Jay Idzes sedang didekati oleh Udinese. (Instagram/@jayidzes)
Buletinmedia.com – Udinese dikabarkan tengah serius mengincar kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, dari klub Venezia. Klub Serie A tersebut bahkan dikabarkan siap menggelontorkan dana sebesar 25 juta euro atau sekitar Rp469 miliar demi mendapatkan bek tengah berusia 25 tahun itu. Jika transfer ini terwujud, maka akan menjadi rekor pembelian termahal dalam sejarah klub Udinese, melampaui Rolando Mandragora yang didatangkan dari Juventus senilai 20 juta euro pada tahun 2018.
Langkah Udinese merekrut Idzes disebut sebagai bagian dari rencana mengisi posisi yang kemungkinan ditinggalkan oleh Jaka Bijol. Bek asal Slovenia itu sedang diminati sejumlah klub besar seperti AC Milan dan Leeds United. Jay Idzes dinilai sebagai pengganti ideal, mengingat performa solidnya bersama Venezia dan pengalamannya bermain reguler di Serie A musim lalu. Posturnya yang mencapai 190 cm dan gaya bermain yang disiplin membuatnya jadi opsi utama Udinese.
Namun, Udinese tidak sendiri dalam perburuan pemain berdarah Belanda-Indonesia tersebut. Bologna dan Fiorentina dua klub yang akan tampil di kompetisi Eropa musim depan juga tertarik untuk mendatangkan Idzes. Persaingan semakin ketat mengingat kontrak sang pemain masih aktif hingga tahun 2027, membuat klub peminat harus menyiapkan tawaran yang serius jika ingin memboyongnya.
Meski begitu, Venezia yang terdegradasi ke Serie B musim depan membuka peluang besar bagi kepindahan Idzes. Dalam laporan Messagero Veneto, disebutkan bahwa kontrak Idzes memiliki klausul khusus yang mempermudah transfer jika timnya terdegradasi. Situasi ini bisa dimanfaatkan Udinese untuk mempercepat proses negosiasi, terutama jika sang pemain sendiri ingin tetap bermain di level tertinggi sepak bola Italia.
Jika kesepakatan ini tercapai, Jay Idzes bukan hanya akan mencatat sejarah pribadi sebagai pemain Indonesia pertama yang jadi rekor transfer tertinggi klub Serie A, tapi juga memperkuat eksistensi talenta Asia Tenggara di kancah sepak bola Eropa. Transfer ini menjadi sinyal bahwa pemain Indonesia kini mulai dilirik klub-klub elite di Eropa, bukan sekadar sebagai pelengkap, tapi sebagai bagian penting dari strategi tim.
