Ilustrasi gambar: OpenAI perkenalkan model baru bernama o3 (Foto : ixbt)
Buletinmedia.com – OpenAI, perusahaan teknologi kecerdasan buatan yang dikenal luas dengan produk seperti ChatGPT, baru saja melakukan langkah besar dalam re-branding. Mereka memperkenalkan logo dan desain baru yang mengusung konsep lebih modern, organik, dan manusiawi. Perubahan ini meliputi pembaruan logo, jenis huruf, serta palet warna yang lebih segar.
Logo baru OpenAI masih mempertahankan elemen bunga atau blossom, namun dengan desain yang lebih bersih dan ruang yang lebih luas di bagian tengah gambar. Tim desain internal yang dipimpin oleh Veit Moeller dan Shannon Jager menciptakan perubahan ini dengan tujuan untuk memberikan identitas yang lebih dekat dengan pengguna, sehingga tampak lebih ramah dan intuitif.
Perubahan terbesar dapat dilihat pada jenis huruf yang digunakan. OpenAI kini mengadopsi jenis huruf baru bernama OpenAI Sans. Jenis huruf ini memiliki karakteristik presisi geometris, namun dengan tambahan kelembutan dan kesan bulat pada setiap huruf, terutama pada huruf ‘O’ yang kini terlihat lebih padat dan simetris. Desain huruf ini memberi kesan modern dan profesional namun tetap mudah dibaca, menciptakan keseimbangan antara fungsionalitas dan estetika.
Meskipun logo dan jenis huruf baru ini memberikan banyak kebebasan untuk digunakan dalam berbagai produk dan layanan OpenAI, perusahaan tetap menetapkan aturan ketat dalam penggunaannya. Salah satu aturannya adalah larangan mengubah bentuk logo, menggunakan jenis huruf lain, serta menambahkan efek atau tekstur yang dapat merusak konsistensi visual identitas mereka. Dengan demikian, meskipun logo baru bisa digunakan lebih fleksibel, standar dan proporsi desain yang tepat harus tetap dijaga.
Re-branding ini menggarisbawahi komitmen OpenAI untuk tetap berinovasi, menjaga kualitas desain, dan menghadirkan citra yang lebih terhubung dengan pengguna. Sebagai perusahaan yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan, perubahan visual ini juga menunjukkan bahwa mereka semakin mengutamakan pengalaman pengguna yang lebih humanistik dan mudah diakses.
