(Foto: PGA Marapi)
Aktivitas vulkanik Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan peningkatan setelah gunung api tersebut mengalami erupsi pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 09.36 WIB. Gunung yang berada di wilayah administratif Kabupaten Tanah Datar dan Agam itu memuntahkan material abu vulkanik dengan ketinggian kolom mencapai sekitar 1,6 kilometer dari puncak kawah.
Kolom abu terpantau berwarna kelabu pekat dan bergerak condong ke arah timur laut, menandakan adanya pengaruh arah angin di sekitar kawasan gunung. Letusan tersebut juga terekam jelas melalui alat pemantau seismik. Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Teguh Purnomo, menyebutkan bahwa erupsi tercatat memiliki amplitudo maksimum 28,6 milimeter dengan durasi sekitar 31 detik.
Sebelumnya, Gunung Marapi juga sempat meletus pada Kamis (8/1/2026) pagi dan Selasa (13/1/2026). Namun, pada dua erupsi tersebut, tinggi kolom abu tidak dapat teramati secara visual karena kondisi cuaca dan jarak pandang yang terbatas.
Saat ini, status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Teguh Purnomo mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif demi menghindari risiko bahaya langsung dari erupsi.
Selain itu, warga yang bermukim di sekitar lembah maupun aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun. Kondisi tersebut berpotensi memicu aliran lahar yang dapat membahayakan permukiman di sekitarnya.
Sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kesehatan, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan masker apabila terjadi hujan abu guna mengurangi risiko gangguan pernapasan.
