Ilustrasi Osmanthus Milk Tea(Dok.Freepik)
Buletinmedia.com – Drama China The Early Spring menjadi salah satu tayangan yang menarik perhatian penggemar drama Mandarin. Serial romansa yang dibintangi Jing Boran dan Sun Qian ini tidak hanya membuat penonton penasaran dengan perkembangan kisah para karakternya, tetapi juga menghadirkan sejumlah detail kecil yang ikut menjadi bahan perbincangan di media sosial.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Osmanthus Milk, minuman berbahan susu, madu, dan bunga osmanthus yang muncul dalam salah satu adegan. Minuman tersebut dibuat oleh Luke, karakter yang diperankan Jing Boran, untuk Flora yang diperankan Sun Qian.
Adegan sederhana itu justru memancing rasa penasaran penonton. Penampilan minuman berwarna putih dengan taburan bunga berwarna keemasan membuat Osmanthus Milk terlihat menarik. Tidak sedikit penonton yang kemudian ingin mengetahui bahan, cita rasa, serta cara membuat minuman tersebut.
Fenomena ini juga memperlihatkan bagaimana makanan dan minuman yang muncul dalam drama China dapat menjadi bagian dari daya tarik sebuah tayangan. Penonton bukan hanya mengikuti alur cerita dan hubungan antarkarakter, tetapi juga memperhatikan kebiasaan sehari-hari, hidangan, hingga minuman yang ditampilkan.
Lantas, apa sebenarnya Osmanthus Milk? Seperti apa rasa minuman bunga khas Asia Timur tersebut? Apakah minuman serupa sudah tersedia di Indonesia, dan bisakah membuatnya sendiri di rumah?
Kemunculan Osmanthus Milk dalam The Early Spring menjadi salah satu detail yang menarik perhatian penonton. Dalam adegan tersebut, Luke membuatkan minuman untuk Flora dengan mencampurkan madu dan susu ke dalam gelas, kemudian menambahkan kelopak bunga berwarna keemasan di bagian atasnya.
Proses pembuatan yang terlihat sederhana membuat minuman ini terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tidak ada penyajian yang terlalu rumit. Bahan-bahannya tampak sederhana, tetapi hasil akhirnya terlihat menarik dan memiliki kesan lembut.
Bagi penonton yang terbiasa melihat minuman berbahan kopi, cokelat, atau teh, penggunaan bunga sebagai bahan pelengkap mungkin terasa berbeda. Apalagi, bunga yang digunakan bukan sekadar hiasan, melainkan bahan yang dikenal memiliki aroma khas dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai olahan makanan maupun minuman.
Dari sinilah rasa penasaran terhadap Osmanthus Milk bermula. Penonton ingin mengetahui apakah minuman tersebut benar-benar dikenal dalam tradisi kuliner China atau hanya dibuat untuk kebutuhan cerita.
Osmanthus sendiri memang telah lama digunakan dalam kuliner Asia Timur. Bunga ini dapat ditemukan dalam berbagai olahan, mulai dari teh, sirup, hingga makanan penutup. Aroma bunganya yang manis dan lembut membuat osmanthus cocok dipadukan dengan bahan lain tanpa harus mendominasi seluruh cita rasa.
Sementara itu, Osmanthus Milk merupakan salah satu kreasi minuman yang memadukan bunga tersebut dengan susu. Dalam beberapa variasi, madu atau pemanis lain ditambahkan untuk menghasilkan rasa manis yang lebih seimbang.
Meski namanya mulai banyak dibicarakan setelah muncul dalam The Early Spring, perpaduan susu dan osmanthus bukan satu-satunya cara menikmati bunga tersebut. Osmanthus juga dapat dipadukan dengan teh, termasuk teh oolong, untuk menghasilkan minuman dengan karakter yang berbeda.
Popularitasnya di media sosial kemudian membuka kesempatan bagi penggemar untuk mencoba berbagai resep. Ada yang membuat minuman dengan susu segar, ada pula yang menggunakan teh sebagai bahan utama dan menambahkan susu sebagai pelengkap.
Apa Itu Osmanthus Milk?
