak masuk dalam 20 besar negara paling sopan versi penelitian ini. Fenomena ini menunjukkan bahwa kesopanan bisa diukur dari berbagai sudut pandang, dan persepsi masyarakat internasional tidak selalu sama dengan pandangan lokal.
Peringkat pertama diraih oleh Jepang, yang mendapatkan skor tertinggi dari survei ini, yakni 35,15 persen responden menilai bahwa penduduk Jepang memiliki kesopanan yang patut diapresiasi. Jepang memang dikenal di seluruh dunia karena budaya sopan santunnya yang kuat. Dalam keseharian, masyarakat Jepang sangat menekankan etika sosial, bahasa yang santun, dan keselarasan dengan norma komunitas. Budaya membungkuk ketika menyapa orang lain, menghargai orang tua, serta menjaga ketertiban umum adalah beberapa praktik yang membuat Jepang menonjol dalam hal kesopanan.
Di posisi kedua, Kanada muncul sebagai negara yang penduduknya dianggap sopan, dengan skor 13,5 persen. Kanada dikenal luas karena penduduknya yang ramah, mudah tersenyum, dan terbiasa meminta maaf bahkan untuk hal-hal kecil. Sikap ini membuat interaksi sosial di Kanada cenderung harmonis, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. Inggris mengikuti di peringkat ketiga dengan skor 6,23 persen. Sama seperti Kanada, warga Inggris sering menggunakan kata-kata seperti “please”, “thank you”, dan “sorry” dalam percakapan sehari-hari. Selain itu, mereka dikenal menghormati antrean, tertib dalam transportasi umum, dan menempatkan etika sosial di atas kepentingan pribadi.
Menariknya, negara-negara Eropa Utara seperti Swedia, Denmark, dan Finlandia juga masuk dalam daftar 10 besar. Negara-negara ini terkenal dengan budaya egaliter, penghormatan terhadap privasi, dan kepatuhan terhadap aturan sosial yang ketat. Konsep “lagom” di Swedia, misalnya, mengajarkan keseimbangan dalam hidup, termasuk bagaimana berinteraksi sopan dengan orang lain tanpa berlebihan atau sombong.
Asia lainnya yang menempati peringkat tinggi adalah Cina, yang menduduki posisi keempat. Kesopanan di Cina tercermin dari tata krama tradisional, etiket makan, dan penghormatan terhadap orang yang lebih tua. Bahkan dalam budaya modern, nilai-nilai kesopanan ini tetap dijaga, terutama dalam lingkungan bisnis dan pendidikan.
Negara lain yang masuk daftar 20 besar termasuk Afrika Selatan, Australia, Swiss, Amerika Serikat, India, Irlandia, Selandia Baru, Norwegia, Belanda, Thailand, Prancis, Brasil, dan Spanyol. Setiap negara memiliki cara unik dalam menunjukkan kesopanan. Misalnya, di Australia dan Selandia Baru, kesopanan terlihat melalui cara berbicara yang santai namun tetap menghormati lawan bicara. Sementara di Thailand, sopan santun tercermin melalui bahasa tubuh, seperti membungkuk ringan ketika menyapa dan menjaga nada suara tetap lembut.
Dari daftar ini, terlihat bahwa kesopanan bukan hanya soal formalitas atau kata-kata, tetapi juga mencakup interaksi sosial, budaya, dan kebiasaan sehari-hari. Negara-negara dengan skor tinggi biasanya memiliki sistem sosial yang mendorong warga untuk menghormati orang lain, menghargai ruang publik, dan mempraktikkan empati dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini memberi pelajaran penting bahwa kesopanan adalah kualitas yang bisa diamati secara global, namun persepsinya bersifat relatif. Bagi wisatawan, memahami budaya sopan santun di negara yang dikunjungi dapat membantu menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan. Sementara bagi penduduk lokal, menjaga sopan santun bukan hanya soal norma sosial, tetapi juga meningkatkan citra negara di mata dunia.
Berikut daftar lengkap 20 besar negara paling sopan di dunia menurut survei Remitly:
- Jepang
- Kanada
- Inggris
- Cina
- Jerman
- Filipina
- Swedia
- Denmark
- Finlandia
- Afrika Selatan
- Australia dan Swiss
- Amerika Serikat
- India
- Irlandia
- Selandia Baru
- Norwegia
- Belanda
- Thailand dan Prancis
- Brasil
- Spanyol
Daftar ini menjadi acuan menarik bagi siapa saja yang ingin memahami standar sopan santun di berbagai negara. Meskipun Indonesia tidak masuk daftar 20 besar, penelitian ini tetap menjadi refleksi penting bagi masyarakat untuk terus menjaga citra sopan santun dan keramahan, khususnya bagi wisatawan yang berkunjung.
Sumber : www.cnnindonesia.com
