Esport video game r wearing headset and playing online video game for space shooter championship. Online streaming cyber performing gaming tournament using modern technology network wireless
Meskipun Windows 11 telah dirilis dan tersedia untuk diunduh secara gratis sejak Oktober 2021, banyak gamer PC masih lebih memilih menggunakan Windows 10 sebagai sistem operasi utama mereka. Hal ini terlihat dari laporan terbaru dalam survei “Steam Hardware & Software Survey: July 2024” yang dilakukan oleh Steam, platform distribusi game milik Valve.
Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 96,55 persen pengguna PC di Steam menggunakan sistem operasi berbasis Windows. Dari jumlah tersebut, 50,16 persen merupakan pengguna Windows 10, yang mengalami peningkatan sebesar 0,74 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, pengguna Windows 11 berada di angka 45,81 persen, justru mengalami penurunan sebesar 0,82 persen.
Tak hanya itu, masih ada sebagian kecil gamer yang tetap bertahan dengan sistem operasi lawas seperti Windows 7 (0,41 persen) dan Windows 8 (0,08 persen), meskipun Valve sudah menghentikan dukungan Steam untuk kedua OS tersebut.
Mengapa Gamer Lebih Memilih Windows 10 Dibandingkan Windows 11?
Meskipun Windows 11 menawarkan sejumlah fitur baru dan peningkatan keamanan, banyak gamer yang masih setia menggunakan Windows 10. Salah satu alasannya adalah performa gaming yang lebih stabil pada beberapa game tertentu.
Pengujian oleh Hardware Unboxed mengungkapkan bahwa Windows 10 dapat memberikan performa lebih baik dalam beberapa game, terutama karena fitur keamanan Core Isolation: Memory Integrity dalam sistem ini dinonaktifkan secara default.
Fitur keamanan ini menggunakan teknologi virtualisasi yang memakan cukup banyak sumber daya sistem. Akibatnya, performa PC bisa berkurang saat memainkan game yang menuntut kinerja tinggi. Sementara pada Windows 11, fitur ini aktif secara default, yang bisa berdampak pada penurunan performa gaming.
Windows 10 Masih Dominan di Pasar Global
Tidak hanya di kalangan gamer, Windows 10 juga masih menjadi OS utama di pasar desktop global. Per Maret 2024, Windows 10 menguasai lebih dari 69 persen pangsa pasar desktop, meningkat hampir dua poin dari bulan Februari.
Sebaliknya, Windows 11 justru mengalami penurunan pangsa pasar di bulan yang sama, dari 28,16 persen di Februari menjadi 26,7 persen di Maret 2024.
Beberapa alasan lain yang membuat pengguna enggan beralih ke Windows 11 adalah stabilitas Windows 10 yang lebih teruji serta tampilan antarmuka Windows 11 yang dianggap kurang familiar. Salah satu perubahan besar di Windows 11 adalah posisi taskbar dan tombol Start yang kini berada di tengah layar, berbeda dengan Windows 10 yang menempatkannya di sisi kiri. Hal ini membuat sebagian pengguna merasa kurang nyaman dengan desain baru tersebut.
Ironisnya, meskipun Windows 10 masih menjadi pilihan utama bagi banyak pengguna, Microsoft telah menetapkan tanggal pensiun sistem operasi ini pada 14 Oktober 2025. Jika tidak ada perpanjangan dukungan, para pengguna Windows 10 kemungkinan besar harus beralih ke Windows 11 atau mencari alternatif lain sebelum tanggal tersebut tiba.
