Lokasi judi sabung ayam yang menyebabkan 3 anggota Polsek Negara Batin, Way Kanan, Lampung, tewas diduga ditembak oknum anggota TNI, Senin (17/3/2025) sore. (Tangkapan Layar YouTube Kompas TV)
Buletinmedia.com – Isu mengenai aliran uang yang diduga berasal dari judi sabung ayam kini mencuat dalam kaitannya dengan kasus penembakan terhadap tiga anggota polisi di Kabupaten Way Kanan, Lampung. Kasus ini telah memicu berbagai spekulasi dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, terutama di media sosial, yang turut menyebarkan informasi terkait dugaan aliran uang tersebut. Kapendam II Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar, memberikan konfirmasi mengenai isu ini, mengakui adanya dugaan kuat mengenai keterlibatan praktik judi sabung ayam dalam kasus tersebut.
Kolonel Eko dalam wawancaranya pada Kamis, 20 Maret 2025, menyatakan bahwa informasi yang beredar di media sosial menunjukkan adanya pembagian uang yang berasal dari kegiatan judi sabung ayam. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa siapa saja yang terlibat dalam aliran uang tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. “Informasi yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa ada pembagian uang, meskipun siapa yang terlibat masih dalam penyelidikan,” ungkap Kolonel Eko, mengindikasikan bahwa kasus ini masih dalam tahap pengembangan dan tidak ada konfirmasi resmi mengenai identitas pelaku.
Dugaan aliran uang tersebut semakin diperkuat dengan keterangan dari dua individu yang diduga terlibat langsung, yakni Peltu Lubis dan Kopka Basarsyah, yang saat ini sedang diperiksa secara intensif oleh pihak kepolisian. Kedua orang ini diyakini memiliki keterkaitan dengan praktik ilegal yang berlangsung di wilayah tersebut. Menurut Kolonel Eko, praktik pembagian uang yang berasal dari judi sabung ayam ini sudah berlangsung selama sekitar satu tahun, meskipun rincian mengenai besaran uang yang dibagikan dan sistem pembagian yang dilakukan masih belum jelas. “Kami belum mendapatkan informasi lengkap mengenai sistem pembagian dan besaran uang yang terlibat, namun praktik ini sudah ada selama lebih dari setahun,” kata Kolonel Eko menambahkan.
Kolonel Eko juga mengungkapkan bahwa pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam praktik judi sabung ayam ini dan bagaimana aliran uang tersebut mengalir. Penyelidikan ini menjadi prioritas karena tidak hanya menyangkut kasus penembakan terhadap anggota polisi, tetapi juga dapat membuka jaringan kegiatan ilegal yang lebih besar di wilayah tersebut. Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan institusi kepolisian dan menunjukkan adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam praktik perjudian yang dilarang. Pihak berwenang berjanji akan mengusut tuntas masalah ini dan membawa pelaku ke pengadilan jika terbukti bersalah.
Ke depan, Kapendam II Sriwijaya berharap agar masyarakat dapat memberikan waktu kepada pihak kepolisian untuk menyelesaikan penyelidikan ini dengan seksama. Pihak kepolisian juga meminta agar masyarakat tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, agar tidak memperkeruh situasi yang sudah cukup memprihatinkan ini. Kolonel Eko menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menegakkan hukum dan memastikan bahwa segala bentuk tindakan ilegal, termasuk judi sabung ayam, dapat diberantas secara tuntas demi terciptanya ketertiban dan keadilan di masyarakat.
