(Loudenoughforme)
Lonjakan harga memori komputer belakangan ini rupanya dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk menjalankan aksi penipuan. Sejumlah konsumen membagikan pengalaman pahit mereka di forum Reddit setelah menerima produk RAM yang tidak sesuai dengan spesifikasi, meski dibeli dari platform e-commerce besar.
Salah satu korban dengan akun Reddit Leading-Growth-8361 mengungkapkan bahwa dirinya membeli kit Corsair Vengeance RAM 32 GB DDR5 yang terdiri dari dua modul 16 GB melalui Amazon. RAM tersebut rencananya akan digunakan untuk merakit PC pertamanya. Berdasarkan platform pembanding harga Idealo, kit DDR5 tersebut kini dibanderol sekitar 400 euro atau setara Rp 7,9 juta, melonjak hampir empat kali lipat dibanding harga pada Oktober 2025.
Namun, sesampainya paket di tangan, kecurigaan langsung muncul. Heatsink RAM terasa lebih longgar dari seharusnya. Saat dicoba dipasang ke motherboard, modul tersebut tidak dapat masuk ke slot DDR5 karena lekukan pada papan sirkuit (PCB) tidak sesuai. Setelah heatsink dilepas, fakta mengejutkan terungkap: modul tersebut ternyata RAM DDR4 lawas yang disamarkan menggunakan heatsink asli Corsair DDR5, membuat tampilannya nyaris identik dengan produk resmi.
Ironisnya, konsumen menegaskan bahwa transaksi dilakukan langsung dengan Amazon, bukan penjual pihak ketiga, dan pengiriman berasal dari gudang Amazon atau Amazon Warehouse. Layanan Amazon Warehouse sendiri memang menjual barang retur atau kemasan terbuka, namun celah ini kerap dimanfaatkan penipu dengan cara menukar isi produk sebelum dikembalikan. Beruntung, Amazon akhirnya memberikan penggantian setelah pelanggan mengajukan komplain.
Kasus serupa juga dialami pengguna Reddit lainnya bernama Loudenoughforme. Ia membeli kit Corsair RAM 96 GB yang terdiri dari empat modul. Di pasar Amerika Serikat, produk ini kini dijual dengan harga sekitar 999 dolar AS atau Rp 16,7 juta. Setelah mendapati satu modul tidak berfungsi, ia mengajukan retur. Namun, RAM pengganti yang diterima justru berupa modul dummy Corsair Lighting Enhancement Kit, yang hanya berfungsi sebagai aksesoris pencahayaan RGB tanpa chip memori sama sekali. Produk tiruan tersebut diketahui hanya bernilai sekitar 35 dolar AS.
Corsair telah menghubungi konsumen yang terdampak dan menyatakan tengah melakukan investigasi lebih lanjut. Dua kasus ini menjadi contoh nyata meningkatnya penipuan perangkat keras di tengah kenaikan harga chip memori, yang dipicu lonjakan permintaan untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI). Konsumen pun diimbau untuk lebih waspada, termasuk merekam proses unboxing saat menerima paket, terutama untuk pembelian komponen mahal secara online.
