Presiden Donald Trump di rapat umum MAGA untuk mendukung Sekretaris Negara Kansas Kris Kobach (shutterstock.com)
Buletinmedia.com – Harga minyak mentah global kembali mengalami penurunan pada perdagangan hari Jumat (24 Januari), yang dipicu oleh pernyataan dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang memberikan tekanan besar kepada Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk menurunkan harga minyak. Dalam sebuah langkah yang mencerminkan kebijakan luar negeri AS terkait energi, Trump mengungkapkan bahwa negara-negara penghasil minyak utama, termasuk Arab Saudi dan anggota OPEC lainnya, harus mempertimbangkan penurunan harga minyak mentah agar dapat membantu menstabilkan pasar energi global.
Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat berencana untuk meningkatkan produksi minyak domestiknya, dengan harapan bisa mengurangi ketergantungan pada pasokan minyak dari luar negeri, serta untuk menekan harga yang dianggapnya terlalu tinggi oleh konsumen dan industri AS. Ia meminta secara tegas agar OPEC, yang sering kali memainkan peran kunci dalam pengaturan pasokan minyak global, untuk menurunkan harga minyak mentah yang sudah cukup tinggi dan merugikan ekonomi dunia, khususnya Amerika.
Menurut laporan dari Reuters, setelah pernyataan Trump tersebut, harga minyak mentah Brent, yang merupakan acuan harga internasional, turun sebesar 50 sen menjadi US$77,95 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi patokan harga minyak di AS, mengalami penurunan sebesar 31 sen, sehingga mencapai US$74,31 per barel.
Penurunan harga minyak mentah ini juga dipengaruhi oleh data yang dirilis oleh Badan Informasi Energi AS (EIA), yang menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah di Amerika Serikat telah mencapai level terendah sejak Maret 2022. Berdasarkan data tersebut, stok minyak mentah AS turun sebesar 1 juta barel, menjadi 411,7 juta barel pada pekan yang berakhir pada 17 Januari, yang menandai penurunan selama sembilan minggu berturut-turut. Kondisi pasokan minyak yang semakin terbatas ini membuat Trump semakin mendesak untuk meningkatkan produksi minyak domestik, karena ia menilai harga minyak saat ini sudah terlalu tinggi dan memberikan dampak negatif terhadap perekonomian global, termasuk ekonomi AS.
Pada Kamis (23 Januari) di Forum Ekonomi Dunia yang berlangsung di Davos, Swiss, Trump secara terbuka menyatakan bahwa ia akan meminta OPEC untuk segera menurunkan harga minyak mentah guna menciptakan stabilitas ekonomi dunia. Dalam pidatonya, Trump juga menyampaikan rencana ambisius untuk mendorong Arab Saudi, yang merupakan anggota utama OPEC, untuk meningkatkan investasi di AS, dengan angka yang diperkirakan akan melonjak hingga mencapai US$1 triliun. Angka tersebut merupakan lonjakan signifikan dibandingkan dengan angka sebelumnya yang dilaporkan media Saudi, yakni sebesar US$600 miliar. Trump berharap bahwa langkah tersebut dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi AS dan memperkuat hubungan antara kedua negara.
