Ayah Francesco Bagnaia bicara soal rivalitas putranya dengan Marc Marquez (Sumber Foto : Motogp.com)
Buletinmedia.com – Garasi Ducati dikabarkan tengah menghadapi ketegangan yang cukup signifikan akibat persaingan ketat antara dua pembalap top mereka, Francesco Bagnaia dan Marc Marquez. Isu ini menjadi sorotan publik setelah Marquez, yang bergabung dengan tim Ducati Lenovo, tampil luar biasa di beberapa seri terakhir MotoGP, menambah ketegangan di antara keduanya. Menanggapi isu tersebut, ayah Francesco Bagnaia, Pietro Bagnaia, merasa perlu untuk memberikan klarifikasi dan angkat bicara mengenai kabar yang beredar tersebut.
Marc Marquez, yang dikenal dengan julukan “Baby Alien,” telah menjadi pesaing serius bagi putranya di tim Ducati Lenovo. Bagaimana tidak, Marquez berhasil meraih kemenangan gemilang di dua balapan berturut-turut, yakni balapan sprint dan race utama di MotoGP Thailand dan Argentina pada 2025. Di sisi lain, Bagnaia tampaknya mengalami kesulitan untuk bersaing dengan Marquez, hanya mampu finis di posisi ketiga di Thailand dan keempat di Argentina. Hasil ini tentu saja memunculkan spekulasi di kalangan pengamat dan media, yang berpendapat bahwa ketegangan antara kedua pembalap tersebut mulai meningkat.
Namun, Pietro Bagnaia dengan tegas membantah semua rumor yang beredar mengenai ketegangan di antara kedua pembalap tersebut dan menilai bahwa isu tersebut sebenarnya hanya diciptakan untuk merusak esensi dan nilai sejati dari olahraga balap motor itu sendiri. Menurut Pietro, meskipun Bagnaia dan Marquez memang bersaing di lintasan, persaingan ini justru menjadi motivasi tambahan bagi putranya untuk tampil lebih baik, dan bukan sebagai pemicu permusuhan antara keduanya.
“Saya rasa itu semua hanya omong kosong yang tidak ada gunanya dan justru merusak nilai dari olahraga ini. Narasi seperti ini hanya berfungsi untuk menciptakan kesan buruk yang sebenarnya tidak ada dalam kenyataannya,” ujar Pietro Bagnaia dengan nada yang sangat tegas, seperti yang dikutip dari Motosan pada Sabtu, 22 Maret 2025. Ia menambahkan bahwa meskipun keduanya adalah rival di lintasan, Marquez dan Bagnaia tetaplah rekan setim yang memiliki tujuan yang sama, yakni untuk mencapai kesuksesan dan meraih kemenangan di setiap seri balapan.
“Pecco (sebutan akrab Bagnaia) dan Marc adalah rekan setim yang juga merupakan rival yang saling ingin bersaing secara sehat di atas lintasan, tanpa mempermasalahkan siapa mereka di dalam atau luar garasi tim. Marc Marquez adalah aset yang sangat berharga dalam dunia MotoGP, dan fakta bahwa Pecco bisa bersaing dengannya seharusnya menjadi sebuah motivasi besar, bukan masalah atau persoalan yang perlu diperbesar,” lanjut Pietro, menjelaskan pandangannya dengan penuh keyakinan.
Di samping itu, beredar pula rumor yang mengatakan bahwa bos Ducati, Gigi Dall’Igna, kini lebih memprioritaskan Marquez daripada Bagnaia. Rumor tersebut pun semakin memperkeruh suasana, dan membuat Pietro Bagnaia merasa heran. Menurutnya, ia sangat memahami karakter Dall’Igna dan tidak percaya dengan kabar-kabar yang beredar tersebut.
“Saya sangat terkejut dengan banyaknya berita yang tidak masuk akal, termasuk yang melibatkan Gigi Dall’Igna. Itu sangat disayangkan karena Gigi hanyalah orang yang menjalankan tugasnya dengan sangat baik, yaitu membangun tim yang solid dan profesional. Dia tidak pernah memihak siapa pun dalam pengambilan keputusan,” jelas Pietro, menanggapi isu yang beredar tentang Gigi Dall’Igna.
Pietro menegaskan bahwa perdebatan mengenai siapa yang lebih ekspresif atau lebih pendiam di antara kedua pembalap tersebut sebenarnya tidak ada artinya. “Jika perdebatan ini hanya soal siapa yang lebih ekspresif atau lebih pendiam, itu adalah hal yang sangat tidak penting. Mereka hanya memiliki gaya dan karakter yang berbeda, dan itu bukan sesuatu yang perlu dipermasalahkan,” pungkas Pietro Bagnaia, menutup penjelasannya.
