Masyarakat di sekitar Harjamukti, Kota Cirebon, menyerbu Gerakan Pangan Murah yang digelar Polres Cirebon Kota (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Ratusan warga di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, antusias menyerbu Gerakan Pangan Murah yang digelar Polres Cirebon Kota bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Program ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar, sehingga disambut meriah oleh masyarakat, terutama kalangan emak-emak.
Sejak Selasa siang, lokasi kegiatan sudah dipadati warga yang ingin mendapatkan sembako murah. Antrean panjang pun tak terhindarkan. Bahkan, sebagian warga rela berdesak-desakan demi memperoleh bahan pokok seperti beras dan minyak goreng yang menjadi komoditas paling diburu.
Gerakan Pangan Murah di Harjamukti Diserbu Warga
Gerakan Pangan Murah Polres Cirebon Kota ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat di tengah lonjakan harga bahan pangan. Sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih rendah dari pasaran, di antaranya beras, telur ayam, minyak goreng, cabai merah, bawang merah, bawang putih, daging, terigu, hingga aneka ikan segar seperti nila dan lele.
Antusiasme warga terlihat sejak awal kegiatan dimulai. Banyak masyarakat yang datang lebih awal untuk menghindari kehabisan stok. Tidak sedikit pula yang membawa anggota keluarga agar bisa membeli kebutuhan pokok dalam jumlah lebih banyak.
Ikah, salah seorang warga Harjamukti, mengaku sangat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini. Ia mengatakan bahwa harga yang ditawarkan jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar tradisional.
“Memang antreannya panjang dan sempat berdesak-desakan, terutama di beras dan minyak goreng. Saya baru dapat kentang, cabai merah, serta ikan nila dan lele. Harganya lebih murah, jadi kegiatan ini sangat membantu kami,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah kondisi harga kebutuhan pokok yang cenderung naik, program seperti ini sangat dinantikan masyarakat kecil.
Upaya Tekan Lonjakan Harga Sembako di Kota Cirebon
Gerakan Pangan Murah yang digelar Polres Cirebon Kota ini merupakan bentuk kolaborasi dengan pemerintah daerah dan TPID untuk menekan laju inflasi, khususnya di sektor bahan pangan. Kegiatan ini juga menjadi salah satu strategi menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang momen-momen tertentu ketika harga kebutuhan pokok biasanya meningkat.
Selain di Kota Cirebon, kegiatan serupa juga digelar di sejumlah wilayah lain di bawah jajaran Polda Jawa Barat. Program ini dilaksanakan secara bertahap dan bergiliran di berbagai polres dan kabupaten di Jawa Barat.
Irwasda Polda Jawa Barat, Kombes Pol Benny Subandi, menyampaikan bahwa kegiatan Gerakan Pangan Murah telah dilaksanakan di delapan polres dan delapan kabupaten.
“Alhamdulillah kegiatan ini dapat membantu masyarakat. Polda Jabar sudah melaksanakan kegiatan ini di delapan polres dan delapan kabupaten secara bergiliran. Sebelumnya sudah tujuh polres dan tujuh kabupaten. Harapannya, kita bisa terus membantu masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program ini akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.
Emak-Emak Dominasi Antrean Sembako Murah
Mayoritas peserta Gerakan Pangan Murah di Harjamukti adalah emak-emak yang sehari-hari mengatur kebutuhan rumah tangga. Mereka terlihat antusias memilih bahan pangan yang dijual dengan harga diskon.
Beberapa warga mengaku membeli lebih dari satu jenis kebutuhan pokok untuk persediaan beberapa hari ke depan. Dengan harga yang lebih murah, mereka dapat menghemat pengeluaran belanja rumah tangga.
Salah satu komoditas yang paling cepat habis adalah beras premium dan minyak goreng. Dua bahan pokok ini memang menjadi kebutuhan utama masyarakat dan kerap mengalami kenaikan harga di pasaran.
Selain itu, cabai merah dan bawang juga menjadi incaran warga karena harganya sering berfluktuasi. Dengan adanya Gerakan Pangan Murah, masyarakat dapat memperoleh bahan tersebut dengan harga yang lebih stabil.
Harapan Masyarakat: Program Rutin dan Merata
Warga berharap Gerakan Pangan Murah tidak hanya digelar sekali, tetapi dapat menjadi program rutin yang menjangkau lebih banyak wilayah. Banyak masyarakat yang menilai kegiatan ini sangat efektif dalam membantu meringankan beban ekonomi keluarga.
Selain membantu dari sisi harga, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat. Kehadiran aparat dalam kegiatan sosial seperti ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik serta menunjukkan kepedulian terhadap kondisi ekonomi warga.
Program Gerakan Pangan Murah di Kota Cirebon ini menjadi salah satu contoh sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan TPID dalam menjaga stabilitas harga pangan. Dengan harga sembako yang lebih terjangkau, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir menghadapi kenaikan harga di pasar.
Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai daerah di Jawa Barat. Dengan demikian, upaya menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat dapat berjalan optimal, sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang wajar bagi seluruh lapisan masyarakat.
