Kabel telekomunikasi yang terkesan kusut membentang di sepanjang jalan protokol Kota Cirebon mulai ditata (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Penataan kabel telekomunikasi di Kota Cirebon resmi dimulai sebagai langkah strategis Pemerintah Kota Cirebon dalam meningkatkan keselamatan publik dan mempercantik wajah kota. Kabel-kabel telekomunikasi yang selama ini terkesan kusut dan semrawut, terutama yang membentang di sepanjang jalan protokol, kini mulai dirapikan secara bertahap dan terkoordinasi.
Langkah penataan kabel telekomunikasi di Kota Cirebon ini menjadi prioritas pemerintah daerah karena dinilai menyangkut dua aspek penting, yakni keselamatan masyarakat dan nilai estetika kota. Keberadaan kabel yang menggantung rendah dan tidak tertata rapi berpotensi membahayakan pengguna jalan serta mengurangi keindahan tata ruang perkotaan. Oleh sebab itu, Pemkot Cirebon mengambil langkah konkret untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.
Penataan dimulai dari titik perbatasan antara Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon, tepatnya di Jalan Tuparev. Ruas jalan ini menjadi titik awal karena merupakan salah satu jalur utama dengan aktivitas lalu lintas yang padat. Dari lokasi tersebut, proses perapihan kabel akan terus berlanjut ke sejumlah ruas jalan protokol lainnya yang telah ditetapkan sebagai prioritas.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa program penataan kabel telekomunikasi ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi bagian dari rencana jangka panjang pemerintah daerah dalam membenahi infrastruktur kota. Ia menyampaikan bahwa dalam beberapa bulan ke depan, perapihan kabel akan dilakukan secara bertahap di setiap satu kilometer ruas jalan yang telah ditentukan.
“Memang per harinya dan beberapa bulan ke depan akan ada perapihan kabel telekomunikasi di setiap satu kilometer. Ada sembilan ruas jalan yang akan kita rapikan. Setelah itu, kita akan melakukan instalasi kabel bawah tanah,” ujar Effendi Edo.
Dalam tahap awal penataan kabel telekomunikasi di Kota Cirebon ini, terdapat sembilan ruas jalan yang menjadi prioritas untuk dirapikan. Secara keseluruhan, panjang kabel yang akan ditata diperkirakan mencapai kurang lebih 15 kilometer. Kabel-kabel tersebut berasal dari 18 operator telekomunikasi yang beroperasi di wilayah Kota Cirebon.
Proses penataan dilakukan dengan mengikat dan merapikan puluhan kabel menjadi satu jalur agar terlihat lebih tertata dan tidak menjuntai sembarangan. Langkah ini merupakan solusi jangka pendek sebelum nantinya dilakukan pemindahan jaringan ke sistem kabel bawah tanah atau ducting. Sistem ducting dinilai lebih aman dan lebih estetis karena kabel tidak lagi terlihat di atas permukaan.
Upaya penataan kabel telekomunikasi ini juga mendapat perhatian langsung dari jajaran pimpinan daerah. Selain Wali Kota, peninjauan lapangan turut dilakukan oleh Sekretaris Daerah serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta sejumlah operator telekomunikasi. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan bahwa program penataan kabel di Kota Cirebon dilaksanakan secara kolaboratif.
Koordinasi lintas instansi dan operator menjadi kunci utama dalam keberhasilan program ini. Pemerintah Kota Cirebon memastikan bahwa proses perapihan tidak mengganggu layanan telekomunikasi masyarakat. Mengingat kabel-kabel tersebut digunakan untuk jaringan internet, telepon, dan layanan komunikasi lainnya, maka penataan dilakukan dengan perencanaan teknis yang matang.
Pelaksanaan teknis perapihan kabel telekomunikasi dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL). Organisasi ini berperan dalam mengoordinasikan para operator agar proses penataan berjalan sesuai standar teknis dan tetap menjaga kualitas layanan. Dengan keterlibatan APJATEL, diharapkan seluruh operator dapat bekerja sama dalam satu sistem penataan yang terintegrasi.
Program penataan kabel telekomunikasi di Kota Cirebon ini juga menjadi bagian dari upaya penataan wajah kota secara menyeluruh. Pemerintah daerah ingin menghadirkan lingkungan perkotaan yang lebih tertib, nyaman, dan modern. Jalan-jalan protokol yang selama ini terlihat semrawut akibat kabel yang tidak tertata diharapkan berubah menjadi lebih rapi dan sedap dipandang.
Selain meningkatkan estetika kota, penataan kabel juga berdampak pada aspek keselamatan. Kabel yang menjuntai rendah atau menumpuk berisiko tersangkut kendaraan besar dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. Dengan dirapikan dan nantinya dialihkan ke bawah tanah, risiko tersebut dapat diminimalkan secara signifikan.
Dalam jangka panjang, instalasi kabel bawah tanah menjadi solusi permanen yang akan diwujudkan secara bertahap. Sistem ini tidak hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga mendukung konsep smart city yang tengah dikembangkan di berbagai daerah, termasuk Kota Cirebon. Infrastruktur telekomunikasi yang tertata rapi menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi digital dan pelayanan publik berbasis teknologi.
Pemerintah Kota Cirebon mengajak masyarakat untuk mendukung proses penataan kabel telekomunikasi ini. Selama pengerjaan berlangsung, kemungkinan akan terdapat aktivitas teknis di sejumlah ruas jalan. Namun, pemerintah memastikan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan secara terkoordinasi dan meminimalkan gangguan terhadap aktivitas warga.
Dengan dimulainya penataan kabel telekomunikasi di Kota Cirebon, pemerintah berharap wajah kota akan semakin tertata, aman, dan indah. Program ini menjadi bukti komitmen Pemkot Cirebon dalam menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan dan estetika. Ke depan, penataan serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah sehingga seluruh kawasan Kota Cirebon terbebas dari kesan semrawut akibat kabel yang tidak tertata.
