San Francisco, AS, 15 Februari 2023: Konsep gedung kaca kantor pusat OpenAI. Simbol perusahaan kecerdasan buatan ChatGPT pada ilustrasi 3D fasad depan. – Foto oleh Skorzewiak
Buletinmedia.com – OpenAI baru saja mengakuisisi startup kecerdasan buatan Io, yang didirikan oleh Jony Ive, desainer legendaris Apple yang dikenal dengan karyanya di iPhone, iMac, dan MacBook. Akuisisi ini bernilai 6,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 106,2 triliun, dan menandai langkah besar dalam integrasi kecerdasan buatan ke dalam produk-produk masa depan. Io sendiri didirikan oleh Jony Ive bersama beberapa mantan rekan kerja Apple, seperti Scott Cannon, Evans Hankey, dan Tang Tan, pada tahun 2024. Startup ini berfokus pada pengembangan perangkat keras berbasis AI untuk mempermudah kehidupan penggunanya, yang berbeda dengan LoveFrom, perusahaan konsultan desain yang sudah didirikan Ive pada 2019.
CEO OpenAI, Sam Altman, sebenarnya sudah melakukan pendekatan dengan Io sejak 2023, sebelum perusahaan ini bahkan resmi berdiri. Hubungan pribadi dan profesional antara Altman dan Ive memang sudah lama terjalin, dan keduanya kerap berdiskusi mengenai berbagai proyek masa depan. Sebelumnya, OpenAI sudah memiliki 23 persen saham di Io, dan dengan akuisisi ini, Altman menyelesaikan pembelian 77 persen saham sisa yang bernilai sekitar 5 miliar dolar AS (Rp 81,7 triliun). Dengan demikian, OpenAI kini menguasai seluruh saham Io, dan seluruh karyawan Io, yang berjumlah sekitar 55 orang, akan bergabung dengan tim OpenAI.
Akibat akuisisi ini, tim Io yang terdiri dari berbagai profesional, termasuk insinyur hardware, pengembang software, dan spesialis manufaktur, akan bekerja di bawah naungan OpenAI. Hal ini memberikan keuntungan besar bagi OpenAI, karena Io memiliki pengalaman dan keahlian dalam pengembangan perangkat keras, yang dapat memperkuat lini produk mereka ke depan. Sebagai bagian dari kesepakatan, OpenAI dan Io juga merencanakan untuk merilis produk AI pertama mereka pada tahun 2026. Produk tersebut akan dirancang dengan sangat hati-hati oleh LoveFrom, perusahaan desain milik Jony Ive.
Meskipun produk yang direncanakan oleh OpenAI dan Io ini masih misterius, Sam Altman sudah menjelaskan bahwa produk tersebut tidak akan berkompetisi langsung dengan smartphone atau perangkat AI yang sudah ada seperti AI Pin dari Humane atau Rabbit R1 dari Rabbit Tech. Altman menyebut produk baru ini sebagai sesuatu yang sangat baru dan inovatif, yang dapat meningkatkan kehidupan penggunanya tanpa menggantikan perangkat yang sudah ada. Ia menekankan bahwa produk ini akan menjadi teknologi generasi baru yang tidak hanya menawarkan fungsi, tetapi juga cara baru bagi manusia untuk berinteraksi dengan teknologi.
Altman juga mengungkapkan bahwa ia telah mencoba purwarupa produk AI tersebut dan merasa sangat terkesan. Ia menyebutnya sebagai teknologi yang sangat revolusioner dan meyakini bahwa produk tersebut bisa memberikan dampak positif pada kehidupan sehari-hari. “Saya benar-benar yakin bahwa kita berada di ambang teknologi generasi baru,” kata Altman, mengungkapkan antusiasmenya. Jony Ive pun mengungkapkan keyakinannya bahwa teknologi ini dapat menjadikan penggunanya lebih baik di masa depan, menunjukkan betapa besar potensi yang dimiliki oleh hasil kolaborasi antara OpenAI dan Io.
