ilustrasi penjara. ilustrasi lapas. 5 Fakta Narapidana Kabur dari Lapas Kutacane Aceh Tenggara(Pexels/Enrico Hänel)
Pada Senin (10/3/2025) menjelang waktu berbuka puasa, Lapas Kelas II B Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, menjadi saksi pelarian dramatis. Sebanyak 50 narapidana berhasil meloloskan diri dengan membobol pintu pengamanan dan merusak fasilitas lapas. Aksi ini dikonfirmasi oleh Kasatreskrim Polres Aceh Tenggara, Iptu Bagus Pribadi, yang menyatakan bahwa para napi bertindak cepat dan terorganisir.
1. Kronologi: Pembobolan Berlapis hingga Kabur Lewat Atap
Menurut Kepala Lapas Kutacane, Andi Hasyim, peristiwa ini terjadi pada Senin (11/3/2025) sekitar pukul 18.20 WIB. Para napi secara paksa menerobos tiga lapis pintu pengamanan. Dua pintu berhasil dirusak, sementara satu pintu tetap terkunci, sehingga beberapa napi memilih untuk melarikan diri melalui atap lapas.
Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan jumlah petugas lapas. Dengan hanya enam petugas yang berjaga untuk 362 penghuni, upaya pengamanan menjadi tidak sebanding. “Rasio keamanan sangat tidak ideal. Jika terjadi mobilisasi besar-besaran oleh warga binaan, maka petugas yang terbatas pasti kewalahan,” ujar Andi.
2. Penyebab Pelarian: Tuntutan Bilik Asmara yang Tak Terpenuhi
Pelarian ini diduga dipicu oleh tuntutan para napi terkait fasilitas bilik asmara yang tidak dikabulkan. Para napi menginginkan tempat khusus untuk bertemu pasangan mereka, tetapi pihak lapas tidak memiliki wewenang untuk menyediakannya.
“Kewenangan terkait fasilitas ini ada di tingkat pusat. Kami hanya bisa menyampaikan keluhan mereka untuk ditindaklanjuti,” jelas Andi.
3. Status Pengejaran: 50 Kabur, 12 Berhasil Ditangkap
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Provinsi Aceh, Yan Rusmanto, mengonfirmasi bahwa dari 50 napi yang kabur, 12 di antaranya telah berhasil diamankan kembali. Aparat terus bekerja keras untuk melacak dan menangkap sisa napi yang masih buron.
4. Momen Pelarian: Kekacauan Saat Pembagian Makanan Berbuka
Insiden ini terjadi bertepatan dengan pembagian makanan berbuka puasa, yang dilakukan satu per satu dan menyebabkan antrean panjang. Situasi ini memicu ketidakpuasan napi dan berujung pada kekacauan.
Kapolres Aceh Tenggara, AKBP R Doni Sumarsono, menjelaskan bahwa sekitar pukul 18.15 WIB, ketegangan meningkat hingga beberapa napi mendobrak pintu besi pembatas. Setelah berhasil menjebol pintu, mereka langsung menyerbu gerbang utama dan menghadapi petugas lapas dengan perlawanan fisik.
5. 38 Narapidana Masih Diburu, Polisi Imbau Warga Berhati-hati
Sebanyak 38 napi masih dalam pengejaran. Aparat gabungan dari Polres Aceh Tenggara dan Lapas Kutacane terus melakukan pencarian guna memastikan semua napi yang kabur dapat diamankan kembali.
Kapolres AKBP Doni Sumarsono meminta masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui keberadaan napi yang masih buron. “Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya sistem pengawasan yang lebih ketat, terutama pada momen-momen krusial seperti pembagian makanan berbuka puasa, yang bisa memicu ketegangan dan aksi pelarian,” tegasnya.
Opsi Judul Menarik:
- 50 Napi Kabur dari Lapas Kutacane: Kekacauan Saat Berbuka Puasa
- Dramatis! Puluhan Napi Bobol Lapas Kutacane, 38 Masih Buron
- Pelarian Spektakuler: 50 Napi Lolos, Polisi Lakukan Pengejaran
- Lapas Kutacane Kacau: Napi Kabur Usai Bobol Pintu Pengamanan!
- Pembobolan Lapas di Aceh: 50 Narapidana Kabur, Begini Kronologinya!