Osmanthus Milk adalah minuman yang memadukan susu dengan bunga osmanthus. Dalam salah satu versi yang banyak dibicarakan, minuman ini menggunakan susu, madu, dan bunga osmanthus kering.
Perpaduan tersebut menghasilkan minuman dengan tekstur lembut dari susu, rasa manis dari madu, serta aroma khas bunga osmanthus. Karakter akhirnya bergantung pada perbandingan bahan yang digunakan, jenis susu, dan banyaknya bunga yang ditambahkan.
Dilansir dari WioNews dalam naskah sumber, Osmanthus Milk digambarkan sebagai minuman bertekstur creamy yang dibuat menggunakan campuran susu, madu, dan bunga osmanthus kering.
Hal yang membuat minuman ini berbeda dari susu biasa adalah penggunaan bunga sebagai pemberi aroma. Osmanthus memiliki wangi manis yang sering diasosiasikan dengan aroma buah matang, bunga, dan sedikit kesan seperti aprikot. Namun, karakter aromanya dapat berbeda menurut jenis bunga, kualitas bahan, serta cara pengolahannya.
Susu memberikan rasa gurih dan tekstur yang lebih penuh, sedangkan madu menambahkan rasa manis dengan karakter tersendiri. Ketika ketiga bahan tersebut dipadukan dalam takaran yang tepat, hasilnya dapat menjadi minuman yang lembut dan harum.
Osmanthus Milk juga tidak harus disajikan dalam keadaan panas. Minuman ini dapat dibuat dingin dengan menambahkan es, terutama jika ingin menghasilkan sensasi yang lebih segar.
Namun, perlu dibedakan antara Osmanthus Milk dan Osmanthus Milk Tea. Osmanthus Milk pada dasarnya menonjolkan perpaduan susu dan bunga osmanthus, sedangkan Osmanthus Milk Tea menggunakan teh sebagai salah satu bahan utama. Kehadiran teh dapat memberikan rasa sepat, aroma tambahan, serta warna yang berbeda.
Perbedaan komposisi tersebut membuat rasa kedua minuman tidak selalu sama, meskipun keduanya menggunakan bunga osmanthus.
Mengenal Bunga Osmanthus, Bahan Utama Minuman yang Viral
Osmanthus merupakan nama yang digunakan untuk kelompok tanaman berbunga dalam genus Osmanthus. Salah satu spesies yang dikenal karena aromanya adalah Osmanthus fragrans, tanaman yang berasal dari kawasan Asia dan banyak ditemukan dalam tradisi hortikultura serta kuliner Asia Timur.
Dalam bahasa Mandarin, bunga osmanthus dikenal sebagai guihua. Bunganya berukuran relatif kecil, dengan warna yang dapat bervariasi, termasuk putih, kuning, dan jingga, bergantung pada varietasnya.
Meski ukurannya tidak besar, bunga ini dikenal memiliki aroma yang cukup kuat. Wanginya sering dimanfaatkan untuk memberikan karakter khas pada teh, sirup, kue, dan aneka makanan penutup.
Di China, osmanthus memiliki hubungan dengan tradisi kuliner dan budaya. Bunga tersebut digunakan dalam berbagai sajian, termasuk teh osmanthus dan makanan manis. Penggunaannya tidak terbatas pada minuman susu seperti yang terlihat dalam The Early Spring.
Bunga osmanthus yang digunakan untuk minuman umumnya telah dikeringkan atau diolah menjadi ekstrak dan sirup. Bentuk kering memudahkan penyimpanan serta penggunaannya dalam berbagai resep.
Ketika diseduh atau dicampurkan dengan cairan, aroma bunga dapat berpindah ke dalam minuman. Karena itu, bahan ini sering dipadukan dengan teh yang memiliki karakter relatif lembut agar wanginya tetap terasa.
Osmanthus juga dapat digunakan bersama madu atau pemanis lain. Kombinasi tersebut membantu menghasilkan minuman dengan karakter manis dan floral, yakni aroma yang mengingatkan pada bunga.
Meski demikian, penggunaan bunga osmanthus dalam makanan dan minuman harus memperhatikan jenis serta kualitas bahan. Bunga yang digunakan sebaiknya memang dijual untuk keperluan pangan, bukan bunga hias yang belum tentu aman dikonsumsi.
