Potret kue Janagel (YouTube/resep bunda yustin)
Buletinmedia.com – Jelang Lebaran, banyak masyarakat Yogyakarta yang mulai membuat janagel, kue khas yang terbuat dari adonan tepung, mentega, telur, dan gula, yang digoreng hingga renyah. Janagel memiliki sejarah panjang dan sudah ada sejak zaman Belanda, meski pamornya tidak setenar bakpia. Kue ini menjadi salah satu sajian tradisional yang hadir saat Lebaran di Yogyakarta, dan tetap dipertahankan oleh sejumlah keluarga sebagai bagian dari tradisi.
Salah satu orang yang masih setia membuat janagel adalah Siti Asiyah, seorang warga Bendosari, Madurejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman. Setiap tahunnya, ia selalu membuat janagel untuk disajikan kepada keluarga dan sanak saudara saat Lebaran. Menurutnya, keluarga sangat menyukai janagel, terutama anak-anaknya yang gemar dengan kue tersebut. “Saya membuatnya untuk keluarga, karena mereka suka dan banyak yang menanyakan jika tidak ada janagel,” ujar Siti.
Janagel memiliki rasa manis yang pas, renyah, dan aroma khas yang membuatnya berbeda dari kue-kue lainnya. Bentuknya yang unik, mirip dengan shuriken atau senjata tradisional Jepang, menjadi daya tarik tersendiri. Namun, proses pembuatan janagel tidak mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah membentuk kue tersebut sebelum digoreng, karena proses ini masih dilakukan secara manual. Selain itu, menguleni adonan hingga kalis juga membutuhkan usaha ekstra untuk menghasilkan janagel yang empuk dan enak.
Prakoso, anak Siti, menceritakan bahwa sejak kecil ia selalu diajak ibunya untuk membuat janagel setiap Lebaran. Baginya, kehadiran kue ini sudah menjadi bagian dari tradisi keluarga yang tak bisa dilewatkan. “Kalau tidak ada janagel, rasanya seperti ada yang kurang,” kata Prakoso. Kue ini memang sudah menjadi simbol kebersamaan keluarga, dan keberadaannya selalu dinantikan saat Lebaran.
Meskipun tidak semua daerah di Sleman membuat janagel, kue ini selalu laris manis saat Lebaran. “Satu hari saja sudah habis, banyak saudara yang suka,” tambah Prakoso. Janagel memang memiliki tempat khusus di hati banyak orang, dan menjadi kenangan manis yang terus dilestarikan oleh generasi demi generasi.
