Kecintaan BJ Habibie pada camilan Khas Sulawesi Selatan
Buletinmedia.com – BJ Habibie, Presiden ke-3 Republik Indonesia, dikenal tidak hanya sebagai seorang ilmuwan dan pemimpin negara, tetapi juga sebagai sosok yang sangat mencintai budaya dan tradisi Indonesia. Salah satu aspek yang mencerminkan kecintaannya terhadap warisan Indonesia adalah dalam hal kuliner. BJ Habibie memiliki ketertarikan khusus pada makanan-makanan tradisional, terutama yang berasal dari kampung halamannya di Sulawesi Selatan. Dalam kesehariannya, ia sering menikmati camilan khas daerah yang memiliki rasa khas dan nilai budaya yang tinggi.
Berikut adalah beberapa camilan khas Sulawesi Selatan yang menjadi favorit BJ Habibie, sebagaimana dilaporkan oleh Nova:
- Barongko

Barongko (Tangkapan Layar) Barongko adalah makanan khas Bugis Makassar Sulawesi Selatan. Kue yang terbuat dari pisang tumbuk, santan kelapa dan gula. Rasa manis dan krim, cocok untuk makanan penutup. (shutterstock.com)Barongko adalah salah satu camilan tradisional khas Makassar yang sangat disukai BJ Habibie. Terbuat dari pisang kepok, santan, telur, dan gula, Barongko menyajikan rasa manis yang lembut dengan tekstur yang kenyal. Pisang yang digunakan dihaluskan dan dicampur dengan bahan-bahan lain, lalu dibungkus dalam daun pisang dan dikukus. Proses memasak yang sederhana ini menghasilkan camilan yang memiliki perpaduan rasa gurih dan manis yang khas, menjadikannya sajian istimewa bagi pecinta kuliner tradisional.
- Es Pallu Butung

Es Pallu Butung (Tangkapan Layar) Es Pallu Butung adalah es tradisional favorit BJ Habibie sejak masa mudanya, berasal dari tanah Bugis, Sulawesi Selatan. Es ini terdiri dari bubur sumsum yang terbuat dari tepung beras, santan, gula pasir, daun pandan, dan garam, yang dimasak hingga kental dan matang. Bubur sumsum yang lezat kemudian dicampur dengan pisang dan sirup merah, lalu disajikan dingin dengan tambahan es batu. Es Pallu Butung sering disajikan sebagai hidangan penutup yang menyegarkan atau takjil saat berbuka puasa. Banyak yang menganggapnya mirip dengan es pisang hijau dari Makassar, namun dengan rasa yang lebih kompleks dan kaya.
- Putu Cangkir
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3604119/original/074802300_1634357850-shutterstock_35503279.jpg)
Putu Cangkir khas Makassar (Tangkapan Layar)
Putu Cangkir merupakan penganan tradisional di Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Terbuat dari beras ketan, gula merah, dan diisi dengan parutan kelapa. (shutterstock.com)Putu Cangkir adalah camilan tradisional yang tak kalah favorit bagi BJ Habibie. Terbuat dari ketan putih dan hitam yang ditumbuk hingga halus, dicampur dengan gula merah dan kelapa parut, Putu Cangkir memiliki rasa gurih manis yang lumer di mulut. Kue ini memiliki bentuk unik menyerupai cangkir terbalik, dengan bagian tengahnya berisi kelapa parut yang lembut. Setelah adonan dimasukkan ke dalam wadah berbentuk corong, kue ini dikukus dalam kukusan khusus hingga matang sempurna. Putu Cangkir sering disajikan menjelang malam atau pagi hari, membuatnya menjadi pilihan yang pas untuk camilan di waktu-waktu tertentu.
Kecintaan BJ Habibie terhadap kuliner khas Sulawesi Selatan tidak hanya menunjukkan kelezatan dari makanan tradisional, tetapi juga memperlihatkan betapa pentingnya budaya kuliner dalam memperkaya identitas dan sejarah bangsa. Dengan menikmati camilan-camilan ini, BJ Habibie tak hanya merasakan kenikmatan, tetapi juga menjaga tradisi dan warisan kuliner yang patut dilestarikan.
