Rio Waida raih posisi runner up di WSL Fiji Pro 2024. (REUTERS/Carlos Barria)
Buletinmedia.com – Atlet selancar ombak Indonesia, Rio Waida, menunjukkan kemampuannya yang luar biasa di ajang World Surfing League (WSL) Pipe Pro di Oahu, Hawaii, AS. Pada Kamis (30/1/2025) WIB, Rio berhasil melaju ke babak 32 besar setelah menempati posisi kedua pada babak pertama kompetisi bergengsi tersebut. Dalam pertandingan yang disiarkan langsung oleh WSL, Rio bersaing dengan peselancar ternama dunia seperti Kanoa Igarashi dari Jepang dan Joel Vaughan dari Australia di Heat 8.
Rio tampil agresif sejak awal perlombaan, berusaha memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Dengan mengandalkan kemampuan teknik dan ketepatan dalam memilih ombak, peselancar berusia 25 tahun itu berhasil mencatatkan dua ombak terbaik dari tujuh kali percobaan, dengan nilai 3,33 poin dan 4,50 poin. Dengan total 7,83 poin, Rio berada di urutan kedua, hanya tertinggal dari Igarashi yang mengumpulkan 10,06 poin.
Perlombaan di Pipe Pro Hawaii ini mempertemukan 36 peselancar terbaik dunia, yang terbagi dalam 12 heat. Hanya dua peselancar terbaik dari setiap heat yang akan melaju ke babak Bracket Stage, sementara mereka yang berada di posisi terendah harus bersiap untuk bergabung dengan Elimination Round. Berkat pencapaiannya yang solid, Rio berhasil lolos ke babak berikutnya dan semakin mendekatkan dirinya untuk bersaing di level dunia.
Pelatih kepala timnas surfing Indonesia, Arya Subyakto, mengungkapkan bahwa Rio telah melakukan persiapan matang selama masa off season untuk mempersiapkan diri dalam Championship Tour pertama musim ini. “Persiapan Rio sudah sangat banyak latihan ketika off season kemarin. Skill semua peselancar di CT sudah merata, tapi surfing ini faktor luck-nya sangat besar, jadi ya lagi-lagi semoga semesta alam berpihak pada Rio,” kata Arya di kutip dari laman Antara.
Pencapaian ini menjadi tambahan semangat bagi Rio yang memulai musim 2025 dengan menempati peringkat delapan dunia. Salah satu pencapaian penting yang membantunya meraih posisi tersebut adalah keberhasilannya menjadi runner-up di WSL Fiji Pro pada Agustus 2024. “Tentunya ini menambah rasa percaya diri Rio. Semoga Rio bisa terus melaju di 12 event CT tahun ini, apalagi pada pertengahan tahun ada mid-cut hanya 22 peselancar yang bisa ikut berpartisipasi. Ini harus diantisipasi,” ujar Arya, mengingat pentingnya setiap event untuk meraih peringkat tinggi.
Dengan perjalanan yang masih panjang, Rio Waida kini sedang mempersiapkan diri untuk melaju lebih jauh, berkompetisi dengan peselancar dunia lainnya. Diharapkan, semangat dan ketangguhan Rio terus menginspirasi para penggemar selancar ombak di Indonesia dan membawa nama bangsa ke kancah internasional.