Bagi orang yang baru pertama kali mencoba Osmanthus Milk, aroma bunga mungkin menjadi pengalaman yang berbeda dibandingkan minuman susu pada umumnya. Rasanya tidak selalu seperti meminum teh bunga yang kuat karena susu dapat membuat karakter aromanya terasa lebih lembut.
Seperti Apa Rasa Osmanthus Milk?
Pertanyaan yang banyak muncul setelah Osmanthus Milk viral adalah bagaimana rasa minuman tersebut.
Secara umum, rasa Osmanthus Milk bergantung pada bahan dan takaran yang digunakan. Jika dibuat menggunakan susu dan madu, minuman ini cenderung memiliki rasa creamy, manis, dan aroma bunga yang lembut.
Susu menjadi unsur utama yang memberikan tekstur. Penggunaan susu sapi segar, susu rendah lemak, atau susu nabati dapat menghasilkan sensasi yang berbeda. Susu dengan kandungan lemak lebih tinggi biasanya memberikan tekstur yang terasa lebih penuh, sedangkan pilihan lain dapat menghasilkan karakter yang lebih ringan.
Madu berfungsi sebagai pemanis sekaligus memberikan aroma tambahan. Takaran madu dapat disesuaikan dengan selera, terutama bagi orang yang tidak menyukai minuman terlalu manis.
Sementara itu, osmanthus menjadi ciri khas yang membedakan minuman ini dari susu madu biasa. Aromanya memberi kesan floral yang lembut. Jika jumlah bunga terlalu sedikit, wanginya mungkin sulit terasa. Sebaliknya, penggunaan bahan yang berlebihan dapat membuat aromanya terlalu dominan.
Pada versi yang menggunakan teh, rasa minuman akan berbeda. Osmanthus Milk Tea dapat menghadirkan perpaduan antara aroma bunga, rasa susu, dan karakter teh yang digunakan.
Teh oolong, misalnya, dapat memberikan aroma khas serta sedikit rasa sepat. Perpaduan tersebut membuat minuman terasa lebih kompleks dibandingkan campuran susu, madu, dan osmanthus saja.
Osmanthus Milk juga dapat disajikan dengan es batu untuk menghasilkan minuman dingin. Pada beberapa kreasi, bahan tambahan seperti jelly atau krim dapat digunakan untuk memberikan tekstur berbeda.
Karena resepnya cukup fleksibel, tidak ada satu rasa yang sepenuhnya mewakili semua variasi Osmanthus Milk. Minuman yang dibuat di rumah bisa berbeda dari produk kedai, terutama jika kedai menggunakan sirup osmanthus, konsentrat teh, atau bahan pemanis khusus.
Bagi penonton The Early Spring yang ingin mencoba minuman serupa, hal terpenting adalah memahami bahwa osmanthus memberikan karakter aroma, sementara susu dan madu menentukan sebagian besar rasa dasar minuman.
Cara Membuat Osmanthus Milk Sendiri di Ruma
Kabar baiknya, Osmanthus Milk dapat dibuat sendiri di rumah tanpa memerlukan peralatan khusus. Bahan-bahannya relatif sederhana, asalkan bunga osmanthus yang digunakan memang layak untuk konsumsi.
Berikut contoh resep dasar yang terinspirasi dari perpaduan susu, madu, dan bunga osmanthus. Takaran dapat disesuaikan dengan selera.
Bahan-bahan
- 200 mililiter susu cair.
- 1–2 sendok teh madu, sesuai selera.
- Sekitar 1 sendok teh bunga osmanthus kering khusus pangan.
- Es batu secukupnya jika ingin menyajikannya dingin.
- Sedikit air panas untuk membantu menyeduh bunga.
Langkah membuat Osmanthus Milk
- Seduh bunga osmanthus
Masukkan bunga osmanthus kering ke dalam wadah, kemudian tuangkan sedikit air panas. Diamkan selama beberapa menit agar aromanya keluar. Gunakan air secukupnya agar rasa bunga tidak terlalu encer.
