foto/id.wikipedia.org/wiki/Google
Raksasa teknologi dunia, Google, kembali menjadi sorotan setelah melancarkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menyasar ratusan karyawan di minggu ini. Langkah ini terutama menimpa para pekerja di divisi Platform dan Devices—unit strategis yang mengelola beragam produk andalan Google, seperti lini ponsel Pixel, sistem operasi Android, serta peramban Chrome.
Meski jumlah pasti pegawai yang terdampak tak dijabarkan secara gamblang, laporan dari The Information mengungkap bahwa PHK ini dilakukan tak lama setelah Google menawarkan skema buyout atau pengunduran diri sukarela kepada sekitar 25.000 karyawan di divisi serupa pada Januari 2025. Upaya ini tampaknya merupakan bagian dari strategi penyusutan yang dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi operasional perusahaan.
Dalam pernyataan resminya, juru bicara Google menegaskan bahwa langkah PHK ini adalah konsekuensi dari upaya perusahaan dalam menyatukan dan menyederhanakan struktur internalnya setelah beberapa tahun lalu dilakukan penggabungan divisi.
“Sejak divisi Platform dan Devices kami gabungkan, fokus kami adalah meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Salah satunya melalui pengurangan jumlah pegawai, selain program buyout yang telah kami tawarkan pada Januari,” ujarnya, dikutip dari Reuters pada Minggu, 13 April 2025.
Ini bukan kali pertama Google mengambil langkah drastis semacam ini. Dua tahun lalu, pada 2023, perusahaan pimpinan Sundar Pichai itu juga mengguncang dunia teknologi dengan memecat sekitar 12.000 karyawan, atau sekitar 6% dari total tenaga kerja globalnya saat itu.
Dalam sebuah pertemuan internal pada waktu itu, Sundar Pichai menjelaskan bahwa keputusan sulit tersebut diambil untuk mencegah dampak yang lebih buruk terhadap stabilitas perusahaan di tengah gejolak ekonomi dunia, penurunan belanja digital, serta ketatnya persaingan dalam pengembangan teknologi baru, khususnya kecerdasan buatan (AI).
“Jika kami tidak mengambil tindakan yang cepat, jelas, dan tegas, maka masalah yang ada bisa menjadi lebih rumit dan jauh lebih parah. Maka, keputusan untuk mem-PHK 12.000 pegawai itu adalah langkah yang harus saya ambil,” ungkap Pichai kala itu.
Meski belum jelas negara mana saja yang terdampak PHK terbaru ini, langkah Google mencerminkan tekanan besar yang dihadapi perusahaan-perusahaan teknologi global dalam menavigasi era baru transformasi digital, penghematan operasional, serta percepatan inovasi berbasis AI.
