tangkapan layar/youtube/YovieWidiantoChannel
Sebuah karya legendaris dari maestro musik Indonesia, Yovie Widianto, kembali dihidupkan dengan wajah baru. Lagu berjudul “Salahi Aku (Jatuh Cinta Lagi)”, yang dulu melejit lewat suara khas Rio Febrian pada 2005, kini dirilis ulang dengan sentuhan segar. Kali ini, Yovie menggandeng penyanyi muda penuh potensi, Rony Parulian, untuk menafsirkan ulang lagu yang sarat emosi itu.
Perdana, lagu remake ini diperdengarkan langsung di hadapan ribuan penonton dalam konser megah bertajuk “Miliar Cinta Yovie Widianto–Andi Rianto Berkonser” yang berlangsung di JCC, Jakarta, Minggu malam (21/9/2025). Tak hanya sekadar penampilan ulang, versi terbaru ini disulap lebih megah melalui aransemen kolaborasi Yovie bersama komponis ternama Andi Rianto, sehingga menghadirkan suasana orkestra yang dramatis dan penuh daya pukau.
Setelah konser usai, lagu ini resmi dirilis di berbagai platform digital, menandai era baru perjalanan lagu “Salahi Aku”.
Bagi Rony, kesempatan ini merupakan sebuah anugerah besar. “Saya bersyukur sekali karena diberi kesempatan membawakan salah satu karya terbaik Mas Yovie dengan aransemen Mas Andi Rianto. Ini pengalaman luar biasa,” ujarnya sebelum tampil membawakan lagu tersebut di panggung konser.
Meski penuh syukur, Rony tak menutup mata bahwa tantangan besar menanti. Lagu ini sudah begitu melekat di telinga publik dengan interpretasi Rio Febrian. “Membawakan lagu yang sudah sangat ikonik itu menantang, karena versi penyanyi pertama biasanya sudah menempel di ingatan pendengar,” tutur Rony jujur.
Karena itu, Rony memilih jalannya sendiri: menyuntikkan karakter vokal pribadinya agar versi terbaru ini terasa berbeda. “Aku mencoba membawa warna suaraku sendiri ke lagu ini. Harapanku, pendengar bisa merasakan sesuatu yang baru, tanpa kehilangan esensi emosinya,” tambahnya.
Sang pencipta, Yovie, pun tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menilai Rony mampu memberikan “napas baru” pada lagu yang sudah dua dekade lebih dicintai publik. “Saya melihat ada warna yang dia bawa dari vokal dan penjiwaannya. Rasanya seperti mendengar lagu baru,” ungkap Yovie.
Harapannya, remake ini bukan hanya menghadirkan nostalgia bagi generasi yang tumbuh bersama lagu Rio Febrian, tetapi juga membuka pintu bagi pendengar muda untuk mengenal karya klasik Indonesia dalam kemasan segar. “Semoga versi baru ini bisa menjangkau generasi sekarang sekaligus tetap memuaskan pecinta lama. Saya ingin karya ini memberi warna indah lagi untuk musik Indonesia,” kata Yovie menutup.