- Campurkan madu
Setelah seduhan bunga siap, tambahkan madu dan aduk hingga tercampur rata. Madu dapat dimasukkan ketika cairan sudah tidak terlalu panas agar proses pencampuran lebih mudah.
- Siapkan susu
Tuangkan susu cair ke dalam gelas. Susu dapat digunakan dalam keadaan dingin atau hangat, sesuai selera.
- Campurkan seduhan osmanthus
Tuangkan seduhan bunga dan madu ke dalam susu secara perlahan. Aduk hingga seluruh bahan tercampur.
- Sajikan sesuai selera
Jika ingin membuat versi dingin, tambahkan es batu. Sebagai pelengkap, sedikit bunga osmanthus kering yang aman dikonsumsi dapat ditaburkan di atas minuman.
Resep ini merupakan versi sederhana untuk dicoba di rumah, bukan klaim bahwa takarannya sama persis dengan minuman yang dibuat dalam drama. Hasil akhir akan dipengaruhi oleh jenis susu, kualitas madu, dan kekuatan aroma bunga.
Tips agar rasa Osmanthus Milk lebih seimbang
Ada beberapa hal yang dapat diperhatikan ketika membuat minuman ini.
Pertama, jangan langsung menggunakan terlalu banyak bunga. Mulailah dari takaran kecil, lalu sesuaikan setelah mengetahui kekuatan aromanya.
Kedua, atur jumlah madu berdasarkan selera. Susu sendiri sudah memiliki rasa khas, sehingga pemanis berlebihan dapat menutupi aroma osmanthus.
Ketiga, pilih susu sesuai tekstur yang diinginkan. Susu full cream dapat memberikan hasil lebih creamy, sedangkan susu rendah lemak cenderung terasa lebih ringan.
Keempat, gunakan bahan yang memang ditujukan untuk konsumsi. Hindari memakai bunga dari toko tanaman hias yang tidak mencantumkan keterangan keamanan pangan.
Terakhir, jika membuat versi dingin, aduk minuman hingga rata sebelum diminum. Madu dapat mengendap atau lebih sulit bercampur ketika langsung dimasukkan ke dalam cairan yang sangat dingin.
Apakah Osmanthus Milk Bisa Ditemukan di Indonesia?
Penonton The Early Spring di Indonesia tidak harus membuat Osmanthus Milk sendiri untuk mencoba minuman dengan karakter serupa. Sejumlah kedai minuman telah menawarkan produk berbahan osmanthus, baik dalam bentuk teh, milk tea, maupun kreasi lain.
Namun, penting untuk memperhatikan nama dan komposisi menu. Minuman yang dijual sebagai Osmanthus Milk Tea belum tentu sama dengan Osmanthus Milk yang muncul dalam drama.
Pada Osmanthus Milk Tea, teh menjadi bagian dari komposisi utama. Adapun Osmanthus Milk yang dibuat dari susu, madu, dan bunga osmanthus tidak harus menggunakan teh.
Perbedaan ini berpengaruh terhadap rasa, aroma, dan tekstur. Karena itu, konsumen yang ingin mencicipi minuman seperti dalam adegan drama sebaiknya memeriksa komposisi menu atau bertanya langsung kepada penjual.
Berikut beberapa pilihan yang disebut dalam naskah sumber.
- OSMA
OSMA menawarkan sejumlah minuman berbahan osmanthus, di antaranya Ice Osmanthus Tea, Osmanthus Milk Tea, Osmanthus Milk Tea Jelly, dan Osmanthus Grass Jelly.
Pilihan tersebut memberikan variasi bagi konsumen yang ingin menikmati aroma osmanthus dalam bentuk minuman berbeda. Ada pilihan yang menonjolkan teh, ada pula yang memadukannya dengan susu dan tambahan jelly.
Berdasarkan informasi dalam naskah sumber, harga minuman OSMA berada di kisaran Rp12.000 hingga Rp30.000-an, bergantung pada varian dan ukuran.
Konsumen yang ingin mencoba minuman dengan tekstur lebih creamy dapat mempertimbangkan varian milk tea. Sementara itu, pilihan teh osmanthus dapat menjadi alternatif bagi mereka yang lebih menyukai minuman ringan tanpa dominasi susu.
