Hujan deras yang mengguyur sejak tiga hari mengakibatkan banjir merendam jalan provinsi penghubung Cirebon–Indramayu, tepatnya di Desa Bayalangu Kidul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Cirebon dan sekitarnya selama tiga hari berturut-turut mengakibatkan banjir merendam jalan provinsi penghubung Cirebon–Indramayu, Jawa Barat, pada Kamis pagi. Genangan air setinggi sekitar 30 hingga 50 sentimeter menutup badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas terganggu. Kondisi banjir semakin parah setelah Sungai Sigranala meluap akibat tidak mampu menampung debit air kiriman dari wilayah hulu.
Banjir terjadi tepatnya di Desa Bayalangu Kidul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon. Jalan provinsi yang menjadi akses utama penghubung antara Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu tersebut tergenang air sepanjang kurang lebih satu kilometer. Sejak Rabu malam, hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur kawasan tersebut hingga menyebabkan sungai meluap ke jalan raya.
Akibat genangan banjir di jalan provinsi Cirebon–Indramayu ini, aktivitas warga menjadi terganggu. Banyak pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, terpaksa memperlambat laju kendaraan saat melintasi genangan air. Bahkan, tidak sedikit kendaraan roda dua yang mogok setelah nekat menerobos banjir karena mesin kemasukan air.
Pantauan di lokasi menunjukkan, sejumlah pengendara motor harus mendorong kendaraannya yang mati mesin ke tepi jalan. Beberapa di antaranya terlihat kebingungan dan kelelahan akibat harus melewati genangan air yang cukup tinggi. Kondisi ini diperparah dengan arus lalu lintas yang tersendat karena banyak kendaraan berhenti di tengah jalan.
Petugas kepolisian dari Polsek Gegesik tampak disiagakan di lokasi banjir guna membantu pengendara yang mengalami mogok. Polisi turut membantu mendorong kendaraan yang mati mesin serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang. Kehadiran petugas sangat membantu warga yang terjebak banjir, terutama pengendara sepeda motor.
Kapolsek Gegesik, AKP Ebo Bohari, menjelaskan bahwa banjir di jalan provinsi Cirebon–Indramayu disebabkan oleh meluapnya Sungai Sigranala. Sungai tersebut mengalami pendangkalan sehingga tidak mampu menampung debit air yang cukup besar dari wilayah hulu, khususnya dari daerah Majalengka.
“Banjir terjadi akibat Sungai Sigranala yang dangkal sehingga tidak mampu menampung debit air kiriman dari hulu Majalengka. Akibatnya, air meluap dan menggenangi jalan raya,” ujar AKP Ebo Bohari saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurutnya, kondisi pendangkalan sungai menjadi salah satu faktor utama banjir yang kerap terjadi setiap musim penghujan. Selain itu, tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir membuat volume air meningkat drastis dan meluap ke permukiman serta jalan utama.
Warga sekitar mengaku banjir di ruas jalan tersebut bukan pertama kali terjadi. Setiap musim hujan, jalan provinsi penghubung Cirebon–Indramayu hampir selalu tergenang air, sehingga mengganggu mobilitas warga. Namun, mereka tidak memiliki banyak pilihan karena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan dua kabupaten tersebut.
Salah seorang warga Kecamatan Gegesik bernama Nana mengatakan dirinya terpaksa menerobos genangan banjir demi bisa sampai ke tempat tujuan. Akibatnya, sepeda motor yang dikendarainya mengalami mati mesin.
“Iya, ini mesin mati mungkin karena menerobos banjir. Untungnya ada polisi yang membantu. Memang ini jalan satu-satunya yang menghubungkan Cirebon dan Indramayu. Kalau harus memutar, jalannya jauh sekali,” ujar Nana.
Akibat banjir di jalan provinsi ini, arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan. Sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat mengantre untuk melintasi genangan air. Bahkan, beberapa pengendara memilih memutar arah karena khawatir kendaraannya mogok atau rusak akibat terendam air banjir.
Meski demikian, tidak sedikit warga yang tetap nekat menerobos genangan banjir, terutama pengendara sepeda motor dan kendaraan kecil. Mereka beralasan harus segera sampai ke tempat kerja atau keperluan lainnya, meskipun risiko kendaraan mogok cukup tinggi.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan serius terhadap Sungai Sigranala, terutama dengan melakukan pengerukan atau normalisasi sungai. Dengan demikian, kapasitas sungai dapat meningkat dan mampu menampung debit air saat musim hujan, sehingga banjir tidak kembali terjadi.
Selain itu, warga juga berharap air banjir segera surut agar jalan provinsi Cirebon–Indramayu dapat kembali dilalui secara normal. Jalan tersebut memiliki peran vital sebagai jalur penghubung antarwilayah dan sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat sehari-hari.
Hingga Kamis siang, genangan air di lokasi banjir masih terlihat menutup sebagian badan jalan. Warga dan pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi jalan tersebut, terutama bagi pengguna sepeda motor, agar tidak terjadi kecelakaan maupun kerusakan kendaraan.
