Ilustrasi memegang jerawat (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Memegang atau memencet jerawat mungkin menjadi kebiasaan yang sulit untuk dihentikan, tetapi tindakan ini sebaiknya dihindari demi kesehatan kulit. Banyak orang sering kali tergoda untuk menyentuh atau bahkan memencet jerawat karena rasa gatal atau ketidaknyamanan. Namun, tindakan tersebut justru bisa memperburuk kondisi jerawat yang sudah ada. Dermatolog dr. Novrina Heragandhi, Sp.DVE, FINSDV, menyarankan agar kita tidak memegang jerawat dengan tangan, karena tangan kita dapat membawa berbagai bakteri yang dapat memperburuk kondisi jerawat. Bahkan, kebiasaan ini dapat menyebabkan jerawat lebih parah dan menambah risiko terbentuknya bekas yang sulit hilang.
Dr. Novrina menegaskan bahwa, jika jerawat sudah berada dalam kondisi parah, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan kebiasaan memencet atau menyentuh jerawat tersebut. “Biasanya saya langsung tegas kepada pasien agar tidak memencet atau pegang-pegang jerawatnya,” ujarnya dalam sebuah acara press conference di Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2025). Menurutnya, meskipun sering kali timbul keinginan untuk memencet jerawat karena rasa gatal atau ingin segera menghilangkannya, tindakan ini malah dapat menambah masalah baru pada kulit, seperti timbulnya bekas luka atau bopeng yang lebih sulit disembuhkan.
Memencet jerawat memang terasa menggoda, terutama saat jerawat terasa gatal atau menyakitkan. Namun, tindakan tersebut tidak hanya memperlambat proses penyembuhan jerawat, tetapi juga berisiko menambah infeksi dan peradangan. Dr. Novrina menjelaskan bahwa jerawat yang berukuran kecil biasanya dapat sembuh dengan lebih cepat dan tanpa meninggalkan bekas jika tidak sering disentuh. Sebaliknya, jerawat yang lebih besar dan dipencet dengan sengaja akan memerlukan waktu lebih lama untuk sembuh, bahkan bisa memakan waktu hingga dua bulan untuk benar-benar pulih. Proses penyembuhan yang lambat ini tentu dapat mempengaruhi penampilan kulit dan meningkatkan risiko munculnya bekas jerawat yang permanen.
Selain itu, jika jerawat terlalu sering dipencet atau disentuh, bekas luka yang ditinggalkan bisa bertahan lebih lama. Proses penyembuhan dan penghilangan bekas jerawat bisa memakan waktu lebih dari enam bulan, tergantung pada seberapa parah kondisi jerawat tersebut. “Menghilangkan scars atau bopengnya bisa enam bulan lebih,” tambah dr. Novrina. Oleh karena itu, sangat penting untuk tidak membiasakan diri memencet jerawat, meskipun rasa gatal atau ketidaknyamanan membuat kita tergoda untuk melakukannya. Dengan menjaga kebiasaan untuk tidak menyentuh wajah, proses penyembuhan jerawat dapat berjalan lebih cepat dan bekas luka pun dapat diminimalisir.
Secara keseluruhan, menjaga kebersihan wajah dan menghindari kebiasaan memegang jerawat adalah langkah penting untuk mempercepat penyembuhan jerawat dan mencegah bekas luka yang sulit dihilangkan. Dr. Novrina mengimbau agar kita tidak hanya menghindari menyentuh jerawat, tetapi juga merawat kulit dengan baik menggunakan produk yang tepat dan menjaga pola makan sehat. Dengan perawatan yang tepat, jerawat dapat sembuh lebih cepat tanpa meninggalkan bekas yang membandel. Sebaiknya kita mulai mengubah kebiasaan buruk ini agar kulit tetap sehat dan terhindar dari masalah jerawat yang lebih parah.