Meski demikian, ketersediaan menu dan harga perlu diperiksa kembali melalui gerai atau kanal resmi OSMA karena dapat berbeda menurut lokasi dan periode penjualan.
- CHAGEE Indonesia
Jaringan minuman CHAGEE Indonesia juga disebut memiliki menu Osmanthus Oolong Milk Tea. Minuman ini memadukan teh oolong dengan osmanthus dan susu.
Perpaduan tersebut menghasilkan karakter yang berbeda dari campuran susu dan madu saja. Teh oolong memiliki aroma khas yang dapat berpadu dengan wangi bunga osmanthus, sedangkan susu memberikan tekstur lebih lembut.
Bagi konsumen yang menyukai minuman teh susu, kombinasi ini bisa menjadi pilihan untuk mengenal cita rasa osmanthus.
Harga yang tercantum dalam naskah sumber berada di sekitar Rp47.000. Namun, angka tersebut perlu dikonfirmasi kembali melalui daftar menu resmi karena harga dapat berubah berdasarkan lokasi, ukuran, dan kebijakan penjualan.
Perlu diingat, Osmanthus Oolong Milk Tea tidak sepenuhnya identik dengan Osmanthus Milk dalam The Early Spring. Penggunaan teh oolong menjadi pembeda utama dari versi yang hanya mengandalkan susu, madu, dan bunga.
- Sancha
Sancha juga disebut menawarkan beberapa pilihan minuman dengan osmanthus, termasuk Osmanthus Milk Tea, Osmanthus Matcha Latte, dan Osmanthus Iced Tea.
Pilihan tersebut memperlihatkan bahwa aroma bunga osmanthus dapat dipadukan dengan berbagai bahan. Pada Osmanthus Milk Tea, susu dan teh menjadi unsur utama, sedangkan Osmanthus Matcha Latte menggabungkan karakter matcha dengan aroma bunga.
Adapun Osmanthus Iced Tea dapat menjadi pilihan bagi orang yang menginginkan minuman lebih ringan tanpa dominasi susu.
Berdasarkan naskah sumber, harga minuman Sancha berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp35.000-an, bergantung pada varian. Harga dan ketersediaan menu tetap perlu dikonfirmasi sebelum berkunjung atau melakukan pemesanan.
Dengan adanya beberapa pilihan tersebut, konsumen dapat menyesuaikan minuman berdasarkan selera. Mereka yang menyukai rasa creamy bisa memilih varian berbahan susu, sedangkan penggemar teh dapat mencoba pilihan yang lebih menonjolkan rasa seduhan.
Perbedaan Osmanthus Milk dan Osmanthus Milk Tea
Meskipun memiliki nama yang mirip, Osmanthus Milk dan Osmanthus Milk Tea memiliki perbedaan mendasar dalam komposisinya.
| Aspek | Osmanthus Milk | Osmanthus Milk Tea |
| Bahan utama | Susu dan osmanthus | Teh, susu, dan osmanthus |
| Rasa dominan | Lembut, creamy, dan floral | Perpaduan rasa teh, susu, dan floral |
| Penggunaan teh | Tidak wajib | Menjadi bagian utama |
| Pemanis | Dapat memakai madu atau gula | Dapat memakai madu, gula, atau sirup |
| Karakter minuman | Menonjolkan susu dan aroma bunga | Menonjolkan perpaduan teh dan bunga |
Perbedaan tersebut bukan berarti salah satu lebih baik daripada yang lain. Pilihan bergantung pada cita rasa yang ingin dinikmati.
Jika ingin mendekati versi sederhana yang muncul dalam The Early Spring, minuman berbahan susu, madu, dan osmanthus bisa menjadi titik awal. Jika lebih menyukai minuman dengan karakter teh yang terasa, Osmanthus Milk Tea atau Osmanthus Oolong Milk Tea dapat menjadi alternatif.
Konsumen juga perlu memperhatikan kandungan gula. Minuman kedai dapat menggunakan sirup atau pemanis tambahan yang jumlahnya berbeda dari resep rumahan. Jika ingin mengurangi rasa manis, tanyakan apakah tingkat gula dapat disesuaikan.
