Ilustrasi liburan bersama teman. (Foto: Thinkstock)
Buletinmedia.com – Generasi Z, yang kini memasuki usia dewasa muda, memiliki cara pandang yang berbeda dalam memilih destinasi wisata. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang cenderung mengunjungi tempat-tempat wisata populer dan ramai, Gen Z justru mencari pengalaman yang lebih mendalam, autentik, dan terhubung dengan budaya lokal. Fenomena ini dikenal dengan istilah local immersion, di mana mereka lebih memilih untuk merasakan langsung kehidupan masyarakat setempat daripada sekadar berfoto di destinasi wisata terkenal.
Gaery Undarsa, Co-founder sekaligus Chief Marketing Officer tiket.com, menjelaskan bahwa perubahan tren ini semakin mencolok di kalangan wisatawan muda. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Gaery menyatakan, “Gen Z lebih mengutamakan pengalaman yang benar-benar autentik. Mereka lebih tertarik untuk menyelami budaya lokal daripada sekadar datang ke tempat wisata populer.”
Mencari ‘Hidden Gem’ dan Pengalaman Unik
Gen Z tidak hanya mencari destinasi yang sudah dikenal luas. Mereka lebih memilih tempat-tempat yang belum banyak dikunjungi dan cenderung belum terekspos. “Mereka lebih mencari sesuatu yang unik dan eksklusif. Bahkan semakin tidak terkenal tempatnya, justru semakin menarik bagi mereka,” lanjut Gaery.
Destinasi yang dianggap sebagai “hidden gem” atau tempat tersembunyi kini menjadi primadona bagi generasi ini. Gen Z ingin menjelajahi lokasi-lokasi yang menawarkan pengalaman berbeda, jauh dari keramaian turis. Mereka ingin merasakan keindahan alam yang masih alami dan budaya lokal yang kaya tanpa intervensi mass tourism yang seringkali mengubah esensi dari suatu tempat.
Coolcations: Liburan dengan Suasana Sejuk dan Tenang
Tren baru yang turut menarik perhatian Gen Z adalah konsep coolcations. Berbeda dengan liburan di destinasi wisata mainstream, coolcations mengacu pada perjalanan ke tempat-tempat dengan suasana sejuk dan pemandangan alam yang tenang. Biasanya, destinasi ini tidak terlalu populer, memberikan rasa eksklusif dan jauh dari hiruk-pikuk.
Menurut Gaery, “Coolcations berkaitan dengan tempat-tempat yang terlihat keren dan eksklusif. Ini adalah lokasi yang belum banyak diketahui orang, tapi menawarkan suasana yang lebih sejuk dan pemandangan yang alami.” Tren ini semakin populer karena banyak wisatawan muda yang ingin menikmati lingkungan yang lebih tenang dengan suhu yang sejuk, jauh dari keramaian kota.
Keberlanjutan Jadi Prioritas dalam Wisata
Selain memilih destinasi unik, Generasi Z juga semakin peduli dengan keberlanjutan lingkungan. Kesadaran mereka terhadap isu-isu lingkungan membuat tempat-tempat wisata yang ramah lingkungan dan mendukung keberlanjutan semakin diminati. Sustainable tourism, yang berfokus pada pelestarian alam dan budaya lokal, menjadi faktor penentu dalam memilih destinasi liburan.
“Tempat-tempat yang mengusung konsep sustainable tourism semakin menarik bagi Gen Z, karena mereka memiliki kesadaran yang tinggi terhadap keberlanjutan alam,” tambah Gaery. Oleh karena itu, destinasi wisata yang berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam dan budaya lokal semakin dicari oleh mereka.
Generasi Z: Wisata dengan Makna dan Kesadaran
Dengan semakin populernya tren local immersion dan coolcations, serta meningkatnya kesadaran terhadap keberlanjutan, Generasi Z tampaknya memiliki pola perjalanan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka bukan hanya sekadar mencari destinasi liburan, tetapi juga menginginkan pengalaman yang lebih mendalam, lebih ramah lingkungan, dan lebih menghubungkan mereka dengan budaya lokal.
Kesadaran ini menjadikan Gen Z sebagai generasi wisatawan yang lebih bijak, yang bukan hanya mencari destinasi untuk bersenang-senang, tetapi juga untuk merasakan kedalaman pengalaman dan dampak positif pada lingkungan sekitar. Sebuah transformasi besar yang diperkirakan akan terus berkembang di masa depan.
