Anggota DPR RI Verrell Bramasta saat mengikuti rapat di Komisi X Gedung DPR RI, Jakarta. (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Verrell Bramasta, yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI dari Komisi X, menanggapi aksi demonstrasi besar-besaran yang dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) terhadap Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro, Senin (20/1). Ia mengaku terkejut mendengar kabar tersebut, terutama karena demo tersebut diduga dipicu oleh pemberhentian sepihak seorang pegawai bernama Neni Herlina.
Neni mengungkapkan bahwa ia menghadapi perlakuan tidak menyenangkan dalam tugasnya, termasuk adanya ancaman pemecatan dari Menteri Satryo.
Verrell menyampaikan rasa kaget dan keprihatinannya atas kejadian tersebut, terutama karena selama ini ia mengenal Menteri Satryo sebagai sosok yang baik. Namun, ia menegaskan bahwa jika benar ada kekerasan verbal atau fisik terhadap pegawai, hal ini sangat disayangkan. Menurut Verrell, aksi demonstrasi seharusnya dapat dicegah jika tersedia ruang dialog yang memadai.
Ia juga menyayangkan tindak kekerasan dalam bentuk apa pun dan menekankan pentingnya menjunjung adab di atas ilmu. Namun, ia menekankan untuk tidak bersikap terlalu reaktif sebelum mendapatkan klarifikasi langsung dari pihak terkait.
Menteri Satryo sendiri telah memberikan pernyataan terkait demo ini. Ia menjelaskan bahwa aksi tersebut terjadi akibat upaya mutasi besar-besaran yang dilakukan kementerian sebagai persiapan pembagian menjadi tiga kementerian baru, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghemat anggaran negara.
Sementara itu, Sekjen Kemendiktisaintek, Togar M. Simatupang, memastikan bahwa isu pemecatan tidak benar dan hanya ada proses rotasi serta mutasi pegawai untuk mendukung program Asta Cita Presiden. Neni Herlina juga tetap bekerja di kementerian, dan situasi telah diselesaikan dengan damai.