Mengapa Makanan dan Minuman dalam Drama China Bisa Viral?
Fenomena Osmanthus Milk memperlihatkan bagaimana sebuah adegan singkat dapat memunculkan tren di luar cerita utama. Dalam drama, makanan dan minuman sering kali hadir sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari karakter. Namun, bagi penonton, detail tersebut dapat memberikan pengalaman yang terasa akrab sekaligus memancing rasa ingin tahu.
Adegan ketika seorang karakter membuatkan minuman untuk karakter lain juga dapat memiliki fungsi dalam cerita. Tindakan sederhana tersebut bisa memperlihatkan perhatian, kedekatan, atau perubahan hubungan di antara mereka.
Pada saat yang sama, penyajian makanan dan minuman sering dibuat menarik secara visual. Warna, bentuk gelas, bahan yang digunakan, hingga cara penyajian dapat membuat suatu produk mudah diingat oleh penonton.
Ketika adegan tersebut dibagikan ulang melalui media sosial, perhatian terhadap detail kecil bisa meluas. Penonton mulai bertanya mengenai nama minuman, bahan, resep, atau tempat untuk membelinya.
Hal serupa dapat terjadi pada hidangan khas yang muncul dalam film dan serial. Makanan yang sebelumnya belum dikenal oleh sebagian penonton bisa mendapat perhatian setelah tampil berulang kali atau memiliki hubungan dengan karakter favorit.
Meski begitu, viralnya sebuah minuman tidak selalu berarti minuman tersebut baru ditemukan. Dalam kasus osmanthus, bunga ini sudah lama digunakan dalam tradisi kuliner Asia Timur. Drama The Early Spring menjadi salah satu konteks yang membuat lebih banyak penonton tertarik mengenalnya.
Media sosial kemudian berperan sebagai ruang untuk berbagi pengalaman. Penggemar dapat mengunggah resep buatan sendiri, menunjukkan hasil percobaan, atau membandingkan minuman rumahan dengan produk yang dijual di kedai.
Bagi pelaku usaha minuman, tren semacam ini juga dapat membuka peluang untuk memperkenalkan menu berbahan serupa. Namun, keberlanjutan tren tetap bergantung pada rasa, harga, ketersediaan bahan, dan minat konsumen setelah perhatian awal mereda.
Osmanthus Milk, Minuman Sederhana yang Menarik Perhatian Penonton
Osmanthus Milk menjadi salah satu detail menarik dari drama China The Early Spring yang dibintangi Jing Boran dan Sun Qian. Minuman tersebut muncul ketika Luke membuatkan minuman untuk Flora, menggunakan madu, susu, dan bunga berwarna keemasan.
Di balik tampilannya yang sederhana, osmanthus memiliki sejarah penggunaan dalam berbagai minuman dan hidangan Asia Timur. Bunganya dikenal karena aroma manis yang lembut, sehingga dapat dipadukan dengan susu, madu, dan teh.
Bagi penonton di Indonesia yang ingin mencobanya, ada dua pilihan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, membuat sendiri versi sederhana menggunakan susu, madu, dan bunga osmanthus kering yang aman dikonsumsi. Kedua, mencari minuman berbahan osmanthus di kedai yang menawarkan varian milk tea, teh, atau latte.
OSMA, CHAGEE Indonesia, dan Sancha merupakan beberapa nama yang disebut dalam naskah sumber sebagai pilihan minuman berbahan osmanthus. Namun, jenis menu, harga, dan ketersediaannya perlu diperiksa kembali melalui informasi resmi masing-masing merek.
Hal yang perlu diingat, Osmanthus Milk tidak selalu sama dengan Osmanthus Milk Tea. Minuman pertama menonjolkan perpaduan susu dan bunga, sedangkan minuman kedua menggunakan teh sebagai bahan utama tambahan.
Pada akhirnya, popularitas Osmanthus Milk menunjukkan bahwa daya tarik drama tidak hanya berasal dari jalan cerita dan penampilan para pemain. Detail sederhana seperti minuman yang dibuat oleh seorang karakter pun dapat membuat penonton penasaran, mencari informasi, dan mencoba pengalaman serupa dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber : www.kompas.com
