Ilustrasi OpenAI raih emas di olimpiade matematika (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Model penalaran terbaru OpenAI, sebuah large language model (LLM), berhasil menunjukkan performa luar biasa dalam simulasi Olimpiade Matematika Internasional (IMO) 2025. Meski tidak berpartisipasi secara resmi, model AI ini mampu menyelesaikan 5 dari 6 soal dengan tingkat kesulitan dan kondisi yang menyerupai kompetisi asli. Hasilnya, model tersebut meraih skor 35 dari 42 poin angka yang setara dengan pencapaian medali emas dalam ajang IMO tahun ini.
Alexander Wei, peneliti AI di OpenAI, menyebut pencapaian ini sebagai langkah besar bagi kemampuan penalaran model bahasa. Menurutnya, prestasi tersebut bukan hanya soal menghitung cepat, tetapi juga membuktikan bahwa model AI bisa berpikir kreatif dan menyusun argumen matematis kompleks, seperti yang dituntut dalam soal-soal IMO. Wei menegaskan, model tersebut mampu menghasilkan jawaban yang lengkap, runtut, dan dapat diverifikasi oleh para ahli matematika, termasuk tiga peraih medali IMO.
Di ajang IMO 2025 sendiri, hanya 67 dari total 630 peserta yang berhasil meraih medali emas. Ini menunjukkan bahwa soal-soal yang dihadapi memang sangat menantang, dan pencapaian model AI ini bukan sesuatu yang sepele. Menurut Wei, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa LLM modern bisa mengatasi tantangan yang biasanya hanya bisa diselesaikan oleh manusia dengan kemampuan matematika tingkat tinggi.
Meski mengesankan, OpenAI tidak berencana merilis model ini ke publik dalam waktu dekat. Wei menjelaskan bahwa LLM ini masih bersifat eksperimental dan digunakan sebagai bahan pengujian kemampuan penalaran AI tingkat lanjut. Namun, ia juga mengungkapkan bahwa OpenAI sedang bersiap untuk meluncurkan GPT-5 ke publik, meski belum dikonfirmasi apakah model yang digunakan dalam simulasi IMO ini merupakan bagian dari GPT-5.
Pencapaian ini memperlihatkan kemajuan pesat dalam pengembangan kecerdasan buatan, khususnya dalam hal penalaran dan pemecahan masalah kompleks. Jika sebelumnya AI lebih dikenal dalam ranah bahasa dan data, kini AI mulai menunjukkan taringnya dalam bidang yang membutuhkan intuisi dan kreativitas seperti matematika olimpiade. “Ini menunjukkan bahwa AI makin cerdas dan mampu bersaing di level tertinggi,” tutup Wei.
