Paulo Fonseca. Foto: AP/Antonio Calanni
Pelatih Lyon, Paulo Fonseca, yang baru saja bergabung dengan klub tersebut pada Januari 2025, kini terpaksa menghadapi hukuman larangan melatih selama 9 bulan setelah insiden emosional di pertandingan Ligue 1. Hukuman tersebut diberikan oleh French Professional Football League (FLP) setelah tindakan Fonseca yang marah-marah di hadapan wasit Benoit Millot pada pertandingan Lyon melawan Brest, yang berakhir dengan kemenangan 2-1 bagi Lyon.
Insiden itu terjadi pada akhir pertandingan saat waktu tambahan, ketika Fonseca merasa sangat kesal dengan keputusan wasit yang kemudian mengeluarkan kartu merah untuknya. Tak terima dengan keputusan itu, Fonseca melanjutkan kemarahannya dengan menghadap wasit dan bahkan terlihat menyentuh wajah Millot dengan kepalanya, yang memicu ketegangan lebih lanjut. Kejadian tersebut segera dihentikan setelah kapten Lyon, Corentin Tolisso, menariknya menjauh.
Wasit Millot menggambarkan sikap Fonseca sebagai sangat mengintimidasi dan agresif. “Ia datang mendekat dengan sangat mengintimidasi, sehingga saya merasa harus memberikan kartu merah,” ungkap Millot dalam wawancaranya dengan L’Équipe. Fonseca tampaknya mendekat dengan sikap yang mengarah pada konfrontasi, dan meski ada sedikit kontak dengan bagian hidung wasit, tindakan tersebut dianggap tidak layak dilakukan oleh seorang pelatih profesional.
Sebagai akibat dari perilaku tersebut, FLP memutuskan untuk memberikan sanksi kepada Fonseca, yang melarangnya untuk hadir di area bench, ruang ganti, atau terlibat dalam kegiatan tim selama periode hukuman yang berlangsung hingga 30 November 2025. Sebelumnya, Paulo Fonseca ditunjuk sebagai pelatih baru Lyon pada 31 Januari 2025, menggantikan posisi yang sebelumnya ia tinggalkan di AC Milan, klub yang memecatnya pada 29 Desember 2024 setelah hanya melatih selama enam bulan.
