Crab Cake sajian yang dihidangkan saat pelantikan Donald Trump (shutterstock.com)
Buletinmedia.com – Pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47 pada Senin (20/1/2025) diwarnai dengan jamuan makan siang yang menggugah selera di Statuary Hall, US Capitol. Meskipun dikenal sebagai penggemar makanan cepat saji (junk food), kali ini Trump memilih hidangan-hidangan istimewa yang menunjukkan sisi kuliner yang lebih mewah.
Dalam acara makan siang yang dihadiri oleh tamu undangan dari berbagai kalangan, Trump memulai hidangan pertama dengan crab cake yang disajikan bersama tomat tartar, acar sayuran, minyak kucai, dan segelas anggur chardonnay asal Monticello, Virginia. Tidak berhenti di situ, hidangan utama yang disajikan untuk sang Presiden adalah angus ribeye steak yang dipadukan dengan wortel, brokoli, dan kentang gratin, serta saus truffle anggur merah yang memberikan cita rasa khas.
Sebagai penutup, Trump menikmati es krim masam dan karamel asin, atau dikenal dengan nama Minnesota apple ice box terrine. Hidangan penutup yang manis ini melengkapi rangkaian jamuan makan yang sangat berkelas tersebut. Untuk para tamu, aneka pilihan anggur juga disajikan, mulai dari chardonnay dari Monticello, cabernet sauvignon dari Napa Valley, hingga anggur bersoda alami dari Sonoma County, California.
Sementara itu, meskipun banyak tamu yang memilih untuk menikmati anggur yang disediakan, Trump tetap setia pada kebiasaannya. Sang Presiden diketahui tidak meminum anggur dan memilih untuk mengonsumsi diet coke, minuman favoritnya yang sudah terkenal sejak lama.
Tahun 2017, pada pelantikan pertama Trump, menu makan siang juga menyuguhkan hidangan mewah seperti lobster Maine dan udang, serta steak angus dan souffle cokelat. Namun, pada tahun ini, hidangan yang disajikan tampak semakin elegan dan berkelas, mencerminkan pergeseran dari kebiasaan Trump yang lebih sederhana dalam memilih makanan.
Momen makan siang pasca pelantikan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sebuah refleksi tentang selera makan sang Presiden yang kini seolah lebih terbuka terhadap variasi kuliner mewah, meskipun tetap tidak bisa lepas dari kebiasaan uniknya yang menggemari junk food.
