Petugas kesehatan Puskesmas Rajapolah ketika memberikan penanganan medis terhadap pelajar yang mengalami keracunan menu MBG di Rajapolah, Kamis (1/5/2025). (Sumber Foto : Tribun Jabar)
Buletinmedia.com – Puluhan siswa di Rajapolah, Tasikmalaya, Jawa Barat, dilarikan ke Puskesmas pada Kamis (1/5) malam setelah mengalami gejala keracunan, seperti diare, muntah, sakit perut, mual, dan lemas. Para siswa yang terdiri dari pelajar TK, SD, dan SMP tersebut sebelumnya mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah mereka pada Rabu (30/4). Kejadian ini menarik perhatian warga dan pihak berwenang yang mulai menyelidiki penyebab pasti dari keracunan tersebut.
Puskesmas Rajapolah mencatat ada 24 siswa yang datang untuk berobat. Sebanyak delapan di antaranya harus menjalani rawat inap, sementara satu siswa dirujuk ke rumah sakit atas permintaan keluarga. Kepala Puskesmas Rajapolah, Hani Hariri, menjelaskan bahwa meskipun sebagian besar pasien sudah mulai membaik, pihaknya terus memantau kondisi para siswa dan siap memberikan penanganan lebih lanjut sesuai dengan prosedur medis.
Sejak Kamis siang, jumlah pasien yang datang ke Puskesmas terus meningkat. Mereka mengeluhkan keluhan yang serupa, seperti sakit perut, mual, lemas, dan diare. Hani menambahkan bahwa Puskesmas tetap siaga untuk menangani jika ada pasien tambahan yang datang. Meskipun sebagian besar pasien menunjukkan tanda-tanda pemulihan, petugas medis terus memantau dan memberikan perawatan sesuai dengan kondisi masing-masing.
Salah satu orang tua siswa, Rosita, menceritakan bahwa dua anaknya mengonsumsi MBG di sekolah pada hari Rabu. Anak keduanya mulai diare pada malam hari dan dibawa ke Puskesmas pada Kamis malam. Rosita menyebutkan bahwa anak yang menghabiskan makanan, termasuk sayuran tumis labu, mengalami gejala lebih parah, sementara anak yang tidak menghabiskan sayuran tampak tidak terganggu. Hal ini mengindikasikan adanya kemungkinan masalah dengan kualitas makanan yang diberikan.
Pihak kepolisian dari Polres Tasikmalaya Kota juga terlibat dalam penyelidikan kejadian ini. Mereka meminta keterangan dari beberapa siswa yang terlibat dan berusaha memperoleh sampel makanan MBG yang dikonsumsi oleh para siswa. Pihak kepolisian bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menyelidiki kemungkinan penyebab keracunan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan
